Mudahnya Pantau Investasi di Aplikasi Bibit Pakai Fitur Performa Portofolio

by Sabda Awal
Mudahnya Pantau Perkembangan Investasi di Aplikasi Bibit Pakai Fitur Performa Portofolio

Apakah anda sering memantau perkembangan investasi anda? Bagaimana performanya, untung atau rugi, jumlah penjualan, pembelian dan lainnya?

Saya sendiri rutin mengecek investasi saya, baik itu saham, reksadana maupun p2p lending. Menurut saya memantau portofolio investasi adalah hal wajib yang harus dilakukan.

Bisa saja produk investasi yang dipilih tidak memberikan hasil maksimal, sehingga kita dapat mengambil tindakan cepat, entah dengan menjual atau melakukan switching untuk mengganti produk yang lebih baik.

Misalnya dalam investasi reksadana yang beragam, terkadang saya tidak hanya membeli 1 jenis reksadana saja. Tapi, disesuaikan dengan tujuan investasi. Entah itu reksadana saham, pasar uang, RDPT, reksadana campuran atau lainnya.

Katakanlah saya ingin melihat laporan investasi secara keseluruhan. Apakah bisa melihat dan memantau jika isian portofolio yang isinya beragam seperti ini ?

Seperti gambar dibawah ini, saya investasi di 3 produk berbeda : Pasar Uang, Obligasi dan Saham. Apa bisa melihat performa investasi secara keseluruhan?

Jawabannya bisa!

Saya bisa melihat performa investasi saya secara keseluruhan. Kebetulan saya menggunakan Bibit untuk investasi yang menyediakan fitur khusus memantau performa portofolio.

Kalau di aplikasi lain sih saya belum tahu bisa atau tidak.

Oh ya, jika anda berminta investasi di Bibit, ini ada koleksi tulisan aplikasi Bibit disini.

Nah, gambaran Performa Portofolio seperti gambar dibawah ini.

Performa Portofolio adalah laporan investasi yang Bibit hadirkan untuk anda yang ingin melihat kinerja Manajer Investasi mengelola dana anda secara keseluruhan.

Pada laporan ini, anda dapat melihat grafik pergerakan nilai investasi dalam periode tertentu, ringkasan portofolio, hingga alokasi investasi.

Cara Melihat Performa Portofolio

Cara menggunakan fitur ini gampang sekali. Setelah anda login ke aplikasi Bibit, pilih Portofolio, lalu klik Lihat Performa Portofolio.

Tapi perlu diingat, fitur ini dapat muncul jika anda sudah bertransaksi 4 kali atau telah berinvestasi 1 bulan di Bibit sejak transaksi pertama.

Tampilan performa portofolio seperti gambar dibawah ini.

Anda dapat menampilkan grafik berdasarkan periode waktu tertentu. Ada 1 hari, 1 bulan, tahun ini, 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, hingga seluruh priode.

Ringkasan Portofolio

Sampai saat ini portofolio reksadana saya sudah Rp 7.579.669. Setiap bulan saya beli reksadana, minimal Rp 100.000. Iya, nominalnya memang kecil, tapi sudah tidak terasa nilainya sudah cukup besar, bukan?

Hal ini semakin mudah sih, karena Bibit menyediakan fitur Nabung Rutin (Dollar Cost Averaging) yang bisa autodebet.

Btw, fitur Performa Aplikasi ini bisa bikin saya mengetahui seluruh histori investasi sejak pertama kali investasi di Bibit. Ini contohnya, saya berikan perbagian dan nomor pada gambar dibawah ini.

Nomor 1 : Modal investasi saat ini di Bibit

Nomor 2 : Total keuntngan yang diperoleh

Nomor 3 : Total pembelian reksadana sejak pertama kali. *Ternyata banyak juga ya..hehe

Nomor 4 : Total penjualan reksadana yang saya lakukan

Tentu saja informasi ini sangat membantu bagi para investor seperti saya. Eh, sebenarnya informasi ini penting untuk semua investor kok, hehe.

Menghitung Keuntungan Terealisasi

Keuntungan Terealisasi yang ada di nomor 2 diatas adalah jumlah keuntungan/kerugian yang didapatkan setelah penjualan unit reksadana.

Keuntungan/kerugian yang didapatkan dari transaksi switching juga akan diakumulasikan disini.

Untuk lebih jelasnya, saya akan memberikan contoh sebagai berikut.

***

Pada bulan September, saya membeli reksadana A sebesar Rp 100.000. Pada saat itu harga (NAV) reksadananya Rp 1.000/unit, sehingga saya mendapatkan 100 unit reksadana A.

3 Bulan berikutnya, saya beli lagi reksadana A sebesar Rp 200.000, sedangkan harganya Rp 1.200/unit, sehingga saya mendapatkan 166,667 unit.

Jadi, total reksadana yang saya punya 266,667 unit dengan harga rata-rata Rp 1.124,99 / unit (Rp 300.000 / 266,667 unit).

Jelang setahun berikutnya, ternyata harga reksadana A naik menjadi Rp 1.500/unit. Lalu, saya putuskan untuk menjualnya sebanyak 100 unit.

Sehingga perhitungan keuntungan terealisasinya

  • Hasil beli di awal : Rp 1.124,99 x 100 unit = Rp 112.499
  • Hasil penjualan : Rp 1.500 unit x 100 unit = Rp 150.000
  • Keuntungan (Harga Jual – Harga Beli) = Rp 37.501

***

Bagaiamana jika reksadana dengan USD?

Semua reksadana USD akan dikonversikan menjadi rupiah berdasarkan kurs saat pembelian (untuk harga beli) dan kurs saat penjualan (untuk harga jual) dengan menggunakan acuan kurs pada Bank BCA.

Sehingga akan ada kemungkinan selisih apabila waktu pencairan dana dari bank penampung terlambat atau menggunakan acuan kurs selain dari Bank BCA

Alokasi Portofolio

Menu berikutnya adalah alokasi portofolio. Anda dapat melihat besaran porsi investasi yang anda lakukan, mulai dari pasar uang, obligasi, saham dan lainnya.

Seperti punya saya ini, yang porsinya 3% Pasar Uang, 73% Obligasi, dan 24% Saham.

Penutup

Saya berkesimpulan bahwa fitur Performa Portofolio yang disediakan aplikasi Bibit ini sangat membantu para investor untuk melihat dan memantau pergerakan investasi.

Bagi saya, bukan sekedar melihat, tapi saya bisa mengambil tindakan atau evaluasi jika dirasa performanya kurang maksimal. Sehingga saya bisa menjual atau melakukan swicthing.

Tapi perlu diingat, fitur ini dapat muncul jika anda sudah bertransaksi 4 kali atau telah berinvestasi 1 bulan di Bibit sejak transaksi pertama.

Jadi, bagaiman? Apakah anda tertarik dengan fitur ini? Jika iya, silahkan download aplikasi Bibit di google atau apple store dan mulailah berinvestasi.

Related Posts

Leave a Comment