3 Jenis Investasi yang Cocok Untuk Milenial Sebagai Investor Pemula

by Sabda Awal
jenis investasi yang cocok untuk milenial

Memilih investasi yang cocok untuk milenial memang agak tricky. Pasalnya milenial masih muda, baru mulai bekerja, dan masih buta dengan dunia investasi.

Oke, mungkin anda sudah siap untuk berinvestasi, tapi uangnya siap tidak?

Lagi-lagi karena banyak milenial yang masih susah mengatur keuangan. Gaji yang tiap bulan diterima hilang entah kemana. Seperti hilang secara ghaib.

Milineal : Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Wikipedia

Berdasarkan pengertian diatas, apakah anda termasuk milenial?

Mari kita anggap bahwa batas atas kelahiran generasi milenial tahun 1996,- berarti umur 23-24 tahun. Sebuah rentang usia yang umumnya baru memasuki dunia kerja.

Saya sebagai penulis artikel ini adalah seorang milenial, jadi paham betul apa yang dihadapi para milenial ketika memilih produk investasi. Sayangnya kita agak berbeda sedikit yaitu pengetahuan finansial saya lebih baik dari anda. *disorakin.

Investasi untuk terus tumbuh

Sebagai generasi milenial yang baik saya akan bantu memberikan rekomendasi kepada anda yang masih galau memilih instrumen investasi.

Tapi, sebelum itu alangkah baiknya anda memahami diri sendiri sebagai seorang milenial. Dengan paham kesulitan yang dihadapai, maka anda tahu jalan mana yang akan diambil.

Kendala yang Bikin Milenial Susah Berinvestasi

Ada banyak hal yang membuat generasi milenial susah investasi. Beruntungnya tidak dengan saya. Tahun pertama bekerja saya menabung dan berhasil membeli sebidang tanah di kampung. Gaji saya ditahun 2013 sekitar 4-5 juta per bulan.

Tunggu.

Ini bukan soal besaran gaji yang saya terima, melainkan karena saya sadar sejak dini bahwa harus menabung, harus berinvestasi. Boleh hedon, tapi dengan alokasi yang sudah ada.

Sampai akhirnya, tahun 2017 saya mulai menulis tentang finansial. Keseluruhan pengalaman finansial dan investasi saya bagikan di blog ini.

Makanya saya berani merekomendasikan investasi yang bagus untuk anda sebagai milenial sekaligus investor pemula.

Saya paham ada penghalang yang dihadapi milenial dalam berinvestasi. Saya sudah rangkum 5 poin dibawah ini. Sebaiknya anda baca, agar benar-benar paham di nomor berapa yang anda hadapi.

1. Efek gaji pertama

Bagi anda yang baru kerja saya mengerti gimana rasanya bisa menghasilkan duit sendiri. Dulu sewaktu saya mulai kerja juga senangnya bukan main. Bahkan gaji pertama saya habiskan untuk kasih ke orangtua, beli gadget dan makan bersama keluarga.

Namanya juga gaji pertama, pasti spesial kan?

Tapi sayangnya, banyak orang menghilangkan logikanya. Gajian berikutnya pun tetap dianggap “gaji pertama”, seolah-olah efek gaji pertama itu tidak berhenti dan terus berlanjut sampai seterusnya.

Kan bahaya!

2. Belum tahu cara budgeting

Baru pertama kali pegang uang sendiri, jelas ini jadi pengalaman pertama memanage uang yang sebenarnya. Bikin alokasi dan besarannya tak paham sama sekali.

Seluruh gaji masuk dalam satu rekening saja sebagai tempat masuk dan keluarnya uang sampai tidak tahu mana yang untuk makan, transportasi, tabungan, investasi, hang out dan seterusnya. Seluruh keperluan dalam 1 rekening yang sama ujung-ujungnya bencana.

Padahal bikin alokasi itu gampang lho, anda bisa pakai besaran persentase saja.

Misal.

70% pengeluaran (cost living), 20% entertaintment, 10% investasi/tabungan.

Iya memang benar sesimpel contoh diatas. Tapi ingat, alokasi investasi/tabungan langsung dipindahkan ke wadah investasi atau rekening yang berbeda (jika tabungan).

Lebih jauh anda dapat belajar membuat alokasi penghasilan melalui artikel cara mudah membuat budgeting.

3. Buruknya kendali diri

Apakah anda termasuk orang yang belanja selama uang di rekening masih ada? Bahkan tidak peduli barang itu benar-benar perlu atau tidak. Belanja terooss, dengan prinsip “selagi pengen, selagi uang masih ada, kenapa ngga?

Belanja terus

Jika anda susah kontrol diri, solusinya adalah memindahkan alokasi investasi ke tempat yang sulit diambil, misal membeli emas, reksa dana atau deposito.

Boleh beli ini-itu. Tidak masalah.

Asal alokasi investasi atau tabungan diselamatkan terlebih dahulu.

4. Investasi bukan prioritas

Saya yakin semua orang beranggapan bahwa investasi adalah penting, tapi tidak semua orang meletakkan investasi sebagai prioritas.

Buktinya, masih ada yang berpikir, “Ah, saya kan masih muda. Investasi bisa kapan-kapan saja”.

Pikiran seperti ini sudah menunjukkan bahwa investasi belum dianggap penting. Padahal kalau ngomongin fakta, justru saat masih mudahlah investasi harus dibiasakan.

Selain bisa jadi good habit, dimasa depan investasi ini akan berguna mencapai tujuan finansial anda.

5. Gaji masih belum cukup

Ada kalanya kerja sebagai fresh graduated masih mendapatkan gaji minimal. Tapi seminim-minimnya gaji pasti sesuai dengan UMR.

uang pas-pasan

Besaran gaji ini disesuaikan dengan biaya hidup di kota tersebut. Oke, gaji bisa untuk biaya hidup, bagaimana dengan biaya lain-lain? Misal, harus mengirimkan uang ke keluarga di kampung, bayar uang sekolah adik-adik, lunasi hutang keluarga dan seterusnya.

Kalau gaji tidak cukup, otomatis tidak bisa investasi. Maka fokuslah menghasilkan pendapatan yang lebih besar terlebih dahulu.

Silahkan baca earn more atau spend less untuk mengatasi gaji yang tidak cukup.

Solusi yang Direkomendasikan

Diantara kelima faktor diatas, poin mana yang membuat anda sebagai milenial kesulitan berinvestasi?

Untuk faktor 1 s.d. 4 saya sudah menyiapkan solusinya. Tapi kalau alasannya karena gaji tidak cukup, fokus anda bukanlah investasi, tapi meningkatkan pendapatan.

Saya menyiapkan 2 solusi untuk anda. Keduanya memberikan rasa aman berinvestasi dengan minim resiko dan tidak terbebani dengan nominal.

Pilihlah investasi yang :

  1. Minim resiko
  2. Modal kecil

Hal ini untuk menghindari rasa kekhawatiran dalam berinvestasi karena tidak selamanya profit. Untung dan rugi adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan dalam investasi. Apapun jenisnya.

Minim resiko membuat anda senantiasa merasa aman dan nyaman. Tidak khawatir ketika market jatuh, sementara investasi anda tetap aman meskipun peluang kerugian tetap ada dalam jumlah kecil.

Nah, nanti kalau anda sudah ‘bosan’ dengan yang aman-aman, cari tantangan baru dengan memilih investasi agresive,- keuntungan dan resiko tinggi, seperti saham.

Modal kecil membuat anda tidak merasa berat dikantong. Anggaplah ini sebagai latihan konsistensi. Bahkan investasi yang saya cantumkan menyediakan pembayaran dengan dompet digital sesuai zaman kini.

Nah, jika sudah konsisten. Anda dapat menambah nominal investasi yang lebih besar di kemudian hari.

3 Jenis Investasi yang Cocok Untuk Milenial

Saya sudah menyiapkan 3 investasi yang cocok untuk anda. Jenis investasi ini tidak butuh modal besar, resikonya minim. Semua jadi happy kan?

Metode pembelian investasi juga amat beragam sekarang, bisa pakai dompet digital kesayangan anda.

  1. Emas
  2. Reksadana Pasar Uang
  3. Peer to peer lending

1. Emas

Bisa dibilang kalau emas adalah investasi yang paling aman dan murah sekarang ini. Hah murah? Iya, anda tidak salah baca. Terlebih lagi harganya terus naik tiap tahun seiring inflasi dan kurs dolar.

Investasi emas ini aman karena sebagai alat tukar global yang laku ditransaksikan dimanapun. Bahkan bawa emas mentah bisa jadi uang, hehe.

Murah, karena investasi bisa dimulai dari nominal kecil Rp 500 saja!

Salah satu yang saya rekomendasikan adalah beli emas di Indogold (PT Indogold Solusi Gadai) yang bisa beli emas mulai dari Rp 500. Konsep yang ditawarkan adalah menabung emas, dimana anda dapat membeli emas nominal kecil.

Anda pun dapat menjual saldo emas tersebut melalui tombol jual saja atau request untuk dicetak dalam bentuk batangan.

Tenang saja, beli emas di Indogold aman kok, karena sudah tercatat di OJK sebagai online gold depository. Ulasan lengkap sudah saya bahas terpisah pada artikel pengalaman menabung emas di Indogold mulai dari Rp 500.

indogold terdaftar di ojk
Indogold dalam Otoritas Jasa Keuangan

2. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang 100% berinvestasi di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun.

Beli reksa dana juga murah dan minim resiko.

Murah. Reksa dana bisa dibeli mulai dari Rp 10.000. Cuma butuh seharga semangkok bakso untuk memiliki reksa dana pasar uang.

Aman. Dari pengertian diatas didapati bahwa uang anda ditempatkan pada SBI, deposito berjangka dan obligasi dibawah satu tahun. Karakteristik produk seperti ini mengharusnya membayar pokok dan bunga setiap bulan atau ketika masa tenor berakhir dibawah satu tahun.

Belinya dimana? Harus beli di tempat yang legalitasnya jelas, yaitu di Agen Penjual Reksa Dana yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau membaca pada menu reksa dana di blog ini.

3. Peer to peer lending

Investasi ini sebenarnya kurang cocok dengan 2 solusi yang saya sebutkan sebelumnya. Hanya memenuhi faktor modal kecil, sementara itu resikonya moderat. Tapi karena investasi ini kekinian maka saya menyarankan untuk milenial seperti anda.

Peer to peer lending adalah jenis investasi yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman melalui perantara perusahaan finansial teknologi.

Penerima pinjaman memberikan bunga atau imbal hasil sebagai layanan jasa kepada perusahaan fintek, lalu perusahaan fintek akan meneruskannya bagi hasil kepada pemberi pinjaman dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Perjanjian yang digunakan ada sistem bunga (konvensional) dan bagi hasil (syariah). Nah, agar anda memperoleh hasil investasi, maka anda harus menjadi pemberi pinjaman.

Modal kecil. Penyertaan dana beragam, mulai dari Rp 5.000 s.d. beberapa juta, tergantung platform perusahaan fintek.

Resiko moderat. Anda bisa saja tidak mendapatkan apapun, malah berpeluang dana anda tidak kembali seutuhnya karena penerima pinjaman gagal bayar.

Investasi dimana? Anda harus berinvestasi pada platform yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau dapat melihat pada menu P2P Lending di blog ini.

Kesimpulan

Memilih investasi yang cocok untuk generasi milenial agak tricky karena pengalaman generasi ini masih sedikit soal finansial dan investasi.

Maka, pahamilah kondisi anda sendiri, hal apa yang membuat anda kesulitan investasi lalu cari jalan keluar dari kondisi tersebut. Seharusnya investasi ini dilakukan sejak dini, meskipun nilainya kecil asalkan konsisten maka anda akan merasakan manfaatnya dimasa depan.

Saya sarankan untuk memilih investasi yang minim resiko dan modal kecil sebagai investor pemula. Ada 3 jenis investasi yang saya rekomendasikan yaitu emas, reksa dana pasar uang dan peer to peer lending.

Hallo Finance, Make It Fun!

Related Posts

Leave a Comment

7 comments

Zai March 12, 2020 - 6:12 pm

Kalau saya baru investasi di Reksadana Pasar Uang dan P2P lending. Investasi emas pernah nyobain, cuman gak tertarik lagi karena imbal hasilnya yg relatif kecil. Tapi untuk diversifikasi, emas bisa jadi salah satu instrumen yang tepat.

Reply
Heri Heryanto March 13, 2020 - 11:19 am

Gaji pertama emang sangat spesial.. Thanks sharingnya mas

Reply
5 Saran Finansial Untuk Anda Yang Baru Bekerja - BlogSabda.com March 13, 2020 - 8:32 pm

[…] Baca juga investasi yang cocok untuk milenial sebagai investor pemula. […]

Reply
CREAMENO March 15, 2020 - 3:17 am

Sekarang pilihan investasi sudah ada banyak banget ya mas Sabda, dan ilmu soal investasi pun lebih mudah didapat ketimbang 10 tahun lalu. Jadi sebenarnya, ini adalah era emasnya milenial. Tapi saya yakin, di luar sana banyak milenial yang juga sudah getol berinvestasi karena terlihat dari data surat hutang pemerintah yang 50%-nya dimiliki oleh milenial 😀

Reply
Mugniar March 15, 2020 - 7:49 pm

Anak sulung saya nyaris milenial … eh maksudnya karena dia lahir 2001.
Sekarang mulai terima bayaran orang dari hasil desain (dia maba 2019). Pengen dia bisa nabung dan berinvestasi seperti Bang Sabda.

Dan juga pengen kelak kalau sudah punya gaji atau penghasilan sendiri, bisa punya pikiran seperti Bang Sabda … membahagiakan orang tuanya. Bukan supaya orang tuanya berlimpah materi, bukan. Minimal dia bisa memanfaatkan penghasilannya dengan baik dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Reply
arenapublik March 17, 2020 - 12:36 am

yang perlu digaris bawahi ini ya “kendali diri” ya mas hehe. anak muda blm ada tanggungan apa apa biasanya banyak kalap beli ini itu

Reply
Eblog March 18, 2020 - 1:55 pm

Wah, menarik nih infonya untuk milenial

Reply