Cara Saya Mengelola Keuangan Sebagai ASN

by Sabda Awal
Cara Mengelola Keuangan Sebagai PNS

Mengelola keuangan PNS,-Malam itu saya singgah makan sate padang setelah pulang kerja. Abg penjual sate membuka percakapan,”Baru pulang bang?”.

“Iya.” jawab saya tersenyum.

Tanpa jeda dia bertanya,”Besok libur ya bang?” | “Iya bang, aku kerja cuma sampai Jumat aja” | “Udah kayak PNS aja bang.”| “Iya bang, memang PNS” | “Abang enak udah PNS. Gaji rutin, pensiun sudah ada.”

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang menganggap jadi PNS itu enak, terutama anggapan orang awam. Padahal zaman telah berubah, ada banyak jenis pekerjaan yang lebih menjanjikan.

Sebelum kuliah pun saya tidak menyangka akan bergabung dengan pemerintahan, sampai akhirnya lulus dari PKN STAN. Sudah 6 tahun bekerja dan mengatur keuangan sebagai PNS itu susah-susah gampang.

Menurut saya, kesempatan emas mengatur keuangan sebagai PNS saat single. Karena nanti kebiasaan mengatur uang akan menjadi hal biasa. Sebenarnya berlaku untuk jenis pekerjaan apapun, hehe.

Saat ini saya sudah 26 tahun. Mulai bekerja tahun 2013. Saya akan membagikan cara mengatur uang ala saya sebagai ASN.

Adapun yang akan saya bahas ada 7 hal, yaitu :

  1. Cara mengatur gaji bulanan
  2. Utang
  3. Memilih investasi
  4. Menciptakan pendapatan pasif
  5. Tips mencapai tujuan jangka pendek
  6. Kapan beli rumah?
  7. Jangan malu tampil sederhana

Cara Mengatur Gaji Bulanan

Mengatur gaji ini cukup menantang, terlebih lagi bagi yang tidak terbiasa sama sekali. Saya sendiri sudah berkomitmen untuk membuat alokasi gaji bulanan atau budgeting.

Setiap bulan saya langsung membagikan penghasilan ke masing-masing pos yang sudah saya tentukan. Adapun pos alokasi gaji saya yaitu :

  1. Biaya hidup (termasuk tagihan dan transportasi)
  2. Tabungan
  3. Dana darurat
  4. Investasi
  5. Asuransi
  6. Sosial (sumbangan/sedekah/infaq)
  7. Lain-lain (buku, jajan, nonton, makan di luar)

Masing-masing pos diatas sudah memiliki tempatnya sendiri seperti biaya hidup di rekening utama tabungan, dana darurat di deposito dan investasi langsung ke p2p lending atau saham.

Jika anda kesulitan membuat alokasi seperti diatas, berikut ini ada tips sederhana yang saya kutip dari instagram ZapFinance.

cara atur gaji untuk dari zapfinance
Alokasi Gaji Versi ZapFinance

Kalau versi saya sendiri sudah pernah dibahas lengkap pada Solusi Mudah Budgeting dan Mencatat Pengeluaran Bagi yang Kesulitan atau Pemalas.

Utang

Pasti anda tau di ASN itu adalah istilah “menyekolahkan SK”. Ini yang menjadi andalan para PNS.

SK dijadikan jaminan ke bank untuk memperoleh kredit atau pembiayaan. Cara ini sah-sah saja, asalkan peruntukan utang tepat. Gunakan sebagai utang produktif.

Sebenarnya, apapun pekerjaan anda, gunakanlah utang hanya untuk hal-hal produktif seperti membangun usaha, pembelian properti atau untuk pendidikan.

Pengalaman utang saya sendiri ada 2 yaitu pada saat membeli tanah dan membuat usaha warnet.

Membeli tanah. Saya membeli tanah tahun 2014 di kampung,- kampung tempat orangtua saya tinggal mengontrak. Tujuan pembelian tanah ini adalah untuk membangunkan rumah untuk orangtua saya. Rumah selesai dibangun April 2019.

Usaha warnet. Usaha ini saya rintis sejak tahun 2017 dengan mengajukan pembiayaan Rp 50 juta ke bank. Alhamdulilah warnet masih berjalan, kredit sudah lunas. Bahkan utang tersebut dibayar dari hasil warnet selama 2 tahun. Jadi, selama 2 tahun saya tidak menerima apapun dari warnet.

Seluruh penghasilan warnet untuk cicilan utang dan operasional. Barulah, sejak Juli 2019 saya bisa mencicipi hasil warnet ini setiap bulannya.

Sekali lagi, gunakan pinjaman sebagai utang produktif.

Memilih Investasi

Investasi pertama adalah tanah di tahun 2014. Saya membelinya di kampung dengan harga yang tidak seberapa. Saat itu saya belum tau tentang dunia finansial dan investasi. Sekarang investasi saya semakin beragam. Anda dapat explore lebih jauh di blog ini.

Biar saya beri tahu, anda dapat mencoba investasi ini : properti/tanah, waralaba, barang limited edition, emas, saham, reksa dana, deposito, p2p lending, dan crowdfunding.

Tinggal cari tahu, lalu pelajari.

investasi

Sebenarnya ada beberapa pertimbangan sebelum mulai investasi, yaitu : sejauh apa anda berani ambil resiko, apa tujuan investasi anda, apakah sudah punya dana darurat, apakah sudah punya pengetahuan dasar, punya dana berapa?

Nah, sederhananya saya rangkum seperti ini :

Jika anda punya dana lebih silahkan beli tanah/properti lalu sewakan atau beli barang limited edition.

Jika dana anda terbatas, pilih emas (tabungan emas mulai dari 0,01 gram), reksa dana/saham/p2p lending (mulai dari Rp 100.000), dan deposito (mulai dari Rp 1.000.000).

Anda yang tidak ingin resiko dan tetap dapat profit meskipun kecil, pilih emas, reksa dana pasar uang dan deposito.

Anda yang suka ambil resiko dapat memilih saham dan reksa dana saham/campuran.

Jika anda ingin memperoleh pendapatan pasif, anda dapat mencoba p2p lending, namun yang paling harus dipahami jenis investasi ini adalah paham resiko dan mitigasi resikonya!

Menciptakan Pendapatan Sampingan

Sebagai Pegawai Negeri Sipil yang bekerja Senin-Jumat mulai pukul 07.30 s.d. 17.00, tidak punya waktu untuk mengurus bidang usaha lain.

Sabtu-Minggu saya pilih sebagai me time. Saya menonton. berkumpul dengan teman, atau pun sekedar refreshing ke tempat wisata terdekat.

Namun begitu menjadi PNS tetap bisa mendapatkan penghasilan sampingan, usaha yang dipercayakan kepada orang lain, hobi yang dijalankan atau hasil investasi.

Bagaimana cara saya menghasilkan pendapatan sampingan? Ada 3 hal yang saya lakukan, warnet, blog, dan p2p lending.

Warnet sudah berjalan sejak 2017, dikelola oleh sang kakak. Setiap bulan saya memperoleh Rp 1.000.000/bulan.

3 cara saya peroleh penghasilan blog yaitu melalui jejaring iklan google adsense, tawaran kerja sama menulis dan referal produk investasi yang jika diakumulai sekitar Rp 500.000/bulan.

Terakhir p2p lending, per Desember 2019 lalu saya memperoleh Rp 1.000.000/bulan dari Amartha. Tahun ini saya belum menghitung ulang karena pindah ke platform lain.

Nah, anda dapat melakukan seperti yang sudah saya lakukan. Silahkan arahkan hobi anda menjadi ladang uang seperti fotografi, menulis, menonton film atau kegiatan lainnya.

Untuk usaha yang dipercayakan kepada orang lain, hmmm yang satu ini memang butuh rencana dan pertimbangan yang matang. Memilih usaha dan mencari orang yang tepat itu tidak gampang. Jadi, carilah usaha yang bisa anda kontrol dan orang yang dipercaya.

Terakhir, untuk investasi ada banyak jenis investasi terkini yang dapat anda lakukan. Sebelum berinvestasi pastikan cari refrensi terpercaya, terutama cek di OJK apakah terdaftar atau tidak. Pilih, lalu mulailah berinvestasi.

Baca : 3 Peluang Sumber Pendapatan Pendapatan Pasif

Tips Mencapai Target Finansial Jangka Pendek

Jenis jangka waktu finansial atau investasi terbagi 3 yaitu pendek dibawah 1 tahun, menengah 2-5 tahun, panjang diatas 5 tahun.

Adakalanya kita membuat target finansial di jangka pendek dibawah 1 tahun. Misalnya untuk menyiapkan DP rumah, modal menikah, dana travelling dan sebagainya.

Kebetulan ke 3 contoh diatas sedang dan sudah pernah saya lakukan.

Tahun 2019 saya melakukan perjalanan ke Azerbaijan dengan biaya sekitar Rp 20.000.000. Sementara itu, alokasi travelling saya hanya ada Rp 5 juta, maka saya memutuskan konsisten menyisihkan 3 juta selama 5 bulan.

Akhirnya perjalanan itu terealisasi karena dana tersebut akhirnya terkumpul. Saya menghabiskan 9 hari di Azerbaijan.

Perjalanan ke Azerbaijan

Yang ke 2 adalah menyiapkan DP rumah. Bulan lalu saya memutuskan untuk mengambil KPR rumah subsidi 36/98. DP-nya terbilang cukup terjangkau hanya Rp 7 juta dan menariknya bisa dicicil 2 kali. Nah, kebetulan saya memang punya tabungan sejumlah itu.

Yang ke 3 adalah mengumpulkan dana menikah. Saya punya target untuk mengumpulkan Rp 50 juta sampai akhir tahun 2020 ini. Per Februari 2020, baru terkumpul Rp 20 juta. Perjalanan mengumpulkan uang ini masih jauh.

Tips : Jika jumlah uang yang dikumpulkan lumayan besar, ada baiknya disimpan di dalam deposito atau reksa dana pasar uang.

Dalam hal ini saya memanfaatkan “deposito” dream saver tabungan Jenius BTPN agar dapat tercapai tepat waktu.

Dari cerita diatas, tips yang bisa anda lakukan dalam mencapai finansial jangka pendek yaitu :

Realistis. Dalam artian, jika memang yakin tidak terealisasi kurang dari 1 tahun, jangan ragu untuk evaluasi target, misal menjadi 2 tahun. Bisa jadi pada tahun berjalan, alokasi tidak cukup atau kebutuhan lain yang muncul dalam waktu bersamaan.

Konsisten. Yang namanya target harus komit. Jika sudah komit, maka akan terus konsisten agar target finansial tersebut bisa tercapai.

Tempatkan dengan benar. Seberapapun besar dana yang dialokasi untuk target jangka pendek ini, simpanlah di dalam reksa dana pasar uang atau deposito. Karena hitungan sudah seperti investasi jangka pendek.

Kapan Beli Rumah?

Sampai artikel ini terbit, saya belum punya rumah. Baru sebatas membayar setengah dari DP KPR rumah subsidi program pemerintah.

Apakah PNS boleh beli rumah subsidi? Tentu saja, Pemerintah mengizinkannya dengan syarat khusus seperti belum punya rumah dan punya gaji sekian. Saya memenuhi syarat ini.

Pada akhirnya saya mengambil rumah subsidi dengan 2 pertimbangan sebagai berikut :

  1. Lokasi yang tidak jauh dari kantor/strategis
  2. Cicilan KPR dapat ditutup dari pendapatan pasif

Sejujurnya saya ingin beli tanah dan membangun rumah dari 0 sesuai keinginan saya. Namun, tampaknya belum bisa terwujud saat ini. Harapannya semoga saya bisa membangun rumah impian bersama istri saya kelak.

Saya punya saran jika anda PNS dan ingin punya rumah :

Manfaatkan rumah dinas. Jika anda belum punya modal untuk beli rumah atau beli tanah, jangan ragu manfaatkan rumah dinas yang disediakan institusi tempat anda bekerja. Rumah dinas adalah fasilitas yang memang disediakan untuk pegawai, jadi jangan melewatkan jika ada kesempatan.

Pastikan cashflow bagus. Jika anda hendak KPR atau menggunakan pembiayaan, jangan sampai cashflow anda terganggu. Dalama artian, finansial anda tidak berantakan jika menyisihkan dana untuk cicilan KPR. Tidak masalah jika harus ngontrak, yang penting finansial dalam kondisi baik dulu.

Jangan Malu Tampil Sederhana

Yang terakhir ini paling penting. Sebagian masyarakat awam masih menganggap kalau jadi PNS itu enak. Pendapatan rutin setiap bulannya.

Anggapan masyarakat ini bisa membuat sang PNS yakin akan hal itu, namun pada kenyataannya gaji serba cukup. Nah, berangkat dari sini, malah anda beli sesuatu yang seharusnya tidak dibeli untuk membuktikan bahwa PNS itu betul-betul punya uang.

Mau dibilang banyak gaji, berapa sih ukuran banyaknya gaji PNS itu? Hadeeeuh.

Padahal SK yang tergadai di bank.

Dari masyarakat beralih ke lingkungan kerja. Budaya orang-orang kantor bisa membuat anda ikut-ikutan soal gaya hidup. Padahal, bisa jadi mereka memang banyak duit gegara orang kaya dari sononya atau pekerjaan sebenarnya enterpreneur, PNS hanyalah sampingan. Nah lho

Jadi mereka mampu nongkrong setiap hari, beli barang branded dan lain sebagainya.

Saya tidak malu tampil sederhana, karena saya berasal dari keluarga yang jauh dari kata sederhana. Sudah terbiasa dengan model hidup seperti ini. Saya tidak pernah memaksakan beli sesuatu yang memang sama sekali tidak sanggup.

Saya masih setia sama motor matic yang pernah saya dorong karena mogok.

Lingkungan kantor saya pun mendukung budaya sederhana. Tidak ada sesuatu yang mencolok. Tidak ada yang berlomba-lomba tampil mentereng soal harta. Semuanya masih dibatas wajar.

Manfaat hidup sederhana adalah finansial jadi sehat, tetap merasa cukup dan pandai bersyukur.

Penutup

Mengelola keuangan sebagai PNS itu unik. Karena banyak hal yang harus diperhatikan. Menjadi kaya sebagai PNS pun bukan hal yang mustahil jika anda mengelola uang dengan baik.

PNS sudah punya asuransi dan pensiun. Fasilitas berupa rumah dinas juga tersedia. Lingkungan mendukung untuk tetap tampil sederhana.

Demikian tips mengelola finansial sebagai ASN versi saya. Semoga dapat dijadikan inpirasi. Jangan lupa selalu bersyukur dan tidak iri kepada tetangga anda!

Hello Finance, Make It Fun!

Related Posts

Leave a Comment

13 comments

thya March 11, 2020 - 10:05 pm

sangat menginspirasi mas..
ku jadi pengen bikin juga “mengelola keuangan sebagai pegawai honorer” haha.. latah..

kalo investasi aku cuma berani investasi tanah dan emas aja. yg lainnya kurang paham jadi tak berani. etapi, sekarang harga emas lagi melonjak tajam. sedih.. huhu..

oya, ngomong2 kpr aku juga baru melunasi DP dan sudah mau akad si sebenernya tapi masih bingung cari bank yang cucok..

nungguin sharing dari mas sabda ternyata belum mulai kpr juga yaa.. hehe

Reply
Sabda Awal March 12, 2020 - 2:46 pm

Harus dung mbak, dibikin juga biar pegawai honorer bisa terbantu

soal KPR tunggu ya mbak, sepertinya akan saya tulis dalam waktu dekat

Reply
Priant Taruh March 11, 2020 - 11:45 pm

Kalau menurut saya poin “jangan malu tampil sederhana” itu harus banget dilakukan sih, soalnya kalau terlalu malu dan akhirnya ikut dengan pergaulan yang ada malah lebih besar pasak daripada tiang hehe.

Reply
Sabda Awal March 12, 2020 - 2:45 pm

Iya, kadang kita sulit berdamai sama lingkungan, akhirnya ikut2an deh

Reply
Hastira March 12, 2020 - 2:56 am

samapi sedetail gitu ya, baisanya pria mah suka cuek untuk soal beginian

Reply
Johanes Anggoro March 12, 2020 - 11:00 am

Luar biasa, menginspirasi mas. Aku baru disiplin soal keuangan sendiri baru 2 tahun ini. Memang agak telat sih, tapi ga ada salahnya kan. Apalagi masih single hehe.

Reply
Sabda Awal March 12, 2020 - 2:44 pm

Terimakasih atas apresiasinya.

Nah ini, meskipun telat, bukan berarti ga memulai, justru single jd momen yg tepat belajar finansial

Reply
Ary March 12, 2020 - 9:10 pm

Alhmdulillah sy juga ASN…alhmdulillah juga rumh udh beres…alhmdulillah juga udh 3x gnti mobil …
Yg jdi prtnyaan sy pgn pny usaha sampingn n investasi juga …
Mgkn mas sabda ada saran n masukan …

Reply
Sabda Awal March 15, 2020 - 7:04 pm

untuk investasi bisa baca-baca di menu investasi ya Mas, reksa dana, saham, atau peer to peer lending

Reply
CREAMENO March 13, 2020 - 4:26 am

As usual, postnya sangat bagus mas Sabda. Salut karena mas Sabda dengan usia yang sangat muda sudah concern dan focus pada financial plan yang mas punya 😀

Saya so far juga hidup based on budget yang saya buat setiap 3 bulan. Jadi sudah tau uangnya mau ke mana dan buat apa. Terus biar ada rem-nya ehehe jadi selalu saya susun budget plannya, sebelum melakukan pembukuan. Untuk investasi sendiri, saya ada pakai deposito, saham, reksadana, dan obligasi pemerintah. Belum pernah pakai emas ~

Memang yang paling penting itu harus punya prinsip dan target agar hidup lebih mudah, termasuk saat mengelola keuangan. Semangat terus dalam berbagi informasi, mas 😀

Reply
Reyne Raea March 15, 2020 - 4:53 am

Selalu takjub kalau ke sini, melihat anak mudah sadar financial, bukan berapa banyak pemasukan sebenarnya ya, tapi kegigihan mengikuti aturan sendiri.

Dan yang paling penting adalah jangan malu tampil sederhana.
Apalagi zaman sekarang, udah banyak banget peluang mencari uang sampingan ya.

Bahkan masih sekolah atau kuliah pun bisa cari uang 🙂

Reply
Fira Rahmani March 20, 2020 - 8:55 am

Widiih . . detail banget nih abang dalam hal managemen keuangan. . jarang – jarang cowok yang care ama hal beginian. . udah punya pasangan belum abang ? wkwkwkwk . . Kenalin bang aku fira, asli banyuwangi bang

Reply
Sabda Awal March 20, 2020 - 10:11 am

Belum punya nih. salah kenal jugaa Fira, abg asli Karo hhehe

Reply