Cara Membeli Reksa Dana, Ternyata Semudah Belanja Online

by Sabda Awal
cara membeli reksadana

Saya mulai membeli reksa dana bulan April 2018. Padahal saya sudah lama tahu tentang intsrumen investasi yang satu ini. Dulu pengetahuan saya masih kurang makanya selalu menunda membeli reksa dana.

Selain itu, saya memiliki pandangan yang salah tentang reksa dana (selanjutnya saya singkat RD). Saya menganggap jika membeli RD ini akan turun grade, pasalnya saya sudah lebih dulu terjun di dunia saham.

Bisa dibilang beberapa jenis RD itu produk turunan dari saham… makanya pandangan itu muncul.

Meskipun 3 tahunan ini belajar soal jenis-jenis investasi, ternyata tidak membuat saya berpikir jernih. Ini salah satu contohnya…

Sampai akhirnya… saya beli RD di bareksa April 2018 setelah belajar dan yakin untuk berinvestasi di reksa dana.

Cara membeli reksa dana sangat mudah, semudah belanja online..

Pertama, buat akun dulu..

Kedua, pilih produk…

Ketiga, transfer uang…

Selesai.. iya, cukup 3 langkah mudah ini anda sudah dapat memiliki reksa dana. Oke, mungkin langkah satu dan tiga gampang, tapi kebanyakan kita akan tersangkut pada langkah kedua yaitu memilih produk.

Sama seperti belanja online, untuk pilih produk itu harus cari informasi yang cukup. Memahami betul produk yang ditawarkan, hingga membandingkan dengan produk lainnya. Sampai akhirnya, anda memilih produk yang pasti.

Jadi, jangan ada alasan tidak membeli reksa dana untuk investasi. Caranya mudah lho.

Tentu saja, suatu saat reksa dana tersebut dapat anda jual kembali kapanpun anda mau.

Memilih Reksa Dana yang Tepat

Nah, mari kita bahas langkah kedua diatas, yaitu cara memilih produk.

Reksa dana itu banyak jenisnya, ada pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Eitss… tapi anda jangan pusing duluan soal ini. Anda tidak wajib kok memahami semua jenisnya.

Ada 3 cara dalam memilih reksa dana.

1. Menentukan Jangka Waktu dan Resiko

Mudahnya, silahkan tentukan dulu tujuan investasi dan profil resiko anda. Jangka panjang atau pendek? Berani ambil resiko atau main aman saja? Ingat, resiko berbanding dengan profit, makin tinggi profit semakin tinggi pula resikonya.

Investasi kurang dari 1 tahun, resiko rendah : reksa dana pasar uang
Investasi 1- 3 tahun, resiko sedikit diatas RD pasar uang : reksa dana pendapatan tetap
Investasi 3-5 tahun, resiko diatas RD pendapatan tetap : reksa dana campuran
Investasi diatas 5 tahun, resiko tinggi : reksa dana saham

Nah, anda mau pilih yang mana? Jika ingin memilih investasi 3-5 tahun dengan profit tinggi bisa tidak? Bisa saja! Silahkan ambil RD campuran saja, lalu memilih kinerja reksa dana yang mengembalikan return tertinggi.

Maksudnya begini…

Di dalam jenis RD campuran terdapat banyak sekali produk reksa dana. Anda tinggal pilih RD yang menghasilkan return tertinggi.

Seperti gambar dibawah ini. Saya mengumpulkan 15 daftar RD campuran dari website bareksa.com. Yang digarisbawahi adalah RD campuran dengan return tertinggi.

Reksa Dana campuran

Atau jika anda mampu menganalisa, silahkan pilih reksa dana yang potensial.

2. Mengetahui Jenis Reksa Dana

Masih dengan contoh diatas. Kita akan tetap berbicara soal Reksa Dana campuran. Anda harus tahu apa itu Reksa Dana campuran.

Reksa Dana pasar uang adalah reksa dana yang 100% dananya dikelola di instrument pasar uang yang terdiri dari tabungan, deposito, giro atau surat utang dengan tempo kurang dari 1 tahun.

Reksa Dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang diinvestasikan minimal 80% di surat utang (obligasi) dan sisanya dapat diinvestasikan di pasar uang.

Reksa Dana campuran adalah reksa dana yang diinvestasikan maksimal 79% saham, dan sisanya pada obligasi (surat utang) atau pasar uang.

Reksa Dana saham adalah reksa dana yang diinvestasikan minimal 80% di saham.

3. Mengenali Apa yang Dikelola

Mari kembali ke reksa dana campuran HPAM Flexi Plus diatas. Terlihat bahwa reksa dana ini memiliki profit yang sangat tinggi. Dalam 5 tahun hingga 72%.

Dalam setiap reksadana itu ada produk tertentu yang dikelola atau disebut sebagai portofolio. (Lihat) Kembali ke pengertiannya…

Reksa dana campuran adalah reksa dana yang diinvestasikan maksimal 79% saham, dan sisanya pada obligasi (surat utang) atau pasar uang.

Jika melihat HPAM Flexi Plus per Februari 2018, dapat dicek disini, adapun produk yang dikelola terdiri dari :

  1. Saham 84%
  2. Obligasi 6%
  3. Pasar uang 10%

Pada sumber data di bareksa, hanya diketahui saham yang dikelola yaitu WSKT, BRPT, TPIA, DOID, SSIA. Sementara itu, untuk obligasi dan pasar uang tidak ada keterangan lebih lengkap.

Oke, saya akan mengajak anda fokus ke informasi yang tersedia saja yaitu saham yang dikelola.

Anda harus tahu saham apa yang dikelola. Anda dapat langsung mengecek grafik saham-saham tersebut, salah satunya di id.investing.com.

WSKT
PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan perusahaan kontruksi BUMN.

Grafik saham WSKT 5 tahun terakhir


BRPT
PT Barito Pacific Tbk merupakan pabrik petrokimia.

Grafik saham BRPT 5 tahun terakhir.



TPIA
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk merupakan pabrik petrokimia.

Untuk SSIA dan DOID silahkan anda cek sendiri ya 😀.

Jika melihat grafik harga-harga saham yang dikelola dalam reksa dana HPAM Flexi Plus selama 5 tahun terakhir melesat sangat tinggi. Maka sangat wajar reksa dana campuran ini memberikan return yang tinggi pula.

Data diatas hanya berdasarkan grafik saja. Jika anda ingin menganalisa lebih dalam, anda dapat melihat melalui profil perusahaan (saham), laba dan utang, jumlah ekuitas, dan prospek di masa depan sebuah emiten.

Inilah yang saya maksud kenali apa yang di kelola. Produk-produk yang dikelola ini jika diibaratkan sebuah barang adalah spesifikasinya.

***
Jadi untuk memilih reksa dana ada 3 langkah yang harus anda lakukan :
  1. Menentukan jangka waktu dan resiko
  2. Mengetahui jenis reksa dana
  3. Mengenali apa yang dikelola

Bagaimana Dengan Reksa Dana Saya?

Saya membeli reksa dana baru sekali pada April lalu di bareksa.com. Ada banyak tempat untuk beli RD, bisa di perusahaan sekuritas, online shop dan lain sebagainya. Jika anda cari di google “beli reksa dana” akan banyak yang muncul. Anda bisa pilih salah satunya.

Dari awal tulisan ini saya sering menyebut bareksa. Yup, bareksa salah satu tempat membeli reksa dana. Saya bukan “antek”nya  bareksa, saya tulis murni untuk bahan tulisan saja.

Baiklah, dalam memilih reksa dana saya utamakan yang syariah. Reksa dana syariah adalah reksa dana yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Yang saya pilih reksa dana saham untuk jangka panjang, maka dari itu saya akan mencoba konsisten membeli setiap bulannya, tidak banyak hanya Rp 500.000 saja~.

Saya membeli Trim Syariah Saham. Berikut ini screenshoot portofolio tanggal 23 April 2018.

Dapat anda lihat, returnnya sudah 4%.

Mengapa saya memilih TRIM Syariah Saham ?
Alasannya sebagai berikut :

  1. Saya ingin investasi jangka panjang. Untuk jangka panjang cocok memilih reksa dana saham.
  2. Saya tahu reksa dana saham itu apa, yaitu minimal 80 % saham, 20 %-nya lagi obligas/pasar uang.
  3. Saya mengetahui produk yang dikelola, yaitu Astra International (saham), Telekomunikasi Indonesia (saham), Unilever Indonesia (saham), United Tractors (saham) dan Sukuk Negara Ritel Seri SR-008 (Obligasi)

Saya tidak membaca grafik saham yang dikelola oleh TRIM Syariah Saham (cek disini untuk mengetahui informasi reksa dana ini).

Saya punya keyakinan seperti ini…

Astra International, Telekomunikasi Indonesia, Unilever Indonesia, United Tractors adalah perusahaan besar di Indonesia. Mereka adalah perusahaan yang sudah matang dan mapan. Setiap tahun mereka mampu mencetak laba.

Astra International menggarap dibanyak bidang mulai dari kendaraan, suku cadang hingga finance.

Telkom Indonesia, setahu saya perusahaan ini  merupakan penyalur pajak terbesar di tahun ini, otomatis labanya juga besar….Di bawahnya ada Telkomsel dan Telkom yang juga merupakan perusahaan besar, selain itu manajemennya sangat baik dibandingkan BUMN lainnya.

Unilever Indonesia memproduksi barang sehari-hari yang tidak mungkin dilepaskan oleh konsumen. Jangan tanya soal omset, pasti besar.

United Tractor adalah perusahaan terbesar alat-alat berat. Bukan menjual, tapi menyewakan. Melihat pesatnya perkembangan infrastruktur di tanah air, saya yakin akan berdampak pada penghasilan United Tractor.

Sukuk Negara Ritel Seri SR-008 ini adalah surat utang negara berprinsip syariah dengan cara bagi hasil. Risiko gagal bayar/rugi hampir tidak ada di Sukuk Ritel. Karena pembayaran pokok dan imbalan Sukuk Ritel dijamin penuh oleh negara (berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2008).

Hal-hal di atas akhirnya meyakinkan saya untuk mengambil reksa dana TRIM Syariah Saham.

Cara Membeli Reksa Dana di Bareksa

Nah, cara memilih reksa dana sudah saya jelaskan diatas, kini saatnya mengetahui cara membeli reksa dana di bareksa.

Baca juga : Beli reksa dana di Ajaib mulai dari Rp 10.000

1. Kunjungi bareksa.com, lalu lakukan registrasi.
2. Isi data dengan benar, yang anda perlu siapkan adalah KTP dan nomor hp.
3. Setelah selesai daftar, anda akan dikirimi link untuk dibuka melalui smartphone dan anda melakukan tanda tangan secara elektronik.

Saya lupa-lupa ingat cara mendaftarnya, hehe jika kesulitan silahkan kontak langsung CS bareksa ya…

Pada proses registrasi ini saya dihubungi melalui email, whatsapp dan cs bareksa.

Untuk membeli reksa dana cukup mudah.
1. Pilih reksa dana yang anda pilih.
2. Klik beli.
3. Lakukan transfer.

Proses pembelian ini membutuhkan waktu. Saya beli di hari H, reksa dana baru masuk keesokan harinya. Berarti prosesnya butuh 1 hari kerja kira-kira.

Sering kali bank tujuan beli reksadana berbeda dengan bank milik saya. Untuk menghindari biaya administrasi transfer saya menggunakan aplikasi FLIP– aplikasi berizin, aman dan bebas biaya admin untuk transfer beda bank.

Anda dapat membeli reksa dana sebanyak yang anda mau. Jika ingin menjual kembali, silahkan pilih “Jual” saja. Penjualan minimal senilai Rp 100.000.

Setiap penjualan akan dikenakan biaya dalam persentase jika kepemilikan resadana sampai 12 bulan. Jika diatas 12 bulan, penjualan tidak akan dikenakan biaya. Seperti keterangan gambar di bawah ini.

Cara Membeli Reksa Dana, Ternyata Semudah Belanja Online
Ketentuan khusus penjualan sebuah reksa dana

Mencari Reksa Dana

1. Pilih menu Pilih Reksa Dana Saya

2. Masukkan indikator yang diperlukan.

Pada contoh diatas, saya memilih jenis reksa dana pendapatan tetap, periode 3 tahun dengan return diatas 15%. Lalu, klik cari.

3. Lalu, akan muncul daftar reksa dana yang sesuai dengan pencarian.

Hasil pencarian reksa dana

Hasil pencarian seperti gambar diatas. Kolom paling kanan ada tombol beli untuk membeli reksa dana. Anda juga dapat mengklik setiap reksa dana untuk melihat propektusnya masing-masing.

4. Melihat lebih detail, silahkan klik salah satu reksa dana yang muncul. Saya mencoba memilih MNC Dana Syariah, maka akan menampilkan data seperti gambar dibawah ini.

Data MNC Dana Syariah

5. Jika anda sudah menentukan pilihan, pilih “Beli”, lalu lakukan transfer dengan metode pembayaran yang tersedia.

Sangat mirip dengan belanja online bukan?

 ***

Saya kira sampai disini saja ulasan saya tentang reksa dana. Cara membeli reksadana sangat mudah, jadi kapan anda akan memulainya?

Jika anda masih khawatir dan kesulitan investasi reksa dana, silahkan coba yang lebih mudah yaitu investasi emas.

Selamat berinvestasi 😀

Jangan lupa tinggalkan komentar dan masukan jika ada kesalahan pada tulisan ini.

source image : screenshoot dari bareksa.com.

Related Posts

Leave a Comment

63 comments

Murni Rosa May 6, 2018 - 2:56 pm

Sama, saya juga di sana, Mas Sabda. 🙂

Reply
Anesa nisa May 7, 2018 - 10:22 pm

Waahh ada lagi bareksa, ya. Selama ini aku cuman tau Ipotfund, tapi ga tau gimana bacanya. Ampun dahh udah 5 bulan ketunda lagiiii buat RD 🙁 Btw, tengkyu infonya, lho!

Reply
Djangkaru Bumi May 8, 2018 - 2:56 pm

Ada reksadana saham juga ternyata. Wah jadi ingin beli nih.

Reply
Ahmad Zaelani May 9, 2018 - 1:07 am

Jadi kalau saya cerna menurut pemikiran orang awam seperti saya, mungkin kita kaya nanam modal disebuah perusahaan, kalau kasarnya minjemin duit ke orang buat dipakai usaha lagi,,, gitu kan yah ?

mungkin bedanya antara syariah dan tidak syariah itu dari hasilnya kali yah,

Reply
Sulis May 9, 2018 - 1:07 am

Sepakat sama bunda erysha..serasa jd mahasiswi FE.. makasih ilmunya

Reply
Firda Winandini May 9, 2018 - 10:42 am

wah nambah ilmu baru nih tentang reksa dana, hehe hebat nih mas investasinya dimana2 😀

Reply
ramadani idaham May 9, 2018 - 1:23 pm

Berat ilmunya, gua bacanya sambil mikir jorok agar nggak bisa hehe, trims ilmunya bro hehe

Reply
Kholidin Alian May 9, 2018 - 1:23 pm

Belum berani terjun ke dunia itu. Masih ada rasa takut khawatir

Reply
himawan sant May 13, 2018 - 5:18 am

Sebenarnya dari dulu udah tertarik pengin nyobain RD tapi karena minim pengarahan cara2nya gimana … sampai sekarang ngga pernah terlaksana.

Reply
Victor Martin May 13, 2018 - 5:18 am

menarik juga,, tapi msh khawatir maen begituan

Reply
Nurul Sufitri May 13, 2018 - 10:18 am

Saya dulu penah sedikit2 belajar tentang reksa dana tapi ga direalisasikan dan tampaknya ga semudah itu 🙁 Agak kurang mudeng saya nih kudu baca berulang kali, mungkin minatnya belum ke sana 🙂 Thanks anyway ya 🙂

Reply
Tira Soekardi May 13, 2018 - 10:17 pm

makasih sharingnya mas,lengkap dan informatif

Reply
Darwin May 14, 2018 - 10:21 pm

terimakasih tipsnya mas, lain kali share yang tips dan trik trading crypto mas, saya main di crypto, masih belajar

Reply
indra hidayat May 15, 2018 - 7:24 am

kalau rajin dan ulet pasti akan menghasilkan.

Reply
Ikrom Zayn May 15, 2018 - 7:24 am

kata temenku Reksa dana jenis ini emang jauh lebih aman dibanding saham yang memiliki tingkat fluktuasi lebih tinggi. Jadi, bakal dapat keuntungan dari tingkat suku bunga yang dipertahankan di level tinggi oleh Bank Indonesia (BI).

Reply
Agung Rangga May 15, 2018 - 10:42 am

Wah, kebetulan sekali mas, baru minggu lalu saya mencoba beli reksadana di Bareksa ini. Kebetulan tipe resiko saya moderat, jadi pilih yang jenis Reksadana campuran.
Lumayan buat belajar menabung dan investasi.

Reply
Ummi Hani May 15, 2018 - 10:35 pm

Kelas berat bro, alhamdulillah dunia blog penuh kejutan yang rasanya tak mungkin diketahui eh nemu di blog ini

Reply
Dian Restu Agustina May 16, 2018 - 1:27 am

RD memang layak dicoba, karena ternyata enggak susah enggak seperti bayangan saya yang ribet dan njelimet.

Thanks paparannya Mas…mau coba juga ah

Reply
Hans May 16, 2018 - 8:08 pm

Teman saya di kantor juga belinya di Bareksa, hehe.
Kalo saya belum nyobain sih mas.
Pengen banget sih, cuma selalu aja banyak mikirnya :))

Reply
adin dilla May 17, 2018 - 5:10 am

Karena enggak ngikutin soal reksa dana, jadi masih bingung cara kerjanya. Terima kasih informasinya.

Reply
Anis Khoir May 17, 2018 - 8:05 am

Sempat dijelaskan teman tentang reksadana tapi belum paham juga
Biar paham perlu langsung praktek ya..

Reply
Ainun May 17, 2018 - 3:42 pm

yes aku juga invest di RD nih, tp ga pakai cara online, tapi lewat bank mandiri

Reply
cendekia channel1 May 18, 2018 - 3:23 am

High risk high return ya mas.namun jelas sbg awam saya pun akan pilih unilever krn prtimbangan eksistensinya. Boleh juga nih ada pilihan syariah-nya

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:20 pm

Kalau investasi bukan soal ekonomi sih mbak, eheh tapi finansial, yahh paling ga pernah denger, nanti2 belajarnya

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:23 pm

Bukan, RD itu mengelola dana ke produk-produk investasi, seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Syariah atau tidak syariah bedanya ada pada apa yang dikelola (produk syariah atua non syariah)

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:25 pm

untuk memulai reksadana, tentukan saja dulu tujuan investasi dan jangka waktunya, baru akan mudah memilih jenis RD apa yang sesuai.

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:25 pm

untuk memulai reksadana, tentukan saja dulu tujuan investasi dan jangka waktunya, baru akan mudah memilih jenis RD apa yang sesuai.

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:26 pm

Benar, dibandingkan dengan saham, resiko RD lebih rendah begitu juga dengan profitnya

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:26 pm

Wahh selamat ya, sudah memulai investasi.

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:27 pm

Terimakasih mba

Reply
Sabda Awal's Blog May 20, 2018 - 10:27 pm

untuk memulai reksadana, tentukan saja dulu tujuan investasi dan jangka waktunya, baru akan mudah memilih jenis RD apa yang sesuai.

Nyatanya jika dilakukan step by step akan lebih mudah

Reply
Reyne Raea May 21, 2018 - 3:40 am

Membaca tulisan ini saya jadi termenung, entah saya harus berduka atau bahagia mengapa dulu gak kuliah di bidang bahas-bahas duit gini.
Ampuunn deh, panas otak bacanya, kagak ngerti hahaha..

Tapi terus terang, saya sangat tertarik dengan hal-hal yang membahas tentang keuangan, meskipun berkali-kali baca malah bikin semakin pusing kepala huhuhu..

Saya dulu kerja di kontraktor juga selalu berhubungan dengan keuangan, karena harus merencanakan biaya.
Rencanain biaya sih mudaaahh, kontrol biaya juga mudah..
Tapi kalau sudah harus disingkronkan sama akunting, pengen jedotin kepala rasanya hahaha *curcol.

Btw, saya bookmark aja dulu deh tulisan ini, sudah lama pengen tau reksa dana, tapi gak ngerti-ngerti.
Dan tulisan mas Sabda ini lengkaaapppp banget, namun harus di baca ulang dan perlahan biar otak lelet hitung-hitungan saya konek hihihi

Reply
himawan sant May 22, 2018 - 11:08 am

Terimakasih sarannya,mas.
Akan coba kuikuti.

Reply
Sabda Awal's Blog June 4, 2018 - 9:28 pm

pelan-pelan aja mbak belajar produk investasi. Kalau soal finansial saya rasa semua orang wajib tau karena investasi sektor non riil memang akan mengarah kemari.

Reply
Riski Saputra September 5, 2018 - 9:29 am

Bisa dibuatkan simulasi estimasi keuntungan yang didapatkan jika investasi direksadana saham dengan flat investasi 500ribu perbulan?

Reply
Wulan Ageng Riyani September 13, 2018 - 9:35 am

makasih ya udah mau share ilmu dan pengalaman

Reply
Sabda Awal's Blog September 24, 2018 - 2:56 pm

Investasi 500k/bulan, estimasi profit 10%, jangka waktu 60 bulan.

Hasilnya menjari Rp 39.534.391,76

Simulasi keuntungan bisa coba di https://www.bareksa.com/id/financial/investment_calc

Reply
Adhistya Febriani November 13, 2018 - 3:43 pm

Mas Sabda, simple but nice article nya. Ada pengalaman yg bisa di review nggak mas kalai subscribe reksadana via eCommerce? Lagi gencar nih akhir2 ino, apalagi tokped..

Reply
Yani December 12, 2018 - 9:03 am

Saya cuma invest di Reksadana syariah milik PayTren Aset Manajemen, next pengennya sih invest RD di Bukareksa juga, kerjasama antara Buka lapak dan bareksa 🙂

Reply
SARIF HIDAYAT January 15, 2019 - 2:51 am

Josssss, powerfull

Reply
Elin DS February 17, 2019 - 6:44 am

Dulu sudah mau beli, tapi tidak jadi. Akhir-akhir ini tertarik ingin beli lagi. Terima kasih infonya…:)

Reply
Maya Novita Sari February 23, 2019 - 9:00 am

sama. aq jg uda bbrp tahun belakangan ini cari-cari info ttg investasi salahsatunya RD tapi info yang saya dapat kurang greget.. sampai akhirnya menemukan blog ini. slain menginspirasi secara tidak langsung jg memotivasi apalagi komenan kita sering mendapat respon baik. jadi tidak khawatir untuk mencoba.. kalaupun dipertengahan jalan saya mendapatkan kendala.. saya positif thingking melalui blog ini baik dari tulisannya ataupun komenan sy berupa pertanyaan bisa di respon baik n saya berharap bisa mendapatkan pencerahan… now saya sedang mendaftar reksadana tinggal menunggu konfirmasi dr bareksa (saya pilih bareksa ngikuti blog mas sabda biar mempermudah saya memahami RD).. apakah saya tau selanjutnya hrus ngapain? yah saya masih dalam kondisi bingung juga tapi tetap optimis dan saya ingin mencoba… smoga mas sabda bisa terus memberikan pengarahan untuk kami yang awam ini. untuk saat ini hanya doa terbaik yang bisa kami haturkan sebagai ucapkan trimakasih. 🙂

Reply
Sabda Awal's Blog February 23, 2019 - 9:07 am

setelah akun jadi, pilih rdn nya mbak, mau beli yang mana disesuaikan dengan jangka waktu investasi dan keberanian ambil resiko.

untuk sementara saya tidak menulis rdn dulu, insyaAllah tahun depan, karena di rdn ini saya masih banyak perlu belajar

Reply
Anonymous March 4, 2019 - 2:35 am

Mas, sy punya akun di bareksa dan juga mandiri investasi/moinves. Nah saya baru tau saat beli produk reksadana pasar uang di mandiri dan reksadana saham di bareksa, itu ternyata nomor CIF di bareksa dan mandiri berbeda. Emang nomor CIF itu beda ya di tiap tempat jual produk reksadana?

Soory kalo pake anonim hehe

Reply
Made Gelgel March 25, 2019 - 1:15 am

saya rencana mau di bukalapak, apakah performa bagus seperti yang ini bang?

Reply
Sabda Awal's Blog March 25, 2019 - 1:16 am

dimanapun belinya sama aja, yang penting bisa memilih produk saja

Reply
Sabda Awal's Blog March 25, 2019 - 1:17 am

saya kurang tahu soal itu, maf ya

Reply
Sabda Awal's Blog March 25, 2019 - 1:18 am

seperti bukalapak dan toped, mereka menjual rdn, lain kesempatan saya akan coba review kalau udah saya coba ya

Reply
Demo Trading Saham Gratis Dengan Modal Virtual Rp 100.000.000 - BlogSabda.com April 26, 2019 - 8:16 pm

[…] Investasi Reksadana […]

Reply
Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan? Begini Plus Minusnya - BlogSabda.com May 4, 2019 - 10:16 am

[…] Saya yang sebelumnya sudah trading saham, menjadi sedikit banyak tahu soal reksadana. […]

Reply
Inilah 4 Kesalahan Finansial Yang Saya Lakukan, Apakah Anda Juga? - BlogSabda.com May 5, 2019 - 8:35 am

[…] Anda dapat melakukan investasi sendiri dibanyak pilihan instrumen investasi seperti saham, reksadana, atau sekedar menjaga nilai uang dari gerusan inflasi melalui emas, bahkan memperoleh passive […]

Reply
Pilihan Investasi Terbaik Untuk Rp 5 Juta Pertama Anda - BlogSabda.com May 5, 2019 - 8:51 am

[…] berbeda dengan kondisi saya sekarang. Investasi saya semakin beragam. Mulai dari saham, reksadana, emas,  dan P2P Lending […]

Reply
Solusi Mudah Budgeting dan Mencatat Pengeluaran Bagi yang Kesulitan atau Pemalas - BlogSabda.com May 5, 2019 - 9:12 am

[…] investasi pun cukup banyak, bisa properti, emas, saham, reksadana, sukuk ritel dan […]

Reply
5 Saran Finansial Untuk Anda Yang Baru Bekerja - BlogSabda.com May 5, 2019 - 10:06 am

[…] banyak jenis instrumen investasi yang bisa anda lakukan, bisa itu tanah, rumah, properti, saham, reksadana, emas, atau P2P Lending. Perlu saya tegaskan, bahwa investasi itu tidak perlu modal besar, bahkan […]

Reply
Ajust May 23, 2019 - 7:12 pm

Ulas soal plus minus RD mandiri sekuritas dong

Reply
Sabda Awal May 24, 2019 - 8:05 am

baik, nanti jika ada kesempatan akan saya ulas

Reply
Alessa July 22, 2019 - 9:14 am

kak, kalau mau beli SBR dri kemenkeu itu kudu pakai NPWP ndak sii? aku masih mahasiswa, tpi lgi demen demennya belajar inves, mau beli SBR007 tpi msih kurang paham sama prosedurnya:”)

Reply
Sabda Awal July 22, 2019 - 8:28 pm

npwp terkandung sama mitra distributornya mbak, coba deh hub yang jual SBR, mereka kasih kewajiban npwp ato ga

Reply
Inilah 4 Cara Membeli Reksadana, Dimana Saja? - BlogSabda.com November 21, 2019 - 8:12 am

[…] Untuk ulasan tata cara registrasi, pembelian, dan jual reksadana di Bareksa saya sudah menuliskannya pada beli reksadana semudah belanja online. […]

Reply
Opi Melati Utami January 23, 2020 - 3:31 pm

kak, kan belinya konsisten tuh 500K per bulan. itu di wadah yang sama atau beda2? makasih

Reply
Sabda Awal January 23, 2020 - 3:51 pm

saya beli di reksadana yang sama.

Reply
Ristra February 11, 2020 - 9:14 pm

Wah, kagum banget sama Mas Sabda yang bisa konsisten nyisihin Rp500.000/bulan (di tahun itu) buat berinvestasi! Kira-kira ada cool tip yang bisa dibagi nggak nih, seputar cara menyisihkan pendapatan untuk berinvestasi buat pemula? Soalnya saya sering banget curi-curi alokasi budget buat belanja reksa dana demi memuaskan dahaga shopping skinker, ehehehe.
Anyway, nice blog, Mas! Salam kenal dari pembaca baru 🙂

Reply
Sabda Awal February 12, 2020 - 12:53 pm

kalau alokasi investasi memang saya udah komit mbak, dan selalu konsisten invest di awal jadi ga bakalan terpengaruhi sama keinginan ini dan itu.

untuk budgeting bisa mampir kemari https://blogsabda.com/cara-mudah-budgeting-mencatat-pengeluaran-keuangan/

Reply