Kapan Waktu yang Tepat Investasi?

by Sabda Awal
waktu yang tepat investasi

Bagi saya pribadi, waktu yang tepat investasi adalah sedini mungkin ketika sudah memiliki penghasilan. Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, *eh udah seperti lomba aja.

Meskipun begitu, jangan terlalu terburu-buru apalagi ketika ilmu investasi masih sedikit.

Proses investasi mirip dengan berkendara ke sebuah tempat tujuan. Sebelum berangkat, kita harus pastikan badan kita sehat dulu, kendaraan dalam keadaan baik, besin sudah oke, dan persiapan lainnya.

Agar sampai ke tempat tujuan dengan aman dan nyaman.

Investasi juga seperti itu, harus dipastikan apakah punya bekal ilmu yang cukup, penghasilan lebih besar dari pengeluaran, rasio utang masih di angka yang aman dan seterusnya.

Tujuan untuk memastikan semua ini agar kegiatan investasi aman dan nyaman. Jangan sampai, karena ngebet investasi, malah finansial jadi terganggu.

Sebenarnya ada waktu yang tepat investasi versi “sempurna” yaitu harus sehat keuangan dahulu, tapi saya punya versi lain yang lebih sederhana.

Waktu yang Tepat Investasi Versi Saya

Yang namanya sehat keuangan adalah ketika anda tidak punya utang konsumtif, sudah punya dana darurat dan punya asuransi sebagai proteksi.

Tapi, kalau harus menunggu itu semua, bisa-bisa anda makin terlambat investasi. Iya kan?

Anda tahu bahwa investasi itu penting, bisa dibilang satu-satunya cara untuk mencapai target finansial di masa depan. Misal, untuk menyiapkan dana KPR Rumah bisa dengan reksa dana, untuk dana pensiun dapat berinvestasi di saham dan seterusnya.

Kesimpulannya, investasi tidak boleh ditunda. Saya mempunyai 3 syarat agar investasi dapat berjalan dengan baik.

Yaitu…

Rasio Penghasilan dan Pengeluaran

Penghasilan adalah seluruh pendapatan dalam 1 bulan, baik dari gaji, hasil sampingan, maupun hasil investasi.

Sementara pengeluaran adalah seluruh kebutuhan selama 1 bulan seperti biaya makan, tempat tinggal, tagihan, kredit dan lainnya.

Pastikan bahwa rasio penghasilan dan pengeluaran lebih dari 1.

Misalkan begini.

Penghasilan anda selama sebulan Rp 5 juta dan pengeluaran Rp 4,5 juta. Maka, rasionya adalah penghasilan Rp 5 juta dibagi pengeluaran Rp 4,5 juta.

Hasilnya 1,1.

Kondisi ini sudah bisa dijadikan dasar untuk berinvestasi.

Intinya, pastikan penghasilan lebih besar dari pengeluaran.

Rasio Utang

Banyak ahli yang menyarankan, utang tidak boleh lebih dari 30% penghasilan. Jika lebih dari itu, finansial anda tidak cukup sehat.

Utang memang hal yang wajar. Saya sendiri pernah berutang, baik untuk hal produktif dan konsumtif.

Tapi, sebisa mungkin hindarilah hal-hal bersifat konsumtif karena hal ini membuat keuangan anda semakin tidak sehat.

Silahkan cek utang anda, apakah masih dibatas wajar? Jika iya, maka anda bisa berinvestasi.

Ilmu yang Cukup

Memiliki ilmu yang memadai hal yang wajib dilakukan calon investor karena menyangkut keamanan dan legalitas instrumen investasi itu sendiri.

Anda tidak mau kan uang anda hilang begitu saja karena terjebak investasi bodong? Atau anda tidak paham cara kerja, resiko, dan mitigasinya?

Inilah yang saya maksud dengan “investasi tidak perlu buru-buru”.

Sebelum terjun ke sebuah investasi pastikan cari tahu dulu produk tersebut, pelajari cara kerja, resiko dan mitigasinya. hal ini akan membantu anda lebih siap dalam merencakan investasi dan meminimalisir kegagalan dalam berinvestasi.

Cari ilmu melalui refrensi terpercaya

Anda dapat belajar investasi dari internet dan buku. Saya pribadi meletakkan buku sebagai refrensi nomor 1 untuk belajar investasi.

Untuk internet saya mengandalkan situs terpercaya apalagi yang khusus membahas tentang finansial dan ekonomi.

Salah satunya yang saya rekomendasikan adalah Warta Ekonomi. Ada banyak rubrik yang dibahas pada situs berita khusus bisnis dan ekonomi ini.

warta ekonomi
Warta Ekonomi

Seperti kebijakan-kebijakan ekonomi nasional, bursa saham, asuransi, perbankan, dana pensiun dan bahkan hingga perencanaan keuangan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa dengan mengetahui berita ekonomi dan bisnis terbaru, secara tidak langsung dapat membantu kita untuk mengambil keputusan keuangan pribadi.

Bahkan saya sangat merekomendasikan rubrik Perencanaan Keuangan yang berisi tulisan dan tips menarik di dunia personal finance.

Perencanaan Keuangan Warta Ekonomi
Rubik Perencanaan Keuangan

Waktu yang Tepat Investasi Versi Sempurna

Sebenarnya jika anda sudah memastikan 3 hal diatas tadi, sudah cukup untuk memulai investasi. Namun begitu, saya ingin menyampaikan versi “sempurna”.

Ada tambahan alokasi lain yang mensyaratkan sehat secara keuangan yaitu dana darurat dan asuransi.

Tapi perlu saya ingatkan diawal, bahwa 2 alokasi ini bisa diakali dengan cara “sekalian jalan”, yaitu dilakukan berbarengan dengan investasi.

Lebih jelasnya seperti ini…

Dana Darurat

Dana darurat adalah dana yang disiapkan ketika anda tidak punya penghasilan selama beberapa periode. Entah itu karena PHK, dirumahkan sementara, mencari pekerjaan baru, atau karena efek pandemi.

Alhasil, Anda bisa bertahan hidup dengan normal meskipun tanpa penghasilan sama sekali sampai beberapa periode.

Ingat ya,- digunakan ketika tidak punya penghasilan.

Untuk besaran nominal, minimal 3 kali pengeluaran bulanan. Makanya, nilai dana darurat ini cukup besar yang pasti sulit dipenuhi dalam waku singkat.

Bayangkan saja, jika pengeluaran bulanan Rp 5 juta, berarti anda harus menyiapkan minimal Rp 15 juta.

Saya pribadi sudah memiliki dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran. Adapun cara yang saya lakukan dengan mencicil setiap bulan.

Cara ini sangat efektif, tidak memberatkan, sekaligus bisa mengalokasikan dana untuk investasi.

Nah, ini yang saya maksud, bisa “sekalian jalan”.

Asuransi

Indikator sehat keuangan terakhir adalah memiliki asuransi.

Asuransi ibarat satpam di sebuah komplek perumahan yang menjaga dari maling. Kan anda tidak harus kemalingan dulu untuk menyewa jasa satpam? Artinya, sedia payung sebelum hujan.

Begitu juga dengan asuransi, ketika kecelakaan atau sakit. Biaya perawatan anda akan di cover oleh asuransi sehingga finansial anda tetap aman.

Malah, sekarang sudah lebih mudah dengan adanya BPJS yang murah meriah yang manfaatnya sangat besar.

Sementara untuk asuransi jiwa, disarankan ketika sudah berkeluarga saja.

Kesimpulan

Kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi?

Adalah ketika anda memenuhi kondisi berikut ini, yaitu ketika :

  1. Rasio penghasilan dan pengeluaran lebih besar dari 1
  2. Rasio utang maksimal 30% dari penghasilan
  3. Bekal ilmu yang cukup
  4. Punya Dana darurat (yang bisa sekalian jalan dengan investasi)
  5. Punya Asuransi (BPJS murah dan banyak manfaat)

3 poin pertama harus dipenuhi, sementara poin 4 dan 5 bisa dilakukan sembari melakukan investasi.

Jangan tunda investasi, tapi jangan tergesa-gesa pula. Selamat berinvestasi!

Related Posts

Leave a Comment

6 comments

Fanny_dcatqueen September 7, 2020 - 11:31 am

Aku agak telat berinvestasi , baru mulai setelah beberapa bulan nikah, Krn fokus ke dana darurat waktu itu. Apalagi utk yg udh berkeluarga dan punya anak, lumayan gede yg hrs aku kumpulin, dan aku kalkulasikan hrs bisa cover 12 bulan pengeluaran.

Baru setelah itu ada, mulai deh investasi. Kalo poin2 lainnya saat itu malah udh tercapai. Makanya setelah dana darurat ada, aku mulai invest di beberapa platform :D. Aku pernah mulai investasi tp saat dana darurat blm terkumpul. Akibatnya, investasi mandeg pas aku butuh duit. Seharusnya blm terlaku untung, tapi udh aku cairin utk keperluan lain.

Skr dana darurat sengaja aku simpen dalam bentuk LM, supaya susah nyairinnya . Krn toh buatku itu hanya aku pakai kalo situasinya bener2 darurat yg ga bisa lagi tercover Ama CC , asuransi , gaji, ato dana tabungan biasa. Selagi msh bisa ditutupi oleh 4 hal td, dana darurat aku ga pgn pakai. Nyairin LM walo gampang, tapi kan butuh usaha juga, apalagi kalo blm lama beli, pasti mikirnya berkali2 Krn sayang dijual. Makanya itu aku jadiin dana darurat .

Reply
Edwin September 7, 2020 - 11:42 am

Ada infonya, Bang Sabda sekarang apakah asuransi kesehatan ikut BPJS/KIS saja atau ada asurnasi lain ?

Reply
Sabda Awal September 7, 2020 - 1:25 pm

Saya punya bpjs dan asuransi lainnya mas

Reply
Astriatrianjani September 8, 2020 - 7:30 am

Investasi itu penting banget ya. Mempersiapkan masa depan kita supaya nggak sengsara terus tapi juga butuh ilmu biar nggak keteteran….
Duh, tapi saya sama sekali belum melakukan investasi. Karena memang di desa yang namanya investasi itu masih sangat jarang. Palingan ibuk-ibuk pada beli gelang sama kalung
Mungkin nanti kalau saya sudah berkeluarga, saya mau coba-coba investasi untuk anak

Reply
SANSAN IRAWAN September 8, 2020 - 3:05 pm

informasi penting bagi masa depan yang lebih baik

Reply
Dodo Nugraha September 12, 2020 - 4:39 pm

Berbicara soal hutang, kalau saya pribadi berusaha betul untuk menghindari itu mas.
Bakal susah untuk kita sendiri ke depannya

Reply