Mengenal Sistem Pembagian Dividen Reksadana di Aplikasi Bibit

by Sabda Awal
Mengenal Sistem Pembagian Dividen atau Keuntungan Reksadana di Aplikasi Bibit

Pembagian dividen adalah hal yang umum di investasi saham. Biasanya, para emiten rutin membagikan dividen, baik itu 2 tahun sekali, 1 tahun sekali atau bahkan tidak sama sekali.

Tergantung dengan kebijakan (Rapat Umum Pemegang Saham).

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Seperti contoh dividen yang saya peroleh hasil investasi di saham PT Telkom ini.

Saya punya 4.400 lembar saham PT Telkom dan memperoleh dividen sebesar Rp 739.244.

Seperti yang saya sebut diawal artikel, pembagian dividen di saham adalah hal yang biasa. Tapi, bagaimana dengan pembagian dividen di reksadana?

Mungkin anda juga sedikit kaget. Apa iya di reksadana ada bagi-bagi dividen?

Ini adalah salah satu dividen yang saya dapatkan dari reksadana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A. Saya dapat Rp 66,7 per unit yang dibagikan pada tanggal 16 Juni 2021.

Pembagian dividen di Reksadana

Nah, mungkin masih sedikit asing ya tentang dividen reksadana. Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas tentang dividen reksadana.

Yuk, mari dibaca.

Pembagian Dividen di Reksadana

Bukan hanya saham yang membagikan dividen, tapi juga pada reksadana.

Didalam reksadana ada 3 cara pembagian dividen, yaitu :

1. Dividen diinvestasikan kembali

Sebagian besar reksadana menginvestasikan kembali dividen yang dibagikan (reinvesting), sehingga harga reksadana akan meningkat.

2. Dividen dibagikan dalam bentuk unit penyertaan

Pada contoh pembagian reksadana diatas, pembagian dividen dengan cara unit penyertaan kepada para investornya.

Dividen berbentuk unit penyertaan umumnya untuk reksadana pendapatan tetap (RDPT).

RDPT ini berisikan obligasi atau surat utang dan sukuk yang memberikan imbal hasil berupa kupon. Kupon ini bisa diberikan kepada investor reksadana dalam bentuk unit penyertaan baru.

3. Dividen dalam bentuk tunai

Layaknya pembagian dividen pada saham, pada jenis ini dividen reksadana akan dibagikan secara tunai.

***

Ini list reksa dana yang rutin ataupun pernah bagiin dividen:

  1. Manulife Obligasi Unggulan Kelas A
  2. Schroder Dana Mantap Plus II
  3. Batavia Dana Obligasi Ultima
  4. Eastpring Investments Yield Discovery Kelas A
  5. BNI-AM Dana Pendapatan Tetap Makara Investasi
  6. BNI AM Indeks IDX30
  7. Principal Total Return Bond Fund

Pengaruh Pembagian Dividen Terhadap NAV

NAV ( Net Asset Value) adalah nilai reksadana saat ini.

Komposisi NAV terdiri dari nilai portofolio reksadana (saham, obligasi, surat berharga pasar uang, serta deposito), ditambah dividen dan/atau kupon obligasi yang didapat, dikurangi biaya operasional reksadana.

Bisa dikatakan, NAV adalah harga bersih reksadana saat ini. Contohnya seperti Manulife Obligasi Unggulan Kelas A ini, harganya Rp 3.023,88 / unit (per 2 September 2021)

Contoh NAV

Setelah anda paham apa itu NAV, lalu kita akan hubungkan pengaruhnya dengan pembagian dividen.

Dividen yang dibagikan kepada nasabah diambil dari nilai aset reksadana itu sendiri. Sehingga, nilai NAV akan turun saat dividen dibagikan.

Coba deh lihat ini kembali, di tanggal 16 Juni 2021 ada pembagian dividen dalam bentuk unit penyertaan untuk reksadana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A.

pembagian dividen reksadana
Pembagian dividen reksadana

Jika kita lihat grafik secara keseluruhan, maka kelihatan tepat ditanggal 16 Juni 2021, harga reksadana ini turun (tanda panah).

Penurunan NAV

Panah pertama : penurunan NAV karena ada pembagian dividen.

Panah kedua : penurunan NAV karena ada pembagian dividen.

Jelas disini menunjukkan bahwa pembagian dividen membuat nilai NAV turun.

Berarti rugi dong? Oh, tentu saja tidak.

Efek dari pembagian dividen memang menyebabkan harga reksadana terkoreksi. Namun investor tidak mengalami kerugian dari koreksi karena mendapat bonus unit yang setara dengan penurunan tersebut.

Jadi, jangan terkecoh dengan grafik performa reksadana yang turun. Bisa jadi pada saat itu dibagikan deviden kepada para investor.

Fitur Info Pembagian Dividen di Aplikasi Bibit

Biasanya pedoman awal ketika saya melihat kinerja reksadana akan terpaku dengan grafik yang ditampilkan. Sayangnya, grafik-grafik yang sering kita lihat tidak memasukkan nilai dividen didalamnya.

Sehingga, grafik sering kali menunjukkan koreksi yang seolah-olah kinerja reksadana tersebut tidak bagus.

Nah, di dalam aplikasi Bibit untuk investasi reksadana sudah ada fitur ini. Kita dapat melihat pergerakan grafik reksadana, baik yang tidak memasukkan nilai dividen maupun yang telah memperhitungkan dividen didalamnya.

Agar kamu bisa semakin mudah dan lebih objektif dalam memilih produk reksa dana sesuai dengan performa terbaik.

Contohnya seperti ini.

Garis ungu : tanpa penyesuaian dividen.

Garis hijau : dengan penyesuaian dividen

perhitungan dividen reksadana

Berikut ini cara melihat performa reksadana yang sesungguhnya dengan memperhitungkan dividen di aplikasi Bibit.

Pertama, silahkan cari saham yang akan anda cek performanya. Ini salah satunya adalah reksadana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A yang akan saya lihat.

Pilih reksadana tersebut, lalu klik saja.

Btw, saya menggunakan website Bibit langsung untuk melihatnya. Tanpa perlu login lho.

Daftar produk reksadana di Bibit

Kedua, anda akan mengarah ke grafiknya. Lalu, klik tanda panah yang terdapat tulisan CAGR seperti tanda panah.

pembagian deviden reksadana
Klik tanda tanya pada CAGR

Ketiga, Beginilah grafik yang muncul. Garis warna hijau return yang memperhitungkan dividen yang dibagikan, sementara garis warna ungu tanpa memperhitungkan pembagian dividen.

Beginilah NAV (harga) di aplikasi Bibit disesuaikan dengan dividen agar anda dapat melihat imbal hasil yang lebih akurat dan mencermintakn return yang sesungguhnya.

Bagaimana dengan aplikasi lain?

Jika kita cek grafik di Bareksa dan IPOT, fitur ini belum ada disana. Grafiknya masih berupa performa reksadana tanpa memperhitungkan dividennya.

Berikut ini saya bandingkan reksadana Manulife Obligasi Unggulan Kelas A dengan tampilan grafik di Bibit, Bareksa dan IPOT.

Grafik di Bibit

Grafik di Bareksa

Grafik di IPOT

chart ipotfund

***

Demikian ulasan tentang pembagian dividen dalam investasi reksadana.

Anda jangan terkecoh dengan koreksi yang ditampilkan lewat grafik. Koreksi bukan berarti kinerja reksadana tersebut turun, bisa jadi pada saat itu dibagikan dividen dalam bentuk unit penyertaan.

Tidak semua aplikasi memiliki fitur ini. Umumnya, mereka hanya menampilkan grafik tanpa memperhitungkan dividen yang dibagikan.

Sedangkan, pada aplikasi Bibit sudah memiliki fitur ini, sehingga anda dapat melihat performa reksadana yang sesungguhnya.

Related Posts

Leave a Comment

6 comments

Bondan Murdani Soleh September 5, 2021 - 7:52 pm

untuk yang di Ipot gambarnya kurang jelas ya kak karena tidak ada keterngan nilai harganya. tapi sepertinya sama. untuk reksadana di Ipot apakah jika di kurangi dengan biaya nav tadi

Reply
Sabda Awal September 6, 2021 - 10:36 am

Untuk grafik yang ada di IPOT belum memperhitungkan nilai dividen.

Reply
Hastira September 7, 2021 - 3:08 am

makasih sharingnya

Reply
Vinny October 1, 2021 - 8:45 am

Kalau dari 3 jenis pembagian dividen, Bibit menggunakan sistem yang mana ya? Saya masih belum paham nih. Lalu waktu saya liat laporan lengkap pembagian Dividen Bibit, dituliskan ada pembelian unit tambahan. Nah, itu dananya diambil dari mana ya? Apakah dari profit yang saya dapatkan dari reksana terkait (mengingat saya tidak pernah membelikan pembelian tambahan). Makasih!

Reply
Sabda Awal October 16, 2021 - 10:05 am

Ketiganya mbak, tergantung dari jenis produk reksadananya.

Reply
Budak Duit Indonesia October 8, 2021 - 1:42 am

Wah jadi paham, selama ini bingung kalau dapat defiden dari Bibit. Ternyata bisa di cek dari garis grafik warna hijau dan ungu. Terima kasih informasinya 🙂

Reply