3 Investasi Yang Menguntungkan Untuk Mahasiswa

by Sabda Awal
3 Investasi Yang Menguntungkan Untuk Mahasiswa

Menjadi mahasiswa bukan hanya sekedar berkutat belajar dan organisasi dalam persiapan menuju dunia kerja atau wirausaha.

Belajar finansial juga harus diperhatikan, mulai dari mengatur keuangan hingga cara berinvestasinya.

Kuliah adalah masa yang tepat untuk mulai belajar investasi karena salah satu persyaratan untuk mencoba instrumen investasi adalah tanda pengenal (KTP) yang diperoleh saat sudah berumur 17 tahun.

Sebagai mahasiswa, tentunya kita sudah punya KTP sehingga tidak ada kendala registrasi pembuatan akun saat berinvestasi saham atau reksadana nantinya.

Saya jadi teringat sewaktu masa-masa kuliah dulu. Saya lulus di tahun 2012. Saat itu pengetahuan finansial minim sekali. Bahkan, mencari informasi sangat terbatas karena internet belum meluas seperti sekarang ini.

Saya belajar investasi sektor non riil di tahun 2016,- setelah 3 tahun masuk dalam dunia kerja.

Berbanding terbalik dengan mahasiswa zaman now yang sudah familiar dengan kata saham, reksadana, kripto, NFT, forex, dan lainnya. Cari informasinya pun gampang. Tinggal buka browser, langsung deh ribuan pembahasan tersedia di internet.

Artikel saya kali ini akan membahas investasi yang menguntungkan untuk mahasiswa. Saya akan memilihkan produk investasi sesuai dengan karakteristik anak kuliahan. Sehingga sangat ideal untuk dilakukan.

Investasi Seperti Apa yang Cocok Untuk Mahasiswa?

Bisa dibilang terjun langsung ke dunia investasi adalah hal baru bagi banyak orang, bahkan yang sudah bekerja sekalipun. Belajar cara kerja, risiko, peluang profit, legalitas dan banyak lagi lainnya.

Nah, sebagai mahasiswa justru terjun ke dunia investasi adalah waktu yang tepat. Sekalian belajar untuk mempersiapkan diri ketika lulus kuliah nanti sudah paham yang namanya investasi.

Ada 3 hal yang harus dicermati dalam memilih investasi agar ideal dengan kondisi mahasiswa.

1. Modal kecil

Mahasiswa itu antara punya penghasilan dan tidak. Sebagian orang masih dibiayai seutuhnya oleh orangtua. Sebagian yang lain mulai bekerja paruh waktu untuk mencari penghasilan tambahan.

Kondisi ini yang membuat duit pegangan menjadi terbatas. Kecuali, jika lahir pada keluarga kaya dan berkucupan, whehehe.

Mari kita anggap bahwa kondisi anak kuliahan itu dengan kondisi keuangan yang terbatas, sehingga pengeluaran harus difilter dan dialokasikan dengan baik.

Investasi model sekarang cuma butuh modal Rp 100.000 kok, bahkan ada yang dimulai dari Rp 10.000 saja.

Jika mampu menyisihkan Rp 100.000 per bulan selama masa kuliah 4 tahun (48 bulan), maka nominal yang dikumpulkan Rp 4.800.000.

Ini belum dihitung profit atau keuntungannya pertahun yang bisa 5% – 10%.

Tapi, ini bukan hanya soal nominal, tetapi masa pembelajaran dan proses konsistensi dalam berinvestasi.

2. Tidak menguras waktu dan perhatian

Kita sama-sama tahu, menjadi mahasiswa itu sibuk banget. Dari mulai banyaknya tugas, kegiatan organisasi dan kegiatan tambahan lainnya membuat sulit membagi waktu untuk belajar berinvestasi.

Dari kondisi ini saya menyarankan untuk belajar investasi yang sederhana saja. Tidak menguras waktu dan tidak perlu mengamati perkembangan investasi setiap hari.

Memang ada ya investasi yang seperti itu? Ada.

Meskipun begitu, tetap harus belajar dasarnya sedikit agar bisa paham cara kerja dan risiko sebuah instrumen investasi.

3. Jangka panjang

Sekali lagi saya ingatkan bahwa investasi yang dilakukan pada saat kuliah bukan untuk mengejar keuntungan, namun untuk belajar dan memahami prosesnya.

Karakter investasi berdasarkan waktu, semakin lama berinvestasi maka risiko akan semakin kecil. Dengan catatan investasi dilakukan secara rutin setiap bulan tanpa mempedulikan bagaimana kondisi pasar investasi. Teknik ini disebut Dollar Cost Averaging.

Jadi, buat saja target investasi ini sesuai dengan masa kuliah,- 3,5 s.d. 4 tahun.

Ilustrasi rutin nabung
Cara kerja Dollar Cost Averaging

Anggap saja hasil investasi akan digunakan untuk membiayai wisuda atau setelahnya.

Dengan begini, mahasiswa tidak akan terlalu tersita untuk memikirkan hasil investasinya.

3 Investasi yang Menguntungkan Untuk Mahasiswa

1. Emas Digital

Emas memang sejak dulu dikenal sebagai instrumen investasi populer karena kemampuannya dalam menjaga nilai aset. Jika uang mengalami penurunan nilai, tidak dengan emas. Justru emas mengikuti laju inflasi dan tetap mempertahankan nilainya.

Bahkan sampai sekarang, logam mulia ini tetap menjadi investasi favorit. Namun, bentuknya mulai bergeser menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Dulunya untuk membeli emas wajib secara fisik dan berat gram yang utuh, misalnya 0,25 gr, 0,5 gr, 1 gr, dan seterusnya. Tapi, sekarang sudah ada yang namanya tabungan emas berbentuk digital.

Banyak aplikasi yang sudah menyediakan investasi emas digital dengan nominal pembelian lebih terjangkau yaitu 0,001 gr atau sekitar Rp 9.000-an.

Cara kerjanya cukup sederha, setiap uang yang diinvestasikan akan dikonversi menjadi emas yang tersimpan dalam akun digital. Menariknya, kita dapat menjualnya langsung atau mencetak dalam bentuk fisik.

Dengan uang yang kecil, maka investasi emas digital ini cocok untuk Mahasiswa. Dalam rentang waktu 4-5 tahun nilainya akan naik.

investasi untuk mahasiswa
Harga Emas

2. Reksadana

Dalam banyak tulisan di blog ini, saya selalu menyarankan investor pemula memulai dari investasi reksadana,- termasuk bagi anak kuliahan. Risiko, profit dan proses belajarnya berada di tengah-tengah. Tidak terlalu mudah ataupun sulit.

Memilih produk reksadana terbilang gampang, karena selalu menyesuaikan dengan jangka waktu investasi. Secara umum dikenal 4 jenis reksadana, yaitu

  1. Reksadana pasar uang (investasi kurang dari 1 tahun)
  2. Reksadana pendapatan tetap (investasi 1-3 tahun)
  3. Reksadana campuran (investasi 3-5 tahun)
  4. Reksadana saham (investasi lebih dari 5 tahun)

Selain itu, reksadana pun sudah ada Manajer Investasi mengelola dana kelolaan secara profesional, sehingga investor tidak perlu melakukan riset pasar. Yang harus dilakukan hanyalah memilih produk reksadana terbaik saja.

Investasi reksadana dilakukan secara online, mulai dari pembuatan akun hingga proses jual-beli seutuhnya diproses secara online, baik melalui aplikasi maupun situs.

Ada banyak aplikasi investasi reksadana yang legal dan terdaftar OJK.

Contohnya adalah aplikasi Bibit, tempat saya berinvestasi reksadana. Penggunaan aplikasi yang sederhana, gampang dipahami dan beragam metode pembayaran gratis.

Saya sudah investasi disini sejak tahun 2019 dengan nilai investasi Rp 9 Juta-an.

investasi di aplikasi bibit

Dengan minimal investasi Rp 100.000, maka anak kuliahan sudah bisa mencoba untuk berinvestasi beragam produk reksadana yang sudah disediakan oleh Bibit. Bahkan, aplikasi Bibit juga memiliki fitur Nabung Rutin agar konsisten berinvestasi.

Dapatkan juga cashback sebesar Rp 25.000 saat melakukan pendaftaran dengan memasukkan kode referal. Kode referal saya blogsabda.

investasi untuk mahasiswa

3. Saham

Tingkat kesulitan investasi saham diatas reksadana, karena investor sendirilah yang melakukan analisa dan pembelian saham. Kecuali, jika ingin menggunakan jasa broker yang membutuhkan fee tambahan.

Meskipun membutuhkan ilmu yang cukup, tapi investasi saham masih cocok untuk mahasiswa karena minimal pembelian saham 1 lot (100 lembar saham).

Di Bursa Efek Indonesia ada banyak saham/emiten yang harganya masih dibawah Rp 1.000/lembar, seperti Sido Muncul, Erajaya Swasembada, dan Media Nusantara Citra.

Artinya, mahasiswa bisa beli saham dengan uang Rp 100.000 saja.

Misalkan untuk harga saham Sido Muncul per 21 Desember 2021 ini harganya Rp 870 / lembar. Maka, 1 lot hanya butuh Rp 87.000 saja.

investasi untuk mahasiswa
Saham Sido Muncul

Meskipun begitu, saya tidak menyarankan untuk trading yaitu melakukan jual-beli saham dalam waktu singkat. Adapun pilihan yang tepat untuk anak kuliahan adalah investasi saham yang dilakukan jangka panjang (diatas 3 tahun).

caranya dengan fokus membeli satu atau beberapa saham setiap bulan secara rutin sampai beberapa tahun agar tidak menguras waktu dan pikiran.

Kesimpulan

Menjadi mahasiswa tidak menghambat untuk berinvestasi dan mempelajari prosesnya. Sebagai mahasiswa pilihlah jenis investasi yang :

  1. Modal kecil
  2. Tidak menguras waktu dan perhatian
  3. Jangka panjang

Untuk kategori yang dimaksud diatas, maka ada 3 jenis investasi yang ideal dilakukan oleh anak kuliahan, yaitu :

  1. Emas digital
  2. Reksadana
  3. Saham (investasi, bukan trading)

Bagaimana? Tertarik memulai investasi? Silahkan tinggalkan di kolom komentar ya.

Related Posts

Leave a Comment

19 comments

Yonal Regen December 25, 2021 - 1:32 pm

Wah saya tertarik nih dengan Bibit. Sering liat di podcast nya Dedy Corbuzier. pas baca keterangannya di Bang Sabda, makin tertarik

Reply
Sabda Awal December 25, 2021 - 4:58 pm

selamat mencoba mas

Reply
Nurul December 25, 2021 - 2:41 pm

kok blog nya ga ada iklannya mas?ga didaftarin ads?

Reply
Sabda Awal December 25, 2021 - 4:49 pm

Sudah terdaftar, tapi saya nonaktifkan sementara waktu

Reply
Khairunnisa Ast December 28, 2021 - 9:12 am

Bibit bekerja sama dengan Gojek, jadi pernah lihat beberapa kali. Tapi masih belum berani terjun ke dunia investasi.

Reply
Sabda Awal December 28, 2021 - 9:47 am

Bisa dimulai dengan investasi yang risiko kecil saja. Misalnya, memilih reksadana pasar uang

Reply
Agus December 31, 2021 - 7:49 pm

Saham Sido muncul agak murah juga ya, satu lot 87 ribu, kalo misalnya tiap bulan beli satu lot lumayan buat investasi.

Tapi tiga tahun kemudian, kira-kira harga saham Sido muncul naik berapa persen ya?

Reply
Sabda Awal January 1, 2022 - 11:18 pm

untuk kenaikan SIDO dalam 3 tahun kedepan bisa diprediksi mas, cuma kebetulan SIDO ngga masuk dalam wacthlist saya. hehe,

Reply
Nurul Sufitri January 2, 2022 - 10:41 am

Wow, ternyata anak mahasiswa juga bisa berinvestasi kecil2an ya mas? Mulai 100K aja udah oke dan pastinya ga banyak makan waktu, tetap giat belajar plus berpikir ke depan mau investasi apa lagi 😀 Emas digital boleh juga tuh.

Reply
Sabda Awal January 3, 2022 - 8:32 pm

Iya bener mbak, mahasiwa sudah bisa mulai investasi yang ideal buat mereka, tentunya dengan modal yang minim dulu

Reply
Adhi Hermawan January 2, 2022 - 10:02 pm

Gegara kamu aku jadi tertarik buat investasi saham..
Kamu udah pernah bahas Philip belum sih?

Reply
Sabda Awal January 3, 2022 - 8:31 pm

Silahkan dicoba. Udah pernah bahas phillip sekuritas sebelumnya.

Reply
prim. January 3, 2022 - 10:16 am

Saya baru tahu tentang model investasi emas digital. Selama ini saya kalau untuk jual-beli emas lebih memilih jalur konvensional dengan cara membeli fisik emas tersebut, selain lebih nyaman juga secara kepercayaan jual-beli emas yang saya tahu harus dilakukan secara fisik dan tunai.

Nah, that’s why saya tertarik untuk dig deeper model transaksi emas digital ini seperti apa. Kalau tidak bertentangan dengan kepercayaan saya, I think it’s worth trying.

Reply
Sabda Awal January 3, 2022 - 8:27 pm

Bisa dipelajari lebih jauh mas tentang transaksi emas, apakah halal atau tidak jika transaksi emas dilakukan tanpa tatap muka.

Reply
Hendra Suhendra January 3, 2022 - 2:41 pm

Sepertinya emas digital bakalan laris manis. Proses investasi yang mudah dan nilai yang stabil menjadi nilai plus. Ilmu investasinya keren banget Mas. Harus banyak belajar dari blog super keren ini nih. Terima kasih infonya…

Reply
Sabda Awal January 3, 2022 - 8:26 pm

Makasih mas udah mampir kemari. Udah banyak platform yang mengeluarkan emas digital, bahkan e commerce juga ikutan

Reply
riza firliansyah ardasy January 5, 2022 - 7:06 pm

awal coba investasi umur 22 or 23
waktu itu beli reksadana pasar uang mulai dari 100rban

Reply
Dedew January 6, 2022 - 7:08 am

Terima kasih pencerahannya ya Mas

Reply
ainun February 1, 2022 - 11:00 pm

seandainya ada Bibit waktu aku kuliah dulu,lumayan juga investasinya ya
sayang juga waktu aku kuliah masih belum terlalu rame soal android, jadi pemakaian aplikasi keuangan juga ga ada
aku rasa invest di bibit udah paling gampang buat anak kuliahan

Reply