3 Peluang Mendapatkan Passive Income Untuk Menambah Uang Pemasukan

by Sabda Awal
cara mendapatkan passive income

Mendapatkan passive income atau pendapatan pasif menjadi impian banyak orang. Bahkan nih ya, kalau mungkin saya mau hidup dari pendapatan pasif saja. Eh semua orang juga pengen begitu.

Apa itu mungkin? Hmm, mungkin saja.

Pendapatan pasif adalah pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan pasif. Umumnya pendapatan ini muncul karena adanya sistem yang mendukung untuk “bikin” duit. Misal, usaha kos-kosan.

Dijudul saya sudah bilang 3 peluang. Tepatnya secara garis besar, kalau didetailkan mungkin ada belasan cara. Saya sendiri sudah mencoba ke-3 peluang itu.

Saya ingin dimasa depan nanti, kira-kira umur 40 tahun bisa berhenti bekerja tanpa khawatir soal urusan finansial.

Kuncinya adalah melakukan investasi sejak dini dan membangun “sistem” mesin penghasil duit secara pasif.

Saat ini pasif income saya sekitar 20% – 25% dari gaji pekerjaan saya. Jika saya menargetkan kenaikan pendapatan pasif 10% setiap tahun, maka dalam kurun waktu 8 tahun bisa menyamai gaji saat ini (belum dihitung inflasi :p).

Berarti peluang itu tetap ada bukan?

Secara garis besar 3 peluang itu ada pada :

  1. Hobi
  2. Investasi
  3. Bisnis/Aset

Hobi yang mana nih yang menghasilkan pendapatan pasif? Investasi dalam bentuk apa yang kasih uang rutin setiap bulan? Bisnis seperti apa?

Inilah yang akan saya share.

Sekali lagi ini pengalaman saya pribadi. Jika anda punya pengalaman lain, silahkan tinggalkan di kolom komentar agar pembaca lain juga tahu.

Sekalian saya akan tunjukkan hitung-hitungannya, biar jelas. Jumlah uang yang dihasilkan memang tidak seberapa, tapi saya yakin mampu memotivasi anda.

Penyebutan nominal dibawah ini bukan pamer, karena jumlahnya tak seberapa. Tapi, cukup berarti buat saya yang hanya golongan masyarakat menengah kebawah ini.

Apa yang Dibutuhkan Untuk Menciptakan Sistem Penghasil Uang Pasif?

Pendapatan pasif tidak datang serta merta. Butuh skill, uang dan usaha. Bahkan persugihan juga butuh usaha,- iya usaha nyawa, hiiii.

Skill, uang dan usaha ini yang nantinya akan membentuk “sistem” penghasil uang.

Sudah jelas, yang perlu anda siapkan adalah skill atau uang atau usaha. Saya pakai kata “atau” bukan tanpa sebab, karena sistem itu bisa dibentuk dengan 1 elemen saja.

Misal nih, anda punya banyak uang. Tinggal investasi saja berbentuk portofolio seperti saham, maka tiap tahun sudah dapat deviden.

Atau

Anda punya skill fotografi. Bermodalkan jepretan kamera smartphone saja sudah bisa menjual foto ke internet.

  1. Skill
  2. Uang
  3. Usaha

Punya salah satunya? Selamat! Anda sudah punya modal untuk menghasilkan pendapatan pasif.

Mendapatkan Penghasilan Pasif dari Hobi

Pasti anda sering mendengar pepatah “Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.” Tapi saya tidak akan obrolin soal ini. Pepatah yang diatas jelas pakai kata pekerjaan.

Berarti bukan pendapatan pasif lagi, melainkan pendapatan aktif. Karena hobi dijadikan pekerjaan.

Lagian, kalau hobi dijadikan pekerjaan, maka hobi itu tidak pantas disebut sebagai hobi lagi. Yang namanya pekerjaan pasti bikin stres, sudah seharusnya hobi itu bukan pembuat stres, melainkan obat stress.

Pekerjaan apa yang tanpa tekanan dan stres sekalipun? Tidak ada Asmirandah!

Kesimpulannya, cukuplah hobi sebagai mesin pendapatan pasif dan tetap menyenangkan. Ada 2 hobi yang saya bahas dan paling umum dimiliki oleh seseorang.

Menulis dan Fotografi.

Bagaimana jika anda tidak hobi sama sekali dengan kegiatan diatas? Coba baca ini dulu, mungkin setelah ini anda akan mendadak jadi hobi. *maksa

a. Passive Income dari Blog

Artikel yang sedang anda baca ini diterbitkan di blog. Media yang saya gunakan untuk menerbitkan tulisan-tulisan ini disebut blog.

Mungkin anda kesulitan membedakan mana blog atau website. Yang pasti keduanya berbeda.

Website adalah sejumlah laman online yang terhubung dalam satu domain, biasanya dikelola oleh individu, perusahaan, institusi, organisasi, atau pemerintah (Sumber: Merriam Webster)

Blog adalah kependekan dari web log yang berisi konten seperti opini, pengalaman, atau aktivitas penulis (Sumber: Hubspot)

Simple-nya, blog dapat dikelola perorangan, tulisan lebih variatif sesuai gaya bahasa penulisnya, konten bersifat opini atau pengalaman pribadi, struktur lebih sederhana.

Yang dibutuhkan dalam membuat blog

Bikin blog mengharuskan anda membuat tulisan. So, hal utama yang anda butuhkan adalah kemampuan menulis. Beruntungnya, di blog anda bisa menulis apa dan dengan gaya apa saja. Bebas!

Asal jangan konten SARA, dewasa atau perjud*ian saja.

Saya anggap anda sudah mampu menulis. Kalau belum bisa nulis dan ingin mencoba, coba saja dulu. Saya juga dulunya coba-coba akhirnya bisa seperti sekarang ini.

Membuat blog

Bikin blog itu gratis, tapi yang pakai uang pasti lebih yahuud. Jika anda pemula, coba yang gratis dulu.

Coba kunjungi blogger.com atau wordpress.com, daftar lalu buatlah sebuah blog.

Bagaimana blog menghasilkan pendapatan pasif?

Dapat uang dari blog itu tidak instan, butuh waktu sampai menghasilkan. Saya sendiri butuh waktu hingga setahun lamanya. Nah itu tadi, membangun sistem ini butuh waktu.

Tapi kalau sudah jadi, anda tinggal menikmatinya saja.

Jika dirata-ratakan Alhamdulillah dari blog, saya sudah bisa dapat sekitar Rp 500.000/bulan. Meskipun nilainya masih kecil, saya optimis akan naik seiring waktu.

Jaringan Iklan

Dari youtube bisa dapat uang dari iklan yang terpasang di dalam video. Begitu juga dengan blog,- blogger dapat uang dari iklan yang terpasang di blog.

Mungkin anda menyadari sudah melihat iklan di artikel ini. Saya akan terus mendapatkan uang selama blog saya dikunjungi pembaca dan iklan terpasang.

Berapa yang saya dapatkan tiap bulan? Hmm Alhamdulillah masih sedikit, sekitar Rp 200.000 – Rp 300.000.

Pendapatan dari iklan tergantung jumlah visitor. Makin banyak visitor, makin banyak uang yang dihasilkan.

Salah satu hasil saya dari jejaring iklan

Pendapatan pasif ini akan meningkat seiring makin banyaknya pembaca. Anda salah satunya :). Saya sedang berusaha mendapatkan lebih banyak pembaca dengan menyediakan artikel-artikel berkualitas.

Iklan bisa didapatkan melalui penyedia jaringan iklan seperti Google Adsense, Chitika, Adnow dan Infolinks.

Program Afiliasi

Afiliasi adalah istilah yang umum dipakai saat seseorang menjual barang orang lain. Kalau di dunia nyata praktek ini mudah dipahami. Seseorang mendaftar menjadi agen dan mendapat nomor keanggotaan lalu menjual produk.

Bagaimana dengan blog?

Karena online, maka program afiliasi agak berbeda. Ada 2 cara yang digunakan, yaitu :

  1. link unik yang berisi id si ‘agen’
  2. kode referal milik si ‘agen’

Contoh program afiliasi ini dilakukan oleh perusahaan seperti seperti Amartha dan Ajaib dibawah ini. Contoh lainnya adalah program afiliasi dari Lazada dan Bhinneka.

program afiliasi
Amartha menggunakan link unik, sedangkan Ajaib menggunakan kode unik sebagai id afiliasi

Terus gimana caranya?

Bikinlah tulisan tentang produk-produk yang menyediakan program afiliasi, lalu kaitkan dengan link atau kode unik.

Kebetulan, blog ini saya tulis tentang finansial dan banyak produk keuangan yang sudah saya bahas. Diantara produk-produk itu ada yang menyediakan program afiliasi.

Berapa yang hasilkan dari program ini? Tidak menentu, misalkan di Amartha pada bulan Maret 2019 lalu saya memperoleh Rp 400.000 dari afiliasi ini. Cek gambar dibawah pada bagian Referral.

Program afiliasi ini cukup manis jika digarap dengan serius dan pandai menggaet pembaca mendaftar/membeli produk melalui tulisan.

Kerjasama

Kerjasama dapat berupa job review atau content placement.

Job review : anda diminta menulis sesuai permintaan klien lalu dibayar. Content placement : artikel sudah disediakan oleh klien, anda hanya menerbitkan saja, lalu dibayar.

Job review bayarannya lebih tinggi daripada content placement karena pemilik blog diminta untuk menulis. Saya sudah sering menerima kerjasama seperti ini. Jika dihitung-hitung dalam sebulan ada 1 kerjasama yang deal dengan bayaran Rp 150.000 s.d. Rp 350.000.

Email Kerjasama
Email Kerjasama

Perlu saya tegaskan bahwa bayaran kerjasama tiap blogger berbeda, tergantung seberapa tingginya jumlah pengunjung dan tema blog tersebut.

Saya kutip dari tulisan Mbak Vicky Laurentina yang menulis tentang Rate Card Blogger di tahun 2018. Harga sebuah tulisan tergantung dengan niche/tema blog dan pageviews (jumlah halaman) per bulan.

Cara membaca grafik : setiap noktah mempresentasikan blogger. Absis horizontal menunjukkan pageviews bulanan, absis vertikal rate (harga) per artikel. Garis miring dari kiri ke atas mengisyaratkan bahwa semakin tinggi pageviews maka semakin tinggi pula rate-nya.

rate card blogger
Rate card blogger (sumber : VickyFahmi.com)

Nah, penghasilan blog ini sudah pernah saya tulis di 3 cara saya menghasilkan uang dari blog.

b. Passive income dari Foto

Mencari uang dari foto tidak mewajibkan anda menjadi fotografer handal kok. Atau malah anda berfikir buka foto studio atau fotografer di acara-acara wedding.

Bukan. Itu bukan pasif income lagi namanya, tapi pekerjaan sampingan yang mengharuskan anda kerja dulu baru dapat uang.

Yang akan saya ceritakan dengan modal beberapa foto anda bisa mendapatkan uang terus-menerus karena foto tersebut dibeli berulang oleh orang yang berbeda.

Caranya dengan menjual foto di microstock photography. Mungkin anda pernah mendengar Shutterstock, Dreamstime, Adobe Stock dan seterusnya.

Mereka adalah perusahaan yang menerima foto dari masyarakat untuk dijual kepada pembeli untuk kepentingan komersil.

Untuk harga beragam, tergantung dari jenis foto dan platformnya, mulai dari $ 0,20 – $ 10 per fotonya. Anda bisa bayangkan jika foto anda terpajang disana dan dibeli oleh mereka yang membutuhkan.

Berikut ini salah satu foto yang berhasil terjual milik Monika Yolando Putri di Shutterstock. Jika dilihat dari screenshoot ini, bahwa 2 kali terjual @ $0,25. Bahkan foto tersebut dijepret melalui kamera smartphone saja.

Sumber twitter @monilando

Terus terang, saya sendiri belum pernah mencobanya, namun salah satu kenalan blogger sudah berkecimpung didalam sini. Anda dapat membaca tulisan berikut ini dari Mas Eddy Fahmi.

Bagaimana Membangun Passive Income dari Shutterstock

Mendapatkan Passive Income dari Investasi

Investasi sudah dikenal sebagai salah satu cara menghasilkan passive income. Tapi yang akan saya bicarakan pada bagian ini adalah investasi sektor non real seperti saham dan peer to peer lending.

Ada banyak jenis investasi yang pernah saya coba, seperti saham, reksa dana, emas, deposito, dan peer to peer lending, namun yang paling berasa hasilnya adalah peer to peer lending bagi saya pribadi.

Namun, jika anda jago trading saham, maka pendapatan pasif dari kegiatan trading ini juga cukup menggiurkan.

Sejauh ini saya hanya sebatas investasi saham (membeli saham, lalu menyimpan dalam jangka panjang,- diatas setahun) lalu memperoleh deviden.

1. Passive income dari peer to peer lending

Saya terjun di investasi ini pada April 2018. Awal mulai saya masih ragu-ragu meskipun saya berinvestasi pada platform yang sudah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan.

Beda dengan sekarang, malah saya mencoba banyak platform dan memperoleh Rp 1 juta / bulan. Harapannya semoga passive income dari investasi peer to peer lending ini terus meningkat.

Mungkin sebagian dari anda belum kenal dengan investasi ini, saya akan berikan review singkat tentang pengertian, cara kerja, dan resiko P2P Lending.

Pengertian. P2P (peer-to-peer) Lending adalah layanan jasa keuangan yang mempertemukan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam-meminjam melalui perantara perusahaan finansial teknologi berbasis elektronik/online.

Cara Kerja. Pemberi Pinjaman (investor / lender) memberi pinjaman kepada Penerima Pinjaman (borrower), lalu Penerima Pinjaman akan mengembalikan uang tersebut + jasa kepada Pemberi Pinjaman melalui perusahaan finansial teknologi sesuai dengan kesepakatan.

Passive income berasal dari balas jasa yang diberikan borrower kepada lender, bisa berbentuk bunga atau bagi hasil, tergantung perjanjian yang digunakan. Karena jenis investasi ini ada yang konvesional dan sistem syariah.

Legalitas. Jangan asal berinvestasi di peer to peer lending kalau tidak ingin zonk. Pilihlah platform yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, berikut ini fintek p2p lending yang sudah terdaftar.

Resiko. P2P Lending juga memiliki resiko, bukan hanya keuntungan yang tidak dapat, bahkan dana yang anda berikan pun bisa kembali tidak utuh. Inilah yang harus dipahami oleh pemberi pinjaman (investor).

Kenapa resiko ini ada?

Jelas, dalam perjanjian pinjam-meminjam, bisa saja penerima pinjaman gagal bayar. Jadi berhati-hatilah.

Solusinya bagaimana?

Pilihlah borrower yang credit score-nya bagus, kegiatan usaha yang menggunakan asuransi atau borrower dengan agunan.

Modal. Besaran dana yang dibutuhkan beragam, tergantung platformnya. Misalkan, Ammana, Qazwa, Akseleran, Amartha, Asetku dan seterusnya. Mulai dari Rp 5.000 s.d. beberapa juta rupiah.

Anda dapat membaca refrensi lebih lanjut tentang investasi ini disini :

  1. Mengenal investasi peer to peer lending : pengertian, legalitas, resiko dan mitigasinya
  2. Mendapatkan Rp 1 juta/bulan dari Amartha

2. Passive income dari saham

Saham adalah bukti kepemilikan terhadap sebuah perusahaan. Jika anda membeli saham, berarti anda memiliki perusahaan tersebut sesuai dengan porsinya.

Saham diwakilkan dengan lembar atau lot (100 lembar).

Cara membeli saham. Transaksi saham terjadi di dalam pasar modal, untuk masuk ke pasar ini anda harus memiliki rekening sekuritas yang dibuat oleh perusahaan sekuritas.

Ada dua cara memperoleh cuan dari saham yaitu :

  1. Jual-beli saham, anda membeli diharga rendah, lalu menjual di harga tinggi
  2. Anda memperoleh deviden yang dibagikan oleh perusahaan

Anda dapat membaca lebih jauh tentang saham di Belajar Saham. Tulisan saya ini cocok untuk anda yang ingin mengenal dunia saham.

Mendapatkan Passive Income dari Bisnis/Aset

Lebih enak membagikan passive income dari bisnis jika sudah punya pengalaman langsung, bukankah begitu?

Beruntungnya saya sudah mendapatkan passive income dari bisnis.

Yang namanya bisnis, pasti butuh modal dan usaha. Nah, 2 elemen ini tidak bisa dipisahkan untuk memulai bisnis. Saya akan share 1 jenis bisnis yang bisa anda coba + 1 bisnis saya sendiri.

1. Pendapatan pasif dari properti / tanah

Ini hal yang paling umum dilakukan orang-orang karena cukup menggiurkan. Saya sudah sebutkan diawal, yaitu jasa sewa properti atau tanah.

Tapi memang sih anda harus punya propertinya dulu atau uangnya dulu untuk membeli / membangun properti.

Menyewakan rumah atau apartemen oke.

Menyulap properti anda menjadi penginapan lalu bekerja sama dengan Airy Rooms atau Reddoorz juga mantap.

Menyewakan tanah agar digarap oleh orang lain juga mantap. Anda bisa menyewakan lahan kosong ke orang sekitar atau menjadi mitra lahan dari Tanijoy.

Untuk detail diatas saya belum bisa deskripsi lebih jauh karena belum punya pengalaman sama sekali. Tapi anda pasti terbayang dengan passive income dari properti.

2. Pendapatan pasif dari warnet

Warnet ini bisnis saya sendiri.

Usaha ini saya rintis sejak tahun Juli 2017. Awal membuka usaha ini saya berpikir dengan matang, apakah usaha ini akan berjalan lancar atau tidak. Mengingat hampir semua orang mampu memenuhi diri sendiri dengan perangkat dan smartphone.

Akhirnya, saya putuskan menjalankan usaha ini di desa tempat kakak saya tinggal. Bukan hanya warnet, sekaligus menawarkan jasa print yang sangat jarang di desa tersebut.

Saya bersyukur sudah 3 tahun berjalan dan warnet saya masih survive. Malah yang awalnya 10 pc, kini menjadi 15 pc.

Bisnis ini butuh modal Rp 75 juta,- Rp 25 juta dari kantong saya sendiri, sementara Rp 50 juta kredit di bank. Selama 2 tahun saya tidak menerima apapun dari warnet karena pendapatan untuk membiayai operasional dan bayar kredit.

Barulah mulai Juli 2019, saya bisa mencicipi hasil dari warnet ini. Setiap bulan saya peroleh bersih sekitar Rp 800.000. Sisanya untuk operasional, termasuk listrik, maintance, operator, dan tagihan internet.

Meskipun belum balik modal, paling tidak saya sudah pernah mencoba berbisnis.

Foto diatas saya ambil pada hari Minggu pagi. Memang kebanyakan yang main warnet anak-anak. Tapi saya membuat aturan ketat.

Saya hanya buka setelah jam pulang sekolah. Untuk anak-anak dibatasi hingga jam 8 malam.

Penutup

Tentu saja banyak jenis sumber pendapatan pasif lainnya. Contoh yang saya ulas ini hanyalah sebagian kecil yang sudah saya coba dan menghasilkan.

Jika anda memiliki pengalaman lain, alangkah baiknya di share pada kolom komentar agar menjadi refrensi bagi pembaca yang lain.

Membuat sumber passive income itu tidak instan. Butuh sistem sehingga benar-benar menjadi “mesin” penghasil uang. Selamat mencoba!

Related Posts

Leave a Comment

19 comments

Massaputro Delly TP. April 30, 2020 - 10:25 am

Saya juga ASN yg senang menulis, punya saham dikit-dikit buat tabungan.
Silahkan berkunjung juga ke blog saya. Terima kasih.

Reply
Sabda Awal May 2, 2020 - 5:56 am

Baik Mas, terimakasih

Reply
Dyah April 30, 2020 - 12:42 pm

Wah, lengkap banget reviewnya. Iya, hobi yang dikenal blogger biasanya ya memotret dan menulis. Ada hobi lain yang juga bisa menghasilkan uang, sih: hobi bikin prakarya dan hobi make up. Tapi nggak mungkin dibahas blogger pria ya. Hahaha…

Reply
riza firli April 30, 2020 - 1:31 pm

enak banget ya kalau punya passive income dari hobi gitu,
jadi terinspirasi pingin punya juga hehehe.

Reply
Hastira May 1, 2020 - 3:03 am

makasih infonya

Reply
Yustrini May 1, 2020 - 11:39 am

Mau banget nih dapat passive income, satu per satu coba ah. Tertarik dpt income dr foto di shutterstock itu gimana caranya?

Reply
Sabda Awal May 2, 2020 - 5:55 am

tinggal dibaca saja link yang ada ditautkan

Reply
AFRIZAL RAMADHAN May 3, 2020 - 10:44 am

saya ikut 2 reksadana dan emas, semua punya kelebihan masing-masing, tinggal tujuan kita menyesuaikan apa yang bisa menjadi pasive income. terimakasih artikelnya

Reply
Cara Saya Mengelola Keuangan Sebagai ASN - BlogSabda.com May 7, 2020 - 6:12 am

[…] Baca : 3 Peluang Sumber Pendapatan Pendapatan Pasif […]

Reply
ainun May 9, 2020 - 4:23 pm

aku kudu bersemangat nih, dulu pengen banget usaha laundry, tapi belum kesampaian sampe sekarang

Reply
Sabda Awal May 11, 2020 - 7:19 pm

tetap semangat ya mbak

Reply
Harga Emas Hari Ini May 11, 2020 - 8:27 am

selain investasi supaya bisa mendapatkan pasif income kita juga bisa dengan cara menabung emas.
harga emas yang semakin hari semakin meningkat membuat tabungan kita semakin diuntungkan.
saya sendiri sudah mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas dengan cara menabung emas di sehatigold.com

Reply
thya May 15, 2020 - 8:31 am

aku sejauh ini pasif income dari ngeblog sama bisnis online. tapi bisnis online kadang terbengkalai krn lebih fokus di blog.

lumayan juga sih dari blog, kadang bisa 2x gaji kalo lagi bnyk mah.. tapi kadang ya cuma separo gaji atau seperempat gaji tiap bulannya. gak nentu, tapi lumayan juga.

pengen bgt punya pasif income berupa kos2an atau kontrakan gitu.. tapi modalnya belum ada.. hihi

semoga pasif income nya mas sabda makin yahud ya biar bisa pensiun dini.. hehe.. (padahal mas sabda kalo pensiun juga udh terjamin sih ya.. kan ada uang pensiunan pns) hehehe

Reply
Riza Alhusna May 18, 2020 - 11:42 am

Passive income gw dari deviden doang. Walopun receh tapi tetep gw kumpulin dikit-dikit.

Reply
farida pane May 29, 2020 - 1:47 pm

Jadi pendapatan pasif ini intinya cuma tanam modal atau membuat karya atau berusaha sekali, kemudian tetap memberikan hasil walaupun kita tidak bekerja lagi, ya? Sedang berusaha ke sana saya.

Reply
Andina July 12, 2020 - 11:42 pm

Yang pernah saya dapatkan sih content placement dan job artikel untuk blog terdahulu. Yang mungkin saya coba yaitu setor foto ke situs penyedia foto, waktu itu nggak jadi karena ada biaya membershipnya

Reply
APRILIA August 30, 2020 - 9:47 am

Terimakasih sharingnya. Sangat bermanfaat

Reply
Sabda Awal August 30, 2020 - 9:02 pm

Sama-sama Mbak

Reply
yoxx October 7, 2020 - 11:49 am

bonsai adalah hobi yang bisa menjadi aset

Reply