4 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Gaji Kecil

by Sabda Awal
4 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Gaji Kecil

Saya sudah melakukan investasi sejak tahun 2014. Saya awali dengan membeli tanah pada tahun 2014 dan 2015. Karena pada saat itu saya hanya kepikiran tanah saja. Saya belum tahu tentang jenis-jenis investasi.

Beli tanah itu butuh modal besar. Tidak semua orang sanggup investasi di bidang ini, begitu juga dengan saya. Saya beli tanah dengan nabung beberapa waktu, itupun tanah yang dibeli di kampung dan masih sangat terjangkau. Maka saya pun mencari jenis investasi yang dapat dilakukan dengan modal kecil.

Seiring berjalannya waktu pengetahuan saya semakin bertambah, pada tahun 2019 saya sudah mencoba berbagai jenis instrumen investasi, mulai dari sektor real, non-real hingga bisnis. Perjalanan investasi ini saya bagikan semuanya dalam blog ini.

Banyak orang mengira bahwa investasi itu sulit. Banyak pula yang menyangka untuk investasi butuh modal besar. Ada juga yang ingin berinvestasi tapi tidak tahu harus kemana dan bagaimana memulainya.

Saya ingin menegaskan bahwa investasi itu sangat mudah, bahkan dapat dimulai dari Rp 6000,-an saja. Tidak percaya? Percaya saja deh, maka dari itu saya menuliskan artikel ini.

Mengapa Harus Beinvestasi? : Menabung vs Investasi

Sebenarnya pepatah “Menabung Pangkal Kaya” sudah tidak berlaku lagi. Menabung tidak akan membuat kita kaya. Secara ekonomis menabung tidak menguntungkan sama sekali!

Jika anda membaca buku Robert T. Kiyosaki yang berjudul Why Richer are Getting Richer anda akan menemukan jawaban yang sangat jelas. Karena inflasi!

Contohnya dapat anda rasakan pada kehidupan nyata. Saya ingat tahun 2000-an 1 butir telur dihargai Rp 500, namun sekarang harganya sudah Rp 1.000.

Seandainya saya nabung Rp 500 pada tahun tersebut, lalu membelikan telur di masa sekarang, maka uangnya tidak cukup, kurang Rp 500 lagi bukan? Apakah karena harga telur yang semakin mahal? Bukan. Tetapi nilai uang turun akibat inflasi.

Selama ada inflasi, nilai uang akan terus turun

Saya beri contoh lain.

Misalkan anda menabung di bank 50 juta selama setahun dengan bunga 4% per tahun, ternyata pada tahun tersebut tingkat inflasi 5%. Artinya, nilai uang yang disimpan berkurang nilainya sebesar 1%.

Bunga – Inflasi = 4% – 5% = -1%

Meskipun secara fisik jumlahnya bertambah, namun secara nilai uang tersebut berkurang. Nah,rugi kan?

Berikut ini saya tampilkan grafik tingkat inflasi 5 tahun terakhir, 2012 s.d 2016.

data inflasi 5 tahun terakhir 2012 sampai dengan 2016

Misalkan pada tahun 2011 saya punya uang Rp 1.000.000, maka nilai uang saya pada tahun berikutnya adalah :

  • 2012 inflasi 4.30% menjadi Rp 957.000
  • 2013 inflasi 8.38% menjadi Rp 876.803
  • 2014 inflasi 8.36% menjadi Rp 868.478
  • 2015 inflasi 3.35% menjadi Rp 839.383
  • 2016 inflasi 3.02% menjadi Rp 814.033

Nilai uang yang kita miliki tidak akan sama lagi. Hayo yang masih belum sadar nilai uangnya tergerus inflasi segera “cabut dari menabung”. Eh, maksud saya jangan bergantung pada tabungan. Tetap saja, menabung itu sah-sah saja apalagi untuk mencapai target finansial jangka pendek,- 1 s.d 2 tahun.

Maka dari itu, anda butuh instrumen lain yang pertumbuhan nilainya lebih besar daripada tingkat inflasi. Jawabannya adalah investasi.

It’s not how much money you make, but how much money you keep, how hard it works for you, and how many generations you keep it for.

Robert Kiyosaki

Inilah Jenis 4 Investasi Untuk Gaji Kecil

Saya memulai investasi pada sektor non real termasuk telat.  Saat itu saya langsung belajar saham di tahun 2015, memulai di 2016, dan memantapkan diri di 2017. Asuransi unitlink baru saya lakukan di awal tahun 2016. Reksadana saya mulai tahun 2018 dan konsisten di P2P Lending Syariah dan deposito tahun 2019.

Sebelum memulai investasi, pastikan anda memiliki dana untuk diinvestasikan. Ya, kalau tidak cukup, langkah nol yang harus dilakukan adalah menaikkan penghasilan dahulu agar memiliki alokasi investasi, pilihannya ada di opsi earn more atau spend less.

Baca juga : 5 Saran finansial untuk anda yang baru bekerja

Jika gaji anda sangat kecil, namun masih mampu menyisihkan enam ribu saja. Selamat, anda sudah bisa investasi emas!

Investasi dilakukan secara rutin setiap bulan. Sebaiknya anda harus mempersiapkan diri terlebih dahulu, karena penghasilan akan dialokasikan ke investasi selama bertahun-tahun.

1. Emas

harga emas dari tahun ke tahun
harga emas dari tahun ke tahun

Emas sangat liquid. Jika uang nilainya berubah karena inflasi, sementara emas nilainya akan tetap sama. Harganya akan terus naik. Oleh sebab itu emas tetap jadi produk investasi idola dan menjanjikan.

Baca juga : Cara mudah, murah dan aman investasi emas

Yang jadi pertanyaan bagaimana cara investasinya? Emas kan mahal… Masak harus beli 1 gram setiap mau beli. Uang tidak cukup. Saat ini, produk tabungan emas terbaik yang saya temukan adalah Tabungan Emas Pegadaian.

Baca juga : Apakah tabungan emas Pegadaian rugi? Begini pengalaman saya

Konsepnya sangat sederhana, setiap uang yang ditabung langsung dikonversikan menjadi emas sesuai harga saat itu. Buku tabungannya pun bukan rupiah melainkan gram. Minimal menabung 0,01 gram. Contoh, harga emas tanggal 16 Oktober 2017 Rp 590.800/gram, maka minimal membeli emas Rp 5.908 yang akan dikonversi ke 0,01 gram emas.

Syarat buka tabungan emas cukup ktp dan membayar biaya administrasi sebesar Rp 10.000 dan biaya fasilitas biaya titip Rp 30.000/tahun. Emas dapat ditarik dalam bentuk uang atau dicetak dalam bentuk emas. Tergantung suka yang mana.

pegadaian emas pegadaian digital

Jumlah Emas Saya di Pegadaian

Kelebihan tabungan emas. Kita dapat menabung dengan uang yang sangat kecil, seharga 0,01 gram saja. Selain itu fisiknya disimpan di Pegadaian, jadi aman dari kehilangan.

Oh iya, selain Pegadaian, anda juga dapat menabung emas di tempat lain seperti Tokopedia, Bukalapak, E-mas, Ori-ori, Tamasia dan Indogold.

Baca juga : Pengalaman saya membeli emas secara online di Indogold.

Saya kira ini saja cukup penjelasan tentang tabungan emas. Harga emas dari tahun ke tahun akan meningkat. Bahkan update harga Agustu 2019, harga emas mencapai Rp 700.000/gram! Resiko juga kecil. Pasti untung.

TABUNGAN EMAS PEGADAIAN

2. Reksadana

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Dari pengertiannya, kita ambil 3 item penting, yaitu masyarakat pemodal, portofolio efek, dan Manajer Investasi.

  • Masyarakat pemodal adalah kita sendiri yang mengambil produk reksadana. Kita akan menyetorkan sejumlah uang.
  • Portofolio efek adalah intrumen investasi yang digunakan, bisa saham, pasar uang, obligasi dan lain sebagainya.
  • Manager Investasi adalah lembaga pengelola reksadana.
portofolio reksadana bareksa

Portofolio reksadana saya

Bagaimana membuka reksadana ? Silahkan mendaftar di bareksa.com, siapkan ktp dan npwp (jika ada), nanti akan dihubungi oleh pihak Bareksa.

Baca juga : Membeli reksadana ternyata semudah belanja online

Berapa yang harus disetor? Minimal Rp 100.000.

Satuan yang biasa digunakan dalam reksadana adalah NAB (Nilai aktiva Bersih) dan UP (Unit Pernyetaan).

Untuk lebih jelasnya, begitu perhitungan reksadana.

Saya membeli reksadana AAA senilai Rp 100.000 ketika NAB per UP Rp 1.000.

Rp 100.000/1000 = 100 UP

Maka, UP yang saya miliki sejumlah 100.

Setahun kemudian, NAB per UP reksadana AAA naik menjadi Rp 1.100.

Untuk perhitungan keuntungannya,

Selisih harga UP dikali jumlah UP. (Rp 1.100 – Rp 1.000) x 100 UP = Rp 10.000

Sebelum melakukan pembelian reksadana, pastikan anda paham tentang produk tersebut dan cek pertumbuhannya beberapa tahun terakhir.

Reksadana dapat tumbuh negatif ataupun postif. Jadi, resikonya medium.

3. Saham

grafik ihsg 10 tahun terakhir

Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa saham itu judi/gambling. Padahal kenyataannya tidak. Mereka tidak tahu cara kerja saham dalam menghasilkan profit.

Memiliki saham layaknya memiliki sebuah perusahaan. Tidak seluruh perusahaan, melainkan sejumlah bagian sesuai jumlah saham yang dimiliki. Sesuai pengertiannya, saham adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikian suatu perusahaan.

Contoh mudahnya seperti ini…

Perusahaan A menjual 50% sahamnya. Lalu anda membeli 20% saham tersebut. Nah, maka anda sudah dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan dan 20%bagian adalah milik anda. Keuntungan yang diberikan pun hanya 20% dari total laba yang diperoleh perusahaan dalam 1 tahun pembukuan.

Dimana beli saham? Di pasar saham.

Bagaimana memulai transaksi? Buka rekening di perusahaan sekuritas. Bawa ktp dan npwp ke perusahaan sekuritas di kota anda. Bilang saja, mau buka rekening saham.

2 Jenis profit saham

–Deviden

pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

Contoh…

Saya memiliki saham A sebanyak 500 lot (1 lot = 100 lembar). Pada tahun 2017, perusahaan membagikan laba sebesar Rp 100/lembar saham.

Total deviden yang saya terima 500 lot x 100 lembar x Rp 100 = Rp 5.000.000

–Perbedaan harga beli dan jual

Membeli disaat murah dan menjualnya kembali saat harga naik, maka jadilah profit.

Hari ini saya beli saham A seharga Rp 500, seminggu kemudian harganya naik menjadi Rp 600, lalu saya menjualnya. Maka keuntungan saya adalah Rp 100.

Rp 100 itu keuntungan per lembar sahamnya. Jika saya punya 100 lot, maka keuntungannya menjadi Rp 1.000.000.

Baca juga : Belajar investasi saham step by step untuk pemula

Jika dahulu untuk jual-beli saham mengharuskan kita menghubungi pialang atau broker, sekarang proses jual-beli dapat dilakukan secara online melalui aplikasi pada smartphone atau komputer, dapatkan demo trading saham gratis dengan modal virtual pada tulisan saya Simulasi Trading Saham.

Menabung saham bagi penghasilan kecil

Bagi yang gaji kecil, saya sarankan untuk membeli saham secara konsisten setiap bulan. Harga saham di pasar modal beragam, mulai dari Rp 50 s.d Rp 50.000/lembarnya. Minimal pembelian 1 lot. *1lot = 100 lembar.

Setelah membeli saham, simpan selama 5 hingga 10 tahun. Setiap tahun anda akan kebagian deviden dan suatu saat butuh dana, maka dapat menjual sahamnya langsung.

Belilah saham perusahaan yang sudah mapan, misal Unilever atau Indofood. Kita tahu  kedua perusahaan raksasa ini memproduksi barang kebutuhan sehari-hari yang tak bisa dihindari keberadaannya dan memiliki konsumen setia.

4. Peer To Peer Lending

Apakah anda pernah mendengar jenis investasi ini? Peer to peer lending atau disingkat p2p lending? Jika belum pernah mendengar sama sekali, bukan berarti kudet…

Namun… memang jenis investasi ini baru booming belakangan ini… Sementara di luar negeri sendiri sudah lama ada.

p2p lending

Saya sendiri mulai investasi di p2p lending April 2018, tapi yang saya ambil versi syariah. Ulasan lengkapnya ada pada tulisan saya : pengalaman mendapatkan passive income dari p2p lending syariah.

Bahkan saya sendiri “menobatkan” investasi ini cocok untuk pemula, menjanjikan untung dengan peluang 98%!

Ya, kalau potensi keuntungan 100% sih bukan investasi namanya, hihi… karena semua jenis investasi pasti mengandung resiko.

Konsep P2P Lending

Konsep awalnya itu sama seperti pinjam-meminjam.

Sementara pelakunya ada 3, yaitu :

  1. Pemberi pinjaman (lender)
  2. Peminjam (borrower)
  3. Pihak ke 3

Nah, pihak ke 3 ini berbentuk fintek, sebut saja seperti investree, amanna, amartha, koinworks, crowdwagon dan lain-lainnya. Pihak ke 3 berfungsi sebagai perantara yang mempertemukan antara borrower dan lender.

Balik lagi… konsep awalnya pinjam-meminjam…

Lender memberikan pinjaman dana ke borrower, tujuan peminjaman ini tergantung, ada yang untuk keperluan pribadi, keperluan usaha, pengembangan bisnis, dan lain-lain.

Nah, sebagai lender, maka anda akan mendapatkan profit dari pemberian pinjaman tersebut. Perhitungannya bisa dengan bunga atau akad syariah. Makanya, saya ambil yang syariah.

Keuntungannya berapa banyak? Tergantung diperjanjian, anda bisa lihat pada perjanjian tersebut. Mulai dari 10% sampai dengan 30% pertahun.

Resiko… meskipun begitu tetap ada resiko yaitu gagal bayar. Kalau yang konvensional saya tidak tahu mekanismenya jika borrower mengalami gagal bayar.

Namun, sepanjang saya investasi p2p lending syariah, tidak pernah ada yang gagal bayar. Akad yang digunakan murabahah. Berikut ini hasil investasi saya bulan Januari 2019.

Karena ada resiko itu maka, anda harus pandai memilih borrower. Pihak ke 3 akan membuat scoring pada borrower guna memudahkan berinvestasi.

Scoring mulai dari A hingga E… semakin ke kanan, resiko semakin tinggi namun potensi porfit semakin besar juga.

Besaran investasi, mulai dari Rp 50.000 seperti pada Ammana.id atau Rp 100.000 di koinworks.

Nah, tentu investasi sebesar ini cukup terjangkau bukan?

Ada banyak P2P lending, pastikan yang terdaftar di OJK.

Ulasan lengkap tentang P2P Lending, dapat di cek pada kategori P2P Lending ini.

Baca juga : Mendapatkan Rp 1 Juta/Bulan dari P2P Lending Amartha

Investasi Mana Yang Sebaiknya Terlebih Dahulu Dilakukan

Mulailah dari yang paling mudah terlebih dahulu menurut anda. Jika saya mengurutkan dari yang paling mudah adalah sebagai berikut :

  1. Emas
  2. P2P Lending
  3. Reksadana
  4. Saham

Investasi emas, anda hanya cukup konsisten saja membeli emas secara priodik. Bisa dibeli dengan konsep tabungan emas atau membeli secara fisik.

Investasi P2P lending, anda harus memilih lembaga yang sudah terjamin oleh OJK. Lalu, soal memilih para lender, memahami perjanjian serta resiko. Jika anda sudah paham, yang perlu dibutuhkan hanyalah terus konsisten mendanai para lender.

Reksadana dan saham, mungkin sebagian besar orang kesulitan memilih reksadana atau saham mana yang harus dibeli. Belum lagi, bagaimana cara membelinya. Namun, berdasarkan data bahwa saham adalah jenis investasi yang memberikan return tertinggi.

Sekali lagi, saran saya pilihlah investasi yang anda anggap mudah dilakukan terlebih dahulu. Hitung-hitung sebagai sarana latihan.

Penutup

Investasi lebih baik daripada menabung karena menghasilkan return yang tinggi. Masing-masing investasi memiliki resiko, anda harus memaklumi dan pahami setiap resiko yang mungkin terjadi. Jika anda termasuk orang konservatif, yaitu main aman dan tidak mau rugi. Silahkan pilih deposito saja, karena deposito hanya menjanjikan imbal hasil sampai dengan 7%/tahun tanpa resiko kerugian sedikitpun.

Baca juga : Pengalaman Deposito Rp 10 Juta di Bank Syariah Mandiri

Ada 4 jenis investasi menguntungkan untuk gaji kecil, yaitu :

  • tabungan emas
  • reksadana
  • saham
  • Peer to Peer Lending

Catatan :

Islam melarang bunga karena termasuk riba. Penyebutan kata bunga atau suku bunga pada tulisan ini hanya untuk memudahkan penyampaian saja agar mengerti.

Saya sendiri mengambil produk-peroduk investasi syariah.

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Comment

34 comments

Maliha October 24, 2017 - 3:30 am

Lengkap sekali semua dikupas tentang perencanaan keuangan dan jadi pengen untuk berinvestasi dan terima kasih informasinya

Reply
Ikrom Zayn October 24, 2017 - 4:39 am

dari dulu aku pengen banget maen saham
tapi gak paham2
tak book mark dulu siapa tahu bisa jadi acuan
tfs

Reply
Artha October 24, 2017 - 7:14 am

Pengen ikut reksadana. Masih baca2 info soalnya maunya jangka panjang gitu. Apalagi katanya mulai 100 rb, murah kan? Izin suami dulu lah

Reply
Djangkaru Bumi October 24, 2017 - 11:26 am

Memang ya, kalau dipikir-pikir, nabung uang di bangk itu rugi, ya itu masalahnya, nalai yang semakin tidak ada harganya. Sedangkan potongan administrasi semakin besar saja, sedangkan bunganya tidak cukup untuk menutupi potongan adminitrasi tersebut. Lebih aman atau malas-malasnya, investasi emas lebih menarik kalau buat saya. Kalau saham, harus pintar-pintar memprediksi keadaan.

Reply
Tekno Medan October 25, 2017 - 9:54 am

jadi pingin investasi cepat-cepat 😀

Reply
andrieoid October 25, 2017 - 9:54 am

kerja sambil berbisnis memang menyenangkan lah, selain memiliki gaji income sebagai gaji tepat setiap bulannya, adakalanya memiliki gaji pasif income, maksudnya kita tidak bekerja tapi tetap memiliki penghasilkan dari investasi atau meletakkan modal kita atau berinvestasi di tempat orang lain, bisa juga membeli saham dll..

Reply
Reffi Seftianti October 25, 2017 - 9:54 am

saya nabung emas di Pegadaian, walau dikit2 tapi lebih nyaman investasi di sini 😀 nice article

Reply
herva yulyanti October 25, 2017 - 9:54 am

tertarik sih tapi masih takut untuk memulainya hehehe aku belum punya keyakinan mainin saham hahaha

Reply
Olimpic Sidabalok October 26, 2017 - 2:52 am

Love this article!

Reply
hendrik pranoto October 26, 2017 - 7:44 am

terimakasih infonya.
saya berminat membangun kerjasama dgn perusahaan tertentu, tapi blm tau caranya. mungkin ada info/masukan untuk saya memulai nya?

Reply
Kopiah Putih October 26, 2017 - 2:42 pm

Ternyata, inflasi bisa sangat berpengaruh kepada jumlah uang yang kita tabung ya, mas.

Dari semuasemua jenis investasi di atas, saya kok rasanya lebih condong ke menabung emas ya. Sementara ini, saya mencoba investasi ke pertanian mas. Lumayan, bisa dapat uang per musim.

Kedepan, akan saya coba salah satu dari beberapa investasi yang mas share tersebut.

Reply
Adhi Artadhitive October 30, 2017 - 4:28 am

Blognya baru ya MAS! Baru lihat lagi nih!

Reply
Agnesiarezita November 3, 2017 - 9:26 am

Satu hal dalam investasi yg ditakutkan adalah >> bangkrut!

Reply
Edwina November 3, 2017 - 9:26 am

Nggak hanya menabung secara konvensional, investasi instrumen pasar modal juga perlu untuk memaksimalkan return yang diharapkan. Thanks buat sharing komprehensifnya, mas.

Reply
Sabda Awal's Blog November 7, 2017 - 3:29 am

berinvestasilah segera, lebih cepat lebih baik lho

Reply
Sabda Awal's Blog November 7, 2017 - 3:30 am

nanti akan saya buatkan yang lebih lengkap panduan saham untuk pemula

Reply
Sabda Awal's Blog November 7, 2017 - 3:30 am

iya mbak, jangka panjang lebih baik di reksadana saja. Benar sekali bisa dimulai dari Rp 100k, daripada ditabung mending ikut RD saja.

Reply
Sabda Awal's Blog November 7, 2017 - 3:32 am

investasi emas juga pilihan yang bagus mas, daripada menabung. yahh, kalau bisa ditabungan cuma tempat uang "lewat" saja, sementara menabungnya di instrumen investasi

Reply
Sabda Awal's Blog November 7, 2017 - 3:32 am

sudah saatnya memulai, mau tidak mau, kita akan menghadapi masa depan yang mana butuh investasi

Reply
Sabda Awal's Blog November 7, 2017 - 3:33 am

kerjasama dalam bentuk apa ya? mohon di perjelas kakaa

Reply
Sabda Awal's Blog November 7, 2017 - 3:34 am

investasi emas memang pilihan favorite, soalnya investor ga pusing memikirkan pasar, tinggal beli emas, lalu simpan. kapan dibuthukan tinggal dijual saja

Reply
Mas Narto November 8, 2017 - 4:59 am

Artikelnya keren, jadi semakin faham tentang investasi.
Harus segera action, biar tidak terlambat untuk berinvestasi

Thank you Gan 🙂

Reply
Taufik Rosada January 3, 2018 - 3:29 pm

Saya orang yang sangat awam soal investasi, setelah membaca postingan ini jadi mulai punya gambaran seperti apa investasi yang baik itu.

Terimakasih mas atas sharingnya.

Reply
Darul Azis January 15, 2018 - 1:14 pm

Bener banget Mas, nabung emas kalau diitung-itu memang lebih menguntungkan karena harganya gak bakalan turun. Kalo nabung duit kena inflasi. Nabung emas juga minim risiko, bisa dicicil lagi. Aku juga sudah mulai nabung emas sejak beberapa tahun lalu. Hehe

Reply
Muhamad Sidik January 30, 2018 - 12:50 am

investasi emas dari dulu sampai sekarang memang paling menjanjikan ya. thanks. nice threat 🙂

Reply
Rohman_doel September 12, 2018 - 4:28 pm

Articlenya sangat bermanfaat jadi nambah wawasan saya , terimakasih gan

Reply
Sugiarto SE September 27, 2018 - 1:31 pm

Pencerahan yg sangat bagus

Reply
Tauri Saunk October 18, 2018 - 3:40 am

Ya ampun mas kalau di jadikan seminar udah kelas 5 jt an ke atas harga tiketnya ini, tapi ini hanya di bikin cuma2 salut saya smoga rejekinya di besarkan tuhan mks

Reply
Ryzen_Yuzuru March 27, 2019 - 11:00 am

Terima kasih atas ilmu yang sangat bermanfaat ini

Reply
Himala April 20, 2019 - 10:47 am

Wah, aku seneng banget bisa ketemu blog ini. Masih jarang banget blog & website di Indonesia yg membahas lengkap personal finance & investasi dgn bahasa yg enak dibaca… 😀

Aku & pak suami udah kerja dari awal umur 20 tahunan, tapi baru dia akhir 20an ini beneran serius ngatur keuangan & belajar investasi. Kebetulan pak suami lagi mulai nabung Reksadana. Kalau saya, keliatannya lebih cocok emas hehe

Oiya, kalau selain Tabungan Emas Pegadaian ada yg recommended lagi nggak ya mas?
Pingin banding2in dulu opsi yg ada

Reply
Sabda Awal April 20, 2019 - 10:57 am

Ada banyak kok mbak, ada saham, reksadana, p2p lending syariah, property crowdfunding, farming crowdfunding, boleh dicoba semuanya mbak, blog saya boleh di obrak-abrik mbak hihi

Reply
Benarkah Tabungan Emas Pegadaian Rugi? Begini Pengalaman Saya - BlogSabda.com April 22, 2019 - 10:04 pm

[…] Konsep yang ditawarkan sama, yaitu anda dapat membeli emas hanya Rp 6.000-an saja, yaitu 0,01 gram dalam bentuk tabungan. Bahkan di Buka Lapak Anda dapat membeli emas di harga Rp 600 atau 0,001 gram. Konsep ini membuat emas menjadi salah satu investasi yang bisa dilakukan meski gaji kecil. […]

Reply
5 Saran Finansial Untuk Anda Yang Baru Bekerja - BlogSabda.com May 5, 2019 - 10:05 am

[…] Berinvestasi meski penghasilan kecil? Kenapa tidak? Sudah saatnya anda mulai mecari informasi tentang jenis-jenis investasi. […]

Reply
Inilah 4 Cara Membeli Reksadana, Dimana Saja? - BlogSabda.com November 21, 2019 - 8:12 am

[…] Investasi di reksadana dapat dimulai dengan Rp 10.000 saja. Sebuah nilai investasi yang kecil, sangat cocok bagi anda yang baru belajar investasi dan investasi untuk gaji kecil. […]

Reply