8 Daftar Peer to Peer Lending Syariah yang Terdaftar di OJK

by Sabda Awal
Peer to Peer Lending Syariah Terdaftar di OJK

Berikut ini merupakan daftar peer to peer lending syariah yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Daftarnya saya ambil melalui OJK langsung disini. Saya akan senantiasa memperbaharui jika ada peer to peer lending syariah yang baru.

Saya mengurutkan berdasarkan yang duluan terdaftar di OJK. Beberapa p2p lending ini bahkan sudah diawasi oleh Dewan Syariah Nasional.

Selain itu, saya juga turut menyertakan nilai TKB 90 per September 2019. TKB 90 merupakan indikator yang cukup penting sebagai pertimbangan dalam berinvestasi pada sebuah fintek p2p lending.

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara fintech-peer-to-peer (P2P) lending dalam menfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai dengan 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.

Antara peer to peer lending syariah dan konvensional dapat dibedakan melalui akad yang digunakan. Pada umumnya akad yang dipakai adalah :

  1. Murabaha
  2. Mudharabah
  3. Wakalah bil ujrah
  4. Musyarakah

Perlu saya tegaskan bahwa investasi ini beresiko. Terutama apabila penerima dana gagal bayar. Jika anda belum bisa memaklumi kerugian, alangkah baiknya memilih deposito syariah saja yang memberikan keuntungan tetap.

Berikut ini adalah 8 daftar peer to peer lending syariah Indonesia yang sudah terdaftar di OJK.

1. Investree

Investree berstatus syariah dan konvensional secara bersamaan. Jika anda mengunjungi situsnya di www.investree.id tidak ada perbedaan antara syariah dan konvensional pada halaman awal situs.

Anda hanya dapat melihat “syariah”-nya setelah mendaftar dan melakukan pendanaan. Pendanaan syariah akan ditandai dengan label syariah seperti gambar dibawah ini.

Pendanaan syariah memiliki label khusus, seperti pada tanda panah

Mengutip dari websitenya “Investree telah memperoleh Surat Rekomendasi Penunjukan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) melalui Surat Nomor U-492/DSN-MUI/VIII/2017.”

  1. Minimum pendanaan senilai Rp 1.000.000
  2. TKB 90 : 98,8% (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Al Qardh dan Wakalah Bil Ujrah

2. Ammana

Ammana adalah sebuah perusahaan teknologi financial (fintek) yang fokus pada permodalan usaha kecil, menengah dengan prinsip syariah.

Untuk registrasi dan pendanaan hanya tersedia melalui aplikasi google play store atau apple store. Sementara untuk informasi Ammana dapat diperoleh melalui Ammana.id.

ammana fintek syariah
Ammana Fintek Syariah pada google play store

Selain pendanaan (investasi), Ammana juga membuka program infak dan wakaf. Saya sendiri pernah berinvestasi di p2p lending ini yang sudah saya ulas di pengalaman investasi di Ammana Fintek Syariah.

  1. Minimum pendanaan senilai Rp 50.000
  2. TKB 90 : 82,09% (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Musyarakah dan Mudharabah

3. Danasyariah

Pada halaman awal website Danasyariah anda akan langsung disambut dengan The Real Hijrah, Investasi Halal. Selain sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, Dana Syariah juga telah didampingi oleh Dewan Penasehat Syariah (MUI).

Jika saya amati dari pendanaan yang ada, Danasyariah bergerak dibidang properti. Nilai bagi hasil up to 20% per tahun dengan profit akan dikirim setiap bulan ke rekening investor. Sementara, uang pokok milik investor akan dikembalikan saat tenor berakhir.

Pertama kali saya mengunjungi situs ini saat membuat artikel ini dan langsung tertarik untuk mendaftar. Tapi keinginan tersebut saya tahan karena sedang fokus ke p2p lending lain, hehe.

  1. Minimum pendanaan senilai Rp 1.000.000
  2. TKB 90 : 100 % (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Murabahah

4. Danakoo

Dengan mendaftar di Danakoo Syariah anda dapat menjadi pemberi dana dan penerima dana. Artinya seluruh pembiayaan dalam situs ini adalah pembiyaan personal dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Membeli kendaraan
  2. Membeli barang
  3. Renovasi rumah
  4. Keperluan keluarga
  5. Membayar uang sekolah
  6. Membayar rumah sakit Umroh

Uniknya setiap pembiayaan tidak menggunakan agunan, melainkan melakukan potongan gaji dari perusahaan tempat penerima dana bekerja. Adapun resiko yang dihadapi investor adalah jika penerima dana berhenti bekerja.

Cicilan pokok dan hasil bagi hasil akan dibayar perbulan dikirim ke rekening bank investor.

  1. Minimum pendanaan senilai Rp 500.000
  2. TKB 90 : 100% (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Murabahah dan Ijarah Multijasa

5. Alamisharia

Bertagline #HijrahFinansial bersama Alami, tidak hanya sebatas terdaftar di OJK saja, peer to peer syariah ini proses operasionalnya juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Adapun para penerima dana adalah usaha kecil menengah. Untuk melihat daftar penerima dana anda harus melakukan registrasi terlebih dahulu di websime Alami. Tenor pembiayaan 1 sampai dengan 6 bulan.

  1. Minimum pendanaan senilai –
  2. TKB 90 : 100% (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Wakalah bil Ujrah

6. Syarfi

Semua transaksi di Syarfi menjujung tinggi prinsip-prinsip Islam dan diawasi oleh Dewan Penasihat Syariah. Ada 4 jenis pembiayaan di dalam peer to peer lending syariah ini, yaitu :

  1. Pembiayaan barang
  2. Pembiayaan jasa
  3. Pembiayaan usaha
  4. Pembiayaan sosial

Pengembalian cicilan pokok dan pembagian margin akan dilakukan setiap bulan. Biaya sebesar 1% hanya akan dikenakan setiap Anda menerima pengembalian pokok dana setiap bulan.

  1. Minimum pendanaan senilai Rp 1.000.000
  2. TKB 90 : N/A (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Murabahah dan Ijarah

7. Qazwa.id

Pertama kali anda akan disambut di beranda situs qazwa.id dengan “Platform Pembiayaan Syariah Online #JadiManfaat melalui Pembiayaan Syariah bebas riba dan dapatkan keuntungan hingga 24%/pa”. Telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional MUI.

Kerjasama usaha antara Pemberi Pembiayaan dan Penerima Pembiayaan dilakukan berdasarkan akad Syariah. Pemberi Pembiayaan merupakan pemilik modal yang menyerahkan uang kepada Qazwa untuk digunakan sebagai modal usaha Penerima Pembiayaan.

peer to peer lending syariah qazwa

Penerima Pembiayaan berkewajiban mengelola modal melalui usaha yang telah disepakati. Bisnis usaha Penerima Pembiayaan melingkupi jenis industri bisnis yang tidak bertentangan dengan nilai Syariah.

  1. Minimum pendanaan senilai Rp 100.000
  2. TKB 90 : 100% (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Mudharabah dan Murabahah

8. Bsalam

Bsalam merupakan portal peer to peer lending syariah yang fokus kepada industri pariwisata halal terutama umroh. Bagi saya p2p lending ini cukup unik. Anda dapat memperoleh informasi lengkap di Bsalam.id.

Adapun cara kerjanya adalah Bsalam mempertemukan antara investor/pemberi dana dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) dan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus). Adapun resiko yang akan dihadapi oleh para investor adalah saat Penerima Pembiayaan mengalami kegagalan dalam usaha pemberangkatannya atau mengalami kebangkrutan.

peer to peer lending syariah Bsalam

Pengembalian pokok dan margin akan dilakukan saat tenor berakhir. Imbal hasil yang mungkin didapat hingga 18% / tahun.

  1. Minimum pendanaan senilai Rp 3.000.000
  2. TKB 90 : 100% (per September 2019)
  3. Akad yang digunakan Musyarakah

Penutup

Ada banyak peer to peer lending syariah yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Anda dapat memilih beberapa dari daftar diatas untuk memperoleh passive income.

Saya sendiri masih berinvestasi di peer to peer lending. Dulu, saya sempat berinvestasi di Amartha yang memberikan profit Rp 1 juta/bulan, namun saya hentikan karena tidak syariah lagi.

Sementara itu, saya juga masih berinvestasi di Ammana. Tapi tidak pernah top up lagi karena lebih memilih berinvestasi di Tanijoy.

Tanijoy adalah peer to peer lending syariah yang bergerak di bidang pertanian. Saya mulai berinvestasi disini sejak bulan September 2019. Tanijoy tidak saya masukkan pada tulisan ini karena belum terdaftar di OJK.

Nah, demikianlah ulasan saya tenang p2p lending syariah Indonesia yang terdaftar di OJK. Jika ditanya mana p2p lending syariah terbaik? Saya tidak tahu. Karena masing-masing fintek bergerak dibidang dan memiliki managemen resiko yang berbeda.

Selamat berinvestasi.

Hello Finance, Make it Fun!

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Comment

34 comments

Aizeindra Yoga October 7, 2019 - 3:55 pm

wah wah, banyak ternyata pendanaan syariah ya, aku bookmark dulu deh, tertarik ama danakoo, nanti aku cari tau lagi, tapi masih pelajari juga akad pendanaan ini,

Reply
Sabda Awal October 7, 2019 - 8:34 pm

silahkan bg, registrasi dulu, belajar akad yang digunakan

Reply
Djangkaru Bumi October 7, 2019 - 8:08 pm

Kalau saya merasa lebih nyaman dengan deposito saja.
Masih belum siap menerima kerugian.Kalau ketemu peminjam yang bertanggung jawab, pastinya menyenangkan. Kalau gagal bayar, ngeneslah.

Reply
Sabda Awal October 7, 2019 - 8:35 pm

memang benar mas, sebaiknya memilih deposito jika belum bisa memaklumi kerugian

Reply
Ridsal October 7, 2019 - 10:32 pm

Banyak pilihannya, tinggalin sesuai akad dan kemampuan nih..

Reply
Hastira October 8, 2019 - 2:52 am

makasih infonya, perlu banyak pertimbangan dulu ya

Reply
Reyne Raea October 8, 2019 - 4:13 am

Oemjii saya dong baru pernah dengar dana syariah saja, lainnya suer baru tahu di sini.
Yang syariah ini nih yang selalu dicari, biar lebih tenang, ternyata banyak banget ya.
Kudu di bookmark deh, sambil dipelajari yang mana yang lebih bagus buat dijadikan investasi 🙂

Reply
Sabda Awal October 8, 2019 - 7:31 am

silahkan mbak dipelajari pelan-pelan, untuk memilih yang terbaik

Reply
aan widi October 8, 2019 - 10:20 am

masif juga perkembangan teknologi finansial syariah, jadi banyak pilihan

Reply
Agustina Purwantini October 9, 2019 - 11:05 am

kudet saya, baru tahu semuanya …ternyata banyak juga produk keuangan syariah sekarang ya …

Reply
thya October 9, 2019 - 10:17 pm

wow banyak juga ya p2p syariah..
kalau aku belum siap sama kerugian, jadi fokus invest emas aja.. deposito jugaa dan nabung2 biasaa di flexi saver nya jenius. hehe

Reply
Sabda Awal October 10, 2019 - 7:46 am

siyaaap mbakkk kuuu

Reply
Rezky Pratama October 10, 2019 - 3:10 pm

Ati2 jangan sampai kelilit

Reply
Mugniar October 10, 2019 - 6:09 pm

Saya pernah menghadiri talk show Crowde, peer to peer lending, tapi di dalamnya ada konvensional dan syariah. Sudah pernah nyobainkah, Bang Sabda?

Saya pernah tulis di

https://www.mugniar.com/2018/09/mewujudkan-ekosistem-berkelanjutan-pertanian-indonesia-bersama-crowde.html

Bagi pengalamnya dong kalau sudah pernah (utk syariahnya)

Reply
Sabda Awal October 11, 2019 - 11:38 am

belum pernah mbak, baru kali ini dengar yang crowde. kapan2 kalau saya udah coba akan sya ulas

Reply
Mugniar October 10, 2019 - 6:12 pm

Mohon maaf, link saya tadi koq hidup saya. Mohon maaf ya, dimatikan link-nya kalo mengganggu, ya Bang Sabda. Saya pengen tahu pengalamannya.

Reply
Sabda Awal October 11, 2019 - 11:39 am

gpp mbak, it is okay

Reply
Bang Day October 10, 2019 - 9:41 pm

Ternyata yang menggunakan asas or “label” syariah udah banyak juga yah. Menariknya lagi investasi mulai dari 50rb pun ada.

Reply
Rini Novita Sari October 12, 2019 - 9:43 am

wah wah wahh banyak banget ternyata pendanaan syariah gini ya… makin pusing, mau pelajarin dulu nyari yang paling menarik, hehe

mkasih mas sabda artieklnya slalu mencerahkan …

Reply
Sabda Awal October 13, 2019 - 7:26 pm

sama2 mbak, semoga membantu ya

Reply
Andrie Kristianto October 14, 2019 - 7:58 am

Wahhh daftarnya ternyata banyak banget ya mas, jadi bingung mau invest dmana

Reply
Lasmicika October 14, 2019 - 10:12 am

Banyak juga produk investasi syariah ya. Kalo saya investasinya masih di sewa properti. Seiring perkembangan zaman, pengetahuan tentang investasi memang harus di-upgrade sih. Belajar banyak dari sini.

Reply
Sabda Awal October 14, 2019 - 10:38 am

wah sudah punya sewa properti, keren mbak. saya juga pengen suatu saat bisnis sewa properti.

Reply
febridwicahya October 14, 2019 - 10:22 pm

Ampooooon, saya masih belom ngerti pendanaan ._.

Pengetahuan akan finance saya sepertinya amatlah kurang wgwgw

Reply
Fiscus Wannabe October 15, 2019 - 5:01 pm

Daftar yang di web OJK itu diurut berdasarkan apa ya?

Reply
Sabda Awal October 15, 2019 - 9:49 pm

Diurutkan berdasarkan yang sudah memiliki izin dan terdaftar serta sesuai dengan tanggal terdaftarnya mas

Reply
niklosebelas October 16, 2019 - 8:58 am

Sekarang udah gampang banget buat investasi ya, apalagi udah ada yang Syariah bisa tenang hati dan pikiran. Tinggal pintar-pintar pilih platformnya aja

Reply
farid nugroho November 1, 2019 - 2:59 pm

Masih yang belum paham tentang bedanya keuangan syariah dan konvensional. Sudah seharusnya unit-unit bisnis yang demikian juga melakukan edukasi tentang keuangan syariah. Kalau hanya “menjual” mudah dan murah, sepertinya masyarakat masih memilih yang konvensional.

Reply
Priagung November 16, 2019 - 8:45 am

Mas sabda, sangat menarik yg mas informasikan Disni, sebenarnya saya PGN cari teman2 dengan misi yg sama (fintech) yg bisa saling sharing ilmu
Ada rekomendasi mas?

Reply
Sabda Awal November 17, 2019 - 5:55 pm

rekomendasi apa nih mas?

Reply
Ari Alfianto November 23, 2019 - 6:54 pm

Minta tolong diulas terkait P2P Igrow dunk Mas. Sebatas yg saya baca, Igrow juga syariah, walaupun nggak pakai embel2x syariah

Reply
Sabda Awal November 24, 2019 - 10:02 am

Baik mas, saya akan review setelah saya coba ya

Reply
Bemby Pahlevi November 30, 2019 - 7:19 pm

Pak sabda mau tnya gmn bisa lihat / dapet info jika di p2p tersebut sudah tidak syariah lagi. Lalu bagaimana dgn pengawasan dewan syariah indonesia terhadap operasional fintech syariah tersebut

Reply
Sabda Awal December 1, 2019 - 10:24 am

bisa langsung cek di website OJK Pak melalui link ini Dfatar P2P Lending di OJK
Tks

Reply