Pengalaman Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah

by Sabda Awal
pengalaman investasi p2p lending syariah

[Update 13 Januari 2019] Pembaharuan Informasi : update informasi tentang regulasi pada Ammana, Indves sudah tidak dapat diakses lagi, update nilai investasi saya dan jenis akad yang paling banyak digunakan,.

Memiliki passive income atau pendapatan pasif merupakan impian banyak orang. Alasannya sederhana, anda tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk menghasilkan penghasilan.

Untuk mempresentasikan passive income itu dalam kalimat mungkin bisa dengan : saat anda tidur pun uang mengalir ke rekening anda!

Terkesan berlebihan? Tentu saja tidak!

Namun, untuk menciptakan pendapatan “otomatis” ini, tidak dapat dimulai dengan se-otomatis itu pula. Dalam artian dibutuhkan usaha, waktu dan modal disaat akan memulainya.

Ada banyak cara untuk memperoleh passive income. Dari sekian banyak yang masih saya rahasiakan, salah satunya akan dibahas dalam artikel ini. Sementara itu, cara lainnya akan saya bahas kemudian.

Sejauh ini saya sudah melakukan 4 dari 6 upaya passive income yang saya ketahui. Sebelumnya yang sudah saya bahas adalah memperoleh pasive income melalui deviden saham.

Tujuan akhir dari semua itu adalah mencapai kebebasan finansial tanpa harus bekerja lagi. Sisa hari yang dijalani hanya untuk membangun waktu berkualitas bersama keluarga dan menjalankan hobi serta berkarya.

Jenis Passive Income yang Menjanjikan

Salah satu passive income yang menjanjikan dan tidak akan pernah rugi yaitu meminjamkan uang lalu memperoleh bunga di dalamnya 😁.

Isitlahnya membungakan uang.

Berminat mencoba? *waduhh jadi rentenir nih.

Praktek ini sudah dilakukan sejak dulu antara perorangan. Seiring berjalannya waktu lalu munculah sistem modern seperti bank dan fintech P2P Lending.

Eits… saya pribadi tidak menyarankan cara ini. Karena menurut agama saya Islam melarang praktek riba. Anda juga dapat membaca blog ini, semua produk keuangan yang saya ambil sesuai syariah. InsyaAllah berkah.

Tetapi, saya tetap ingin produk seperti ini : menginvestasikan uang dan mendapatkan imbal hasilny.

Kira-kira ada tidak ya produk yang seperti ini tapi bukan riba?

Jawabnya ada! Yaitu P2P Lending Syariah. Saya akan berbagi informasi fintech P2P Lending Syariah yang ada di Indonesia dan pengalaman saya dalam mangambil produk ini. Sebelumnya, mari kita berkenalan dengan P2P Lending terlebih dahulu.

Disclousur : Tulisan ini mengandung link refferal. Saya akan memperoleh komisi jika anda melakukan aksi (melakukan pendanaan) melalui link tersebut tanpa mengurangi manfaatnya sedikitpun untuk anda.

Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah

Apa itu P2P Lending?

Peer to peer (P2P) lending adalah pemberian dana dari pemodal (lender) kepada peminjam (borrower).

Untuk mempertemukan lender dan borrower ini, hadirlah fintek P2P Lending sebagai pihak ke-3 yang memfasilitasi secara online. Contoh finansial teknologi P2P Lending yang saya ketahui antara lain Koinwork, Asetku, Investree, Amartha, dan Ammana.

Terkadang fintek ini disebut juga sebagai marketplace P2P Lending untuk para borrower. Pasalnya, fintek ini menampilkan daftar borrower, lalu para lender dapat memilih borrower mana yang ingin didanai.

Sangat mirip dengan olshop, permisalannya sebagai berikut :

  • Lender seolah-olah konsumen/pembeli
  • Borrower seolah-olah produk/barang
Contoh marketplace P2P Lending
Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
Marketplace Amartha
Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
Marketplace Indves
Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
Marketplace Investree

Nah, untuk menjadi lender cukup mudah, sama halnya saat anda mendaftar sebagai pembeli di marketplace serta menyiapkan ktp, npwp (opsional) dan akun rekening tabungan.

Sementara itu, untuk menjadi borrower cukup ketat, bahkan dibutuhkan agunan sebagai syarat pendaftaran.

Fintek P2P Lending juga menerapkan sistem scoring untuk borrower, mulai dari A, B, C, dan D. Semakin ke kanan, profit dan resiko semakin tinggi. Penyaringan borrower dilakukan secara ketat untuk membuat rasa nyaman dan aman bagi para Lender.

Oleh sebab itu saya lebih nyaman membiayai borrower yang memiliki grade A saja. Artinya, profitnya kecil dan resiko gagal bayar sangat rendah.

Prinsip P2P Lending Syariah

Ada beberapa prinsip yang diterapkan dalam P2P Lending Syariah :

  1. Larangan bunga
  2. Pembagian resiko
  3. Kemurnian kontrak kerjasama.

Adapun akad yang digunakan adalah Murabaha, Ijarah, Hiwalah, Musyarakah dan Mudharabah.

Ada 4 perusahaan P2P Lending Syariah yang saya ketahui yaitu…

Baca juga : 8 Daftar Peer to Peer Lending Syariah yang Terdaftar OJK

Amartha.com
Borrower pada Amartha merupakan kelompok ibu rumah tangga yang diberdayakan untuk membangun ekonomi dengan konsep tanggung-renteng. Artinya, Setiap anggota akan menanggung bersama-sama terhadap anggota yang berpeluang gagal bayar.

Ammana.id
Borrower pada Ammana terdiri dari lembaga keuangan mikro syariah (BMT, Kopsyah, BPRS).

Indves.com
Borrower pada Indves merupakan perseorangan atau kelompok yang berdomisili di Jabodetabek dan Bandung yang melakukan kegiatan usaha. Sayangnya, situs ini tidak lagi dapat diakses saat saya coba pada 13 Januari 2019.

Investree Syariah
Borrower pada Investree Syariah merupakan personal dan bisnis.

Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah

ย 

Resiko dan Profit P2P Lending Syariah

Resiko yang mungkin dihadapi adalah gagal bayar dari pihak borrower karena usaha yang dijalankan mengalami kerugian.

Meskipun perusahaan P2P Lending sudah melakukan penyaringan yang ketat terhadap borrower, namun peluang gagal bayar tetap saja bisa terjadi. Oleh sebab itu jika anda menjadi Lender sebaiknya pahami dengan baik bidang usaha yang akan dijalankan oleh borrower.

Ada juga yang menyediakan fasilitas Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) yang akan menjamin dana anda kembali sebesar 75%. Tentu saja anda harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk memperoleh jaminan tersebut.

Besaran profit tergantung dengan kesepakatan awal, mulai dari 10% s.d 30% pertahun.

Karena saya baru terjun di dunia P2P Lending syariah bulan lalu, saya belum berani investasi dalam jumlah besar. Dalam percobaan ini saya mendanai pada nominal Rp 1.400.000,- di 2 perusahaan yang berbeda.

Saya melakukan pendanaan peternakan unggas senilai Rp 1.000.000 dengan tenor 25 minggu (sekitar 6 bulan), estimasi imbal hasil Rp 75.000.

Jika dilihat dari nilai laba yang dihasilkan tampak sangat kecil, namun…

…saya bukan orang yang melihat imbal hasil melalui nilai melainkan persentase.

Besaran profit yang saya peroleh dari simulasi diatas adalah 7,5%. Jika disetahunkan 15%! Ini merupakan hasil investasi yang cukup tinggi, jika dibandingkan dengan investasi properti yang mana kenaikan harga properti sendiri sebesar 20% per tahun, maka P2P Lending Syariah tidak kalah menjanjikan.

Sementara itu, Rp 400.000-nya saya danai pada toko perhiasan emas dengan tenor 12 bulan dan estimasi imbal hasil Rp 72.000.

P2P Lending Syariah yang Saya Gunakan untuk mendapatkan passive income

Saya mendaftar pada ke-4 P2P Lending Syariah diatas. Semata-mata untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing perusahaan. Dari ke empat perusahaan tersebut, realisasi pendanaan baru saya lakukan pada Amartha.com dan Ammana.id saja.

Catatan : ke 4 fintek ini mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Alasannya begini…

Indves.com

Marketplace full, tidak ada yang bisa didanai. Saya jadi bingung, apakah Indves masih beroperasi atau tidak. Karena tidak dapat diakses, mungkin saja sudah tutup.

Investree Syariah

Perlu diketahui bahwa investree itu ada yang konvensional dan syariah. Untuk registrasi, tetap diarahkan ke investree.id, artinya tidak terpisah dengan yang syariah.

Untuk marketplace, borrower dengan prinsip syariah ditandai dengan ikon syariah.

Investasi pada Ammana.id

Saya sempat 2 kali menghubungi Ammana melalui email dan whatsapp, namun tidak ada tanggapan. Padahal pertanyaan saya cukup penting. Karena hal ini saya sempat mengurungkan niat untuk mencoba Ammana, namun akhirnya 4 hari kemudian barulah pertanyaan saya dijawab.

Jadi, akhirnya saya mencoba Ammana.id

Ketika mengunjungi situs Ammana anda akan langsung tahu jika P2P Lending ini berkonsep syariah. Di homepage ditampilkan jenis-jenis akad yang digunakan dengan hashtag #TanpaRiba.

Untuk mendaftar sebagai mitra (borrower) haruslah sebagai lembaga perwakilan dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah, bisa BMT, Kopsyah, dan BPRS. Untuk registrasi langsung melalui website. Saya sendiri kurang tahu syarat pasti untuk menjadi mitra.

Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
Protofolio Ammana

Sementara itu untuk registrasi sebagai Lender hanya tersedia melalui aplikasi. Jadi anda harus download aplikasinya terlebih dahulu melalui Google Play dan App Store. Siapkan foto ktp dan npwp.

Belum banyak informasi yang saya dapatkan dari Ammana. Saya sudah coba “ubek-ubek” websitenya namun informasinya masih cukup minim.

Berdasarkan marketplace, seluruh tenor pembiayaan selama 12 bulan. Cicilan pokok dan cicilan laba akan dibayarkan setiap bulan.

Uniknya pembiayaan dapat dilakukan sebagian dengan pembagian 1 unitnya senilai Rp 100.000. Misalkan untuk pembiayaan Rp 1.000.000 akan tersedia 10 unit, Rp 2.000.000 akan tersedia 20 unit dan seterusnya.

Anda dapat membiayai 1, 2, 3 maupun seluruh unit. Tentu saja, laba sesuai dengan jumlah unit yang dimiliki. Makin banyak unit, makin banyak laba yang akan diperoleh.

Artinya, seorang borrower dapat saja dibiayai oleh beberapa Lender.

Perlu diketahui, untuk pembiayaan unit Rp 100.000 Lender dikenakan Rp 10.1000.
Rp 1.000 = 1% nya merupakan upah pencairan.

[Update] Kini nilai 1 unit adalah Rp 50.000 dengan updah pencairan 1% atau Rp 500.

Di Ammana saya membiayai toko perhiasan emas dengan total pembiayaan Rp 2.000.000. Saya ambil 4 unit senilai Rp 40.4000. Karena saya mulai di akhir Mei, belum ada progres portofolio yang bisa saya tunjukan.

Update hasil investasi Ammana Mei 2019. Saya tidak pernah melakukan top up lagi

update hasil investasi di ammana

Update hasil investasi Ammana Mei 2019, Tanpa top up lagi

Amartha.com

Sejauh ini saya tidak mendapatkan informasi bahwa Amartha terdaftar di Dewan Syariah Nasioal sebagai penegasan bahwa prinsip yang digunakan adalah syariah.

Meskipun begitu dalam penjelasan pada blognya Amartha menjabarkan tentang akad syariah yang digunakan, mendapatkan anugerah penghargaan Fintek Syariah dari Republika dan berdasarkan user experience saya sendiri, sebelum mendanai akan ada perjanjian akad yang digunakan. Nah, perjanjian ini saya review apakah sesuai syariah atau tidak.

Saya suka dengan fasilitas chatting secara live yang dimiliki oleh Amartha. Responnya cukup cepat.

Selain itu, Amartha melakukan pemberdayaan terhadap para borrower yaitu sekelompok ibu rumah tangga untuk meningkatkan prekonomian. Yang saya salut adalah sistem-tanggung rentengnya. Yaitu, setiap anggota akan membantu anggota lain apabila berpeluang gagal bayar.

Ditambah lagi Amartha menyediakan pilihan Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) yang menjamin 75% dari dana pemodal akan dikembalikan apabila borrower gagal bayar.

Amartha sangat memudahkan bagi Lender. Pasalnya, menerapkan sistem cicilan pokok dan laba yang dibayarkan setiap minggunya.

Contoh *hanya sekedar contoh…

Pembiayaan ternak bebek Rp 1.000.000, tenor 25 minggu, estimasi laba Rp 75.000.

Artinya, setiap minggu borrower akan membayar cicilan pokok Rp 40.000 dan cicilan laba Rp 3.000.

Portofolio Amartha

Update Hasil Investasi Di Ammana dan Amartha

Untuk Ammana, saat ini nilai investasi saya sebesar Rp.3000.000 dengan estimasi bagi hasil Rp 504.755.

Terhitung Januari ini saya tidak akan menambah investasi saya di Ammana karena mau fokus di Amartha saja.

Sementara di Amartha, per Januari uang yang sudah saya investasikan Rp 27.000.000 dengan imbal hasil Rp 3.445.000. Hingga akhir 2019 nanti saya akan terus fokus di Amartha.

Malah saya memasang target hingga memperoleh profit Rp 1.000.000/bulan.

Pengalaman Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah

Kebanyakan Akad yang Digunakan Adalah Murabaha

Saya amati pada Amartha dan Ammana, saya belum pernah menemukan jenis akad lain selain Murabaha.

Ada komentar menarik dari pengunjung pada tulisan ini
“Jika memang menggunakan bagi-hasil dan larangan riba, mengapa di awal akad ditetapkan nilai profitnya?”

Memang penetapan profit diawal dan bersifat tetap maka seolah-olah sama saja dengan pinjam meminjam yang menggunakan sistem riba.

Untuk kebanyakan akad menggunakan akad murabaha.

Menurut definisi Ulama Fiqh Murobahah adalah akad jual beli atas barang tertentu. Dalam transasksi penjualan tersebut penjual menyebutkan secara jelas barang yang akan dibeli termasuk harga pembelian barang dan keuntungan yang akan diambil.

Murabahah adalah perjanjian jual-beli antara lender (pemberi pinjaman) dengan borrower (peminjam). Lender membeli barang yang diperlukan borrower kemudian menjualnya kepada borrower yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara lender dan borrower.

Kemudian, harga perolehan + margin keuntungan ini dibayarkan oleh borrower dengan cara dicicil dengan tenor tertentu.

Contoh:
Contoh nyata adalah KPR syariah adalah pembiayaan yang dilakukan oleh bank untuk pembelian rumah.

  1. Nasabah mengajukan KPR rumah ke bank.
  2. Bank membeli rumah dari developer lalu menjual kembali rumah tersebut ke nasabah dengan tambahan margin didalamnya.
  3. Bank memberikan kemudahan kepada nasabah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu.

Maka dari penejelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penetapan profit diawal dapat dilakukan dan sesuai dengan prinsip syariah.

Oh ya, jika anda mendaftar melalui link referral saya, maka anda dan saya akan sama-sama mendapatkan bonus Rp 100.000 berlaku untuk satu kali penggunaan. Anda dapat mengecek pada menu rekening.
amartha bonusJangan lupa, siapkan foto ktp dan npwp (opsional) saat pendaftaran.

Jika seandainya anda membiayai senilai Rp 1.000.000, dengan bonus ini anda hanya perlu mendanai Rp 900.000 saja.

Setelah mendaftar mungkin anda akan melihat marketplace kosong karena semua borrower telah terdanai, anda dapat menggunakan fitur chat live untuk menanayakan jadwal update borrower terbaru agar tidak kehabisan mitra nantinya.

Yuk, daripada mubazir, mari sama-sama diuntungkan. Silahkan daftar sebagai Lender di Amartha melalui link referal ini.

Kesimpulan

  • P2P Lending merupakan salah satu cara memperoleh passive income dengan imbal hasil yang cukup tinggi.
  • Hadirnya P2P Lending Syariah sebagai opsi untuk memperoleh passive income secara halal.

Demikian ulasan saya tentang P2P Lending Syariah. Semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Comment

96 comments

Vanisa Desfriani June 26, 2018 - 2:49 am

kalo leading gini sha masih belum berani sih. Baru berani nyoba reksadana. Ada yg dpt keuntungan krn unitnya naik. ada yg loss jugaa. Masih lebih tertarik buat diputerin modal usaha sendiri, lebih cepet dpt untungnya ๐Ÿ˜€

Reply
Adhi Hermawan June 27, 2018 - 1:11 am

Aku paling dengan konten yang fokus kayak gini, jadi gak perlu bingung kalo lagi cari blogger yang fokus di finansial.

Fokus selalu ya… semoga sukses…

Reply
himawan sant June 27, 2018 - 9:18 am

Berkunjung ke blog mas Sabda ini selalu berhasil nambah wawasan tentang keuangan.
Diulas detil, mudah dimengerti.

Reply
joko June 27, 2018 - 2:33 pm

ini semacam afiliasi ya kak cuma beda bahasa aja gitu

Reply
Ahmad Zaelani June 27, 2018 - 9:49 pm

Tapi memang pernah juga sih denger semacam ini, kalau konsep bagi hasil dan sama ikhlas dengan itu yang boleh katanya sih hehe,,, daripada kita pinjem sama rentenir kan ?? kadang sekarang banyak yang pake label syariah tapi prakteknya tetep riba2 juga, yah namanya juga masyarakat konservatif, jadi kadang sangat hati2,
kadang saya juga sebelum nyoba sesuatu yang erkaitan dengan hal2 semacam ini nanya dulu sama ust lokal hahah,,, bener dan enggaknya, tapi kalau liat konsep macam yang sudah dijelasin di atas, menurutku masuk akal juga, apalagi kan itu sistemnya bagi hasil

Reply
Anisa Ae June 28, 2018 - 5:56 am

Wah bagus nih ada passive income berbasis syariah

Reply
(sulis) bunda raka-alya June 28, 2018 - 5:56 am

Baru ngerti aku mas..
Oh..iya, klo aku nabung di bank biasa…itu klo aku dapat lebihan bunga…namanya riba ya…? Tapi kan pihak bank mberinya ikhlas…sama kayak ketika tabunganku kepotong buat admin…

Soale bank terdekat dr rmh ya bank biasa…

Reply
farida June 29, 2018 - 3:40 am

wah ada banyak ternyata ya. terimakasih infonya ๐Ÿ™‚

Reply
Nur Rochma June 29, 2018 - 11:27 am

Sayapun senang kalau dapat passive income. Apalagi kalau bisa syariah. Lebih tenang menjalankan.

Reply
Idris Hasibuan June 30, 2018 - 11:01 am

Sistemnya syariah jadi yang takut riba bisa mencoba investasi di Ammana.id.

Reply
Affan Ibnu Rahmadi June 30, 2018 - 11:01 am

nah people to people..
apalagi ada jaminan dari jamkrindo meskipun hanya 75%..
nah kalo bank kan dijamin LPS maksimal 2M, kalo sistem ini ada jaminan yang berupa maksimal nilai uangnya kah?

kakv-santi(dot)blogspot.com

Reply
Bunda Erysha (yenisovia.com) June 30, 2018 - 11:01 am

Wah enak ya uang ngalir terus dan syariah lagi. Cuma untuk memulainya di awal butuh usaha banget ya Mas. Karena sgala sesuatu pasti gmna usaha kitanya. Sukses buat Mas Sabda

Reply
Ceritaeka June 30, 2018 - 3:30 pm

Hmm menarik ya

Reply
Ikrom Zayn July 1, 2018 - 3:50 am

masalah syariah ini agak rancu
tapi beberapa investasi di atas bisa jadi alternatif

Reply
Andrie Kristianto July 1, 2018 - 12:40 pm

wahhhh bener banget nih, kepengen nyoba yang kek ginian.. kalo investasi masih ke emass dibanyakin dulu… sepertinya yang gini juga bagus :v

Reply
Fanny F Nila July 1, 2018 - 12:40 pm

Mas, yg amartha ditulis, krn sistemnya syariah, jadi kalo gagal bayar, akan ditanggung bersama. Intinya kerugiannya dibagia rata yaaa? Berarti kita sebagai lender ga dpt pengembaliannya juga?

Tratrik sih, aku skr jd sedikit paham dengan sistem investree dkk nya ini. 1 org temenku ada yg pindah ke investree. Pdhl tdnya dia kerja di citibank dgn posisi udh lumayan tinggi.

Kalopun aku mau bergabung pgn jd lender juga sih. Tapi sebelum itu mau baca2 lagi lbh banyak. Biar makin ngerti sistem dan alurnya

Reply
Riza Alhusna July 2, 2018 - 11:19 am

Saya malah belum begitu tertarik sama invest model gitu. Mungkin karena belum begitu paham.

Reply
Reyne Raea July 2, 2018 - 11:57 pm

Saya rasa gak ada seorangpun yang menolak pasive income.
Tulisan ini bermanfaat banget buat orang-orang yang tertarik pada pasive income.

Cuman satu hal yang harus dipahami, usaha apapun itu pasti ada yang namanya naik turun.
Dan biasanya pasive income ada dalam sistem MLM ๐Ÿ™‚

Reply
Djangkaru Bumi July 4, 2018 - 12:26 am

Membaca resiko gagal bayarnya ini yang membuat saya jadi lemas. Dikampung saya dulu juga pernah ada hal seperti itu, eh akhirnya bangkrut, mayoritas gagal bayar.

Reply
ramadani idaham July 5, 2018 - 11:48 am

Resiko dibagi dan hasilnya dibagi, gua rasa adil hehe

Reply
Tira Soekardi July 11, 2018 - 4:16 am

makasih sharingnya, informatif

Reply
Ilham Sadli July 11, 2018 - 12:05 pm

aku juga mungkin bakalan milih yang syariah….

Reply
Sabda Awal's Blog July 15, 2018 - 6:02 am

kalau reksadana menrut saya tidak akan terlihat hasilnya dalam jangka pendek. memang harus disimpan jangka panjang.

gimanapun Usaha akan menghasilkan untung lebih cepat.

Reply
Sabda Awal's Blog July 15, 2018 - 6:03 am

bukan afiliasi, ini adalah konsep pembiayaan kekinian yang dimediasi oleh pihak ke 3.

profit diperoleh dari bagi hasil usaha yang dilakukan

Reply
Sabda Awal's Blog July 15, 2018 - 6:05 am

jaminan yang kita berikan sebesar 1% dari nilai pembiayaan. Misal pembiayaan Rp 1.000.000, jaminan yang kita serahkan Rp 10.000

Reply
Sabda Awal's Blog July 15, 2018 - 6:07 am

P2P lending syariah diatas, kalau rugi ya ditanggung bersama. Ada akad yang harus disetujui sebelum pembiayaan. Ada baiknya sebelum membiayai perhatikan bisnis yang dijalankan oleh borrower.

Investri sendiri sama seperti bank konvensional dengan menerapkan bunga. Kecuali, yang pinjaman syariah investree

Reply
maschun July 16, 2018 - 6:18 am

wah bisa jadi rekomendasi juga nich untuk mendapatkan penghasilan tambahan

Reply
Mas Nuz July 26, 2018 - 8:09 am

Wah, bermanfaat sekali ini, mas.
Terima kasih banyak ilmunya ya.
Mau coba juga deh.

Salam
@nuzululpunya

Reply
Dwi Wahyudi July 28, 2018 - 5:43 am

Itu beneran syari'ah Bang? Saya kemarin sempat ngetes di KoinWorks, menghasilkan juga sih. Tapi ya itulah, ragu2 pula karena hitungannya bunga kan. ๐Ÿ™‚

Reply
Sabda Awal's Blog July 29, 2018 - 2:37 am

setahu saya koinwork ga syariah.

yg saya tahu syariah hanya ammana dan amrtha saja

Reply
Riski Saputra September 5, 2018 - 9:29 am

Terima Kasih bang Sabda..

Ditunggu informasi tentang passive income selanjutnya hehe

Reply
Anonymous September 13, 2018 - 1:05 pm

Wah mantap nih… tentang income

Kalau setahu ane untuk p2p lending syariah/bagi hasil :

Ammana
crowde.co
indves.com skrg berubah jadi qazwa.id
kapitalboost
investree

Ini yg tetbaik.
Yang lain RIBA semua

Reply
Krisna Hndy September 14, 2018 - 4:31 am

terima kasih infonya..

btw skarang crowde skarang ada pilihan bagi hasil n komoditasnya ril/pertanian, jadi spengetahuan sy prinsipnya syariah.

indves or qazwa sma" ga jelas alias minim info (profil, team member, info kontak), jadi ragu…

Reply
Anonymous September 22, 2018 - 6:46 am

Untuk Memantapkan hati, saya masih ragu dengan sistem ini, mohon pencerahan…

1. Dijelaskan di atas jika prinsip syariah adalah "Pembagian risiko dan tidak ditetapkan keuntungan sejak awal". Namun dalam keterangan-keterangan setelahnya kita bisa tahu keuntungan yang akan kita dapat nantinya dan ada penetapannya secara jelas. misakan jika kita pinjamkan 1.000.000 maka 12 bulan kedepan kita akan dapat keuntungan 15% atau Rp. 150.000,-

2. Konsep bagi hasil. Menurut saya bagi hasil adalah pembagian keuntungan dari hasil usaha. kita tahu bahwa usaha itu pasti hasilnya tidak tentu. bisa rugi, bisa sedikit, bisa banyak. Nah.. dengan konsep di atas seakan-akan sipeminjam dipaksa harus mendapatkan hasil 15%. Jika usahanya ndak bisa menghasilkan sampai 15% maka si peminjam dipaksa tetap memberikan 15% salah satu caranya adalah dengan tanggung renteng di mana uang yang di kembalikan ke kita bukan dari hasil usaha yang kita biayai tapi dari usaha orang lain (Nah.. itu bagaimana). Dan bagaimana juga jika usahanya berkembang pesat hingga keuntungan bisa mencapai 80% atau lebih. Bagaimana prinsip bagi hasil ini…? Nampak lebih mirip seperti hutang yang harus dibayar dengan bunga 15% (Entah kamu bangkrut atau berhasil kembalinya ya harus 15%)

3. Investasi berakhir jika si investor menarik modal. Maka seharusnya jika investor meng-investkan dananya di toko emas. maka selama toko emas itu masih beroperasional maka investor akan terus mendapatkan deviden atau menanggung rugi. namun dengan sistem di atas seakan-akan investor dipaksa untuk menarik modal dalam kurun waktu misalnya 6 bulan atau 12 bulan. (Kembali lagi, saya berpikir ini seperti sistim hutang berbunga)

mohon pencerahannya…
saya bingung dan berpikir cukup keras tentang konsep ini…
terima kasih

Reply
Sabda Awal's Blog September 24, 2018 - 2:49 pm

1. ada beberapa prinsip yang diterapkan oleh amartha, Aqad Al Murabaha, Al Ijarah, serta Al Hiwalah, yang disesuaikan dengan tujuan pengajuan pembiayaan.

Untuk kebanyakan perjanjian menggunakan akad murabaha.
Menurut definisi Ulama Fiqh Murobahah adalah akad jual beli atas barang tertentu. Dalam transasksi penjualan tersebut penjual menyebutkan secara jelas barang yang akan dibeli termasuk harga pembelian barang dan keuntungan yang akan diambil.

contoh:
Dalam perbankan Islam, Murobahah merupakan akad jual beli antara bank selaku penyedia barang dengan nasabah yang memesan untuk membeli barang. Dari transaksi tersebut bank mendapatkan keuntungan jual beli yang disepakati bersama. Selain itu murobahah juga merupakan jasa pembiayaan oleh bank melalui transaksi jual beli dengan nasabah dengan cara cicilan.

Dalam hal ini bank membiayai pembelian barang yang dibutuhkan oleh nasabah dengan membeli barang tersebut dari pemasok kemudian mejualnya kepada nasabah dengan menambahkan biaya keuntungan (cost-plus profit) dan ini dilakukan melalui perundingan terlebih dahulu antara bank dengan pihak nasabah yang bersangkutan.

Pemilikan barang akan dialihkan kepada nasabah secara propisional sesuai dengan cicilan yang sudah dibayar. Dengan demikian barang yang dibeli berfungsi sebagai agunan sampai seluruh biaya dilunasi.

2. Saya rasa sudah terjawab pada poin 1. Menggunakan akad Murabaha.

3. Saya rasa sudah terjawab pada poin 1. Menggunakan akad Murabaha.

Reply
Ryan Isra October 8, 2018 - 4:35 pm

tambahannya untuk anonim:

Iya, itu cukup membingungkan kalau di terapkan ke akad musyarokah, karena hasil selalu berbeda. Kalo di Murabahah keuntungan sangat bisa diprediksi (tapi peluang resiko untuk rugi tetap melekat)

Kalau akadnya musyarokah, prosentase nya fix sekian %, dari hasil laba bersih, ini ga bisa dipastikan keuntungan bulanannya sama sekali.

Jadi kalau bagi hasil di akad musyarokah 15% kalo untung, kalo rugi ditanggung sesuai porsi modal, kalau melejit sampai 100% labanya ya tetap 15% dari laba bersih.

Tidak ada paksaan kembali 15% kalau rugi secara normal (tapi kalo ruginya abnormal, misal lalai, teledor, dll maka dipaksa 15% untuk kembali ke investor)

3. harusnya investor bisa trus lanjut jika usaha berlanjut, ini penentuan teknis aja sih dari fintech nya sendiri.

Reply
Ryan Isra October 8, 2018 - 4:35 pm

justru ketika ada resiko gagal bayar itu lah yang bener-bener syariah mas…
makanya kita perlu cross-check apakah di pengusaha ini credible atau cuma ecek-ecek…
kalau murni gagal bayar karna rugi, ya tanggung bersama
tapi kalo murni karna keteledoran, ya itu ditanggung si pengusahanya…

intinya kalau sudah ke ranah syariah harus ada keadilan di sana…

Reply
Sabda Awal's Blog October 10, 2018 - 2:19 am

Terimakasih atas jawabannya

Reply
Anonymous October 24, 2018 - 2:31 am

sebenarnya dari namanya saja sudah aneh, p2p lending, yg namanya lending berati jelas pinjam meminjam, dan menurut pemahaman saya segala bentuk tambahan dalam pinjam meminjam adalah RIBA. saya sendiri tertarik tapi ragu dengan ini, sama seperti komen anon diatas, sistemnya terlihat seperti pinjaman berbunga walaupun istilahnya berbeda

Reply
Sabda Awal's Blog October 24, 2018 - 2:34 am

Saya sudah sampaikan jenis akad yang digunakan itu sesuai ketentuan Islam.

Ada beberapa akad yang digunakan dalam sistem P2P Lending Syariah, namun yang paling umum menggunakan akad Murabahah untuk perdagangan/usaha.

Murabahah adalah perjanjian jual-beli antara lender (pemberi pinjaman) dengan borrower (peminjam). lender membeli barang yang diperlukan borrower kemudian menjualnya kepada borrower yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara lender dan borrower.

Kemudian, harga perolehan + margin keuntungan ini dibayarkan oleh borrower dengan cara dicicil dengan tenor tertentu.

Namun, jika anda ragu maka tinggalkan

Reply
walidin November 4, 2018 - 9:01 am

Kalau dari cerita di atas bagus juga unyuk alternatif investasi. Thanks for sharing. Saya kepengin juga sih.

Reply
SURYANDI December 30, 2018 - 10:01 am

mantappp penjelasannya…

Reply
dudukpalingdepan December 30, 2018 - 10:01 am

Finally ngerti juga saya tentang P2P lending yang sempat rame dibahas netijen. Bagus sih kalau ada yang syariah dengan akad bagi hasil. Tapi belum berani, masih nyobain saham dulu.

Reply
Anonymous January 9, 2019 - 8:19 am

Berati hanya masalah istilah aja ya sebenernya mas? Mungkin bila memang menggunakan akad jual beli gitu lebih baik untuk disebut dengan p2p financing ya dibandingkan p2p lending

Reply
Asmurcom January 15, 2019 - 7:51 am

Wow return dari p2p lending tidak bisa disepelekan ya

Reply
Adin Ikhwan January 18, 2019 - 10:04 am

mas, tolong diulas juga dong perihal keamanan berinvestasi di Amartha khususnya. kalau ada review juga Investree. makasih.

Reply
SURYANDI January 21, 2019 - 11:39 am

sya cukup tertarik dengan investasi di amartha . apakah ada trik tersendiri untuk mendanai ??

Reply
Sabda Awal's Blog January 23, 2019 - 2:19 am

Baik akan saya pertimbangkan

Reply
Sabda Awal's Blog January 23, 2019 - 2:20 am

Triknya pilihlah sektor produktif dengan skor A atau B saja. Karena ada juga sektor non produktif seperti biaya sekolah dan renovasi rumah.

Reply
Adin Ikhwan January 25, 2019 - 6:20 am

mas, di amartha tuh 1 orang peminjam hanya untuk 1 orang lender ya? bener gak gitu? makasih.

Reply
Anis Anastasia Perwitasari January 29, 2019 - 8:18 am

Salam kenal. Terima kasih artikelnya. Saya pernah mendengar tentang P2P tetapi buta soal ini.
Jika saya ingin mencoba, mana yang disarankan dari berbagai perusahaan P2P itu, mana yang paling direkomendasikan? lalu adakah tekoemnadasi untuk yang no syariah?
Satu lagi, saya mengamati tentang produk2 film Indonesisa (spt Aruna dan lidahnya, Keluarga Cemara dll) yang dananya dari Ideosource.Apakah Ideosource semacam perusahaan P2P?
Oh ya, jika ingin bergabung di salah satu perusahaan P2P itu apakah Mas Sabda punya nomer kontaknya.Ingin mulai mencoba
Terima kasih banyak.Anda luar biasa dalam berbagi pengetahuan.

Reply
Sabda Awal's Blog January 29, 2019 - 8:20 am

yang non syariah bisa di koinwork dan investree mbak, P2P lending ini sudah terdaftar di OJK.

saya tidak tau ttg Ideosource malah baru dengar pertama kali istilah ini

Reply
Sabda Awal's Blog February 11, 2019 - 3:56 am

Bisa dibilang begitu mas… seorang lender membiayai secara penuh 1 borrower… tapi kalau punya banyak ya bisa biayai banyak borrower kok

Reply
Adin Ikhwan February 19, 2019 - 4:59 am

berarti di Amartha gak bisa patungan ya mas? misalnya 1 peminjam bisa didanai oleh beberapa lender gitu?

Reply
Sabda Awal's Blog February 19, 2019 - 5:00 am

betul mas

Reply
Anonymous March 2, 2019 - 5:33 am

Sy lihat di web amartha kok tdk ada sama sekali kata2 syariah

Reply
Sabda Awal's Blog March 2, 2019 - 5:33 am

silahkan browsing lebih banyak tentang akad yang digunakan.

https://blog.amartha.com/investasi-syariah-di-amartha-bagi-hasil-bagi-rugi-hindari-riba/

Reply
Liza May 23, 2019 - 11:02 am

Bang, update donk hasil provitnya di Ammana. Makasih

Reply
Sabda Awal May 23, 2019 - 4:36 pm

sudah diupate ya

Reply
Irfan August 14, 2019 - 4:15 am

1. Itu link nya not found 404. Saya coba cari di tag: produk investasi syariah juga tidak ada artikelnya. Apakah amartha telah menutup bagian syariah nya ya?

2. Untuk meihat-lihat project pendanaan di amartha harus registrasi dulu kah? sedangkan di amanna bisa lihat project pendanaan walau tanpa registrasi.

Reply
Sabda Awal August 15, 2019 - 11:41 am

1. benar mas, sepertinya sudah dihapus.
2. untuk melihat project memang harus login terlebih dahulu

Reply
HENI Ajaa March 18, 2019 - 4:31 am

Aku jg br bljr dptkan bagi hasil dgn slh st bank syariah tp hnya Dlm btk deposito sj .walaupun hrs sbr minimal aman dan halal. Dah itu aj

Reply
Prima G Chandra March 18, 2019 - 8:51 am

Mirip reksadana ya, dari sisi konversi nilai uang ke dalam unit.

Saya juga mempertanyakan hal serupa terkait penetapan profit dilakukan di awal. Bukannya prinsip syariah itu adalah berbagi resiko juga?

Kalau sudah ditetapkan di awal, bukannya itu nggak adil? Kalau pas borrower rugi, dia mau ga mau harus mengembalikan pokok + bunga (imbal balik)…borrower dirugikan.

Sebaliknya, pas borrower untung, si lender 'hanya' mendapatkan pokok dan imbal balik sesuai kesepakatan…lender dirugikan.

Malah, kalau seperti ini apa bedanya dengan yang non-syariah/konvensional?

Reply
atha May 13, 2019 - 6:00 am

Murabahah itu jual beli mas. Bukanbagihasil. Pahami dong konsepnya. Baca utuh. Misal aku butuhmodal buat beli kambing sejuta. Aku ngajuin di amatha, Sama lender di amartha itudibelikan kambing sejuta, dijuallah kembing sejuta itu ke aku seharga sejuta tiga ratu. Itu keuntungannya 300 ribu adalah hasil jual beli, bukan bagihasil.

Reply
Tira Soekardi March 21, 2019 - 1:29 am

makasih sharingnya

Reply
Anonymous April 3, 2019 - 11:51 am

mas sabda diatas tertulis target profit 1.000.000/bulan, berarti ini wes bermodal di angka 80jt dong ya dengan asumsi profit 15% per tahun, lumayan ya hehehe

Reply
5 Fase Finansial Seseorang, Dimanakah Posisi Anda Berada? - BlogSabda.com April 18, 2019 - 8:11 am

[…] saya lakukan secara rutin setiap bulan. Alhamdulillah sudah menghasilkan sekitar Rp 500.000-an dari P2P Lending Syariah. […]

Reply
Pilih Earn More atau Spend Less? Mana yang Harus Dilakukan? - BlogSabda.com April 19, 2019 - 8:54 am

[…] Misal, memiliki properti lalu menyewakannya, mendapatkan deviden dari saham, margin keuntungan dari p2p lending, atau […]

Reply
Benarkah Tabungan Emas Pegadaian Rugi? Begini Pengalaman Saya - BlogSabda.com April 20, 2019 - 9:45 am

[…] pengecekan harga emas hingga sekarang, harganya cenderung naik. Meskipun kenaikannya tidak sebesar P2P Lending yang memiliki profit flat. Berikut ini saya tampilkan histori harga emas di Indonesiaย  dalam kurun […]

Reply
Biaya Saya Membuat Blog di Blogger, Wordpress dan Hosting - BlogSabda.com April 23, 2019 - 7:39 am

[…] Memiliki blog dengan tampilan profesional serta pendukung fitur yang lengkap secara tidak langsung akan mendongkrak branding seorang blogger. Jadi, menurut saya mengeluarkan uang untuk blog sangat layak. Hitung-hitung sebagai investasi karena bisa menghasilkan uang passive income. […]

Reply
Demo Trading Saham Gratis Dengan Modal Virtual Rp 100.000.000 - BlogSabda.com April 26, 2019 - 8:07 pm

[…] Investasi P2P Lending Syariah […]

Reply
Cara Mudah, Murah dan Aman Investasi Emas - BlogSabda.com May 1, 2019 - 10:51 am

[…] bisa diinvestasikan pada tanah, properti, emas, deposito, asuransi unitlink, saham, reksadana , P2P Lending dan sebagainya. Dengan menyebar dana diberbagai instrument maka resiko kerugian dapat diredam […]

Reply
Dapat THR Tidak Harus Investasi, 5 Hal Ini Peruntukan Sebenarnya! - BlogSabda.com May 3, 2019 - 7:20 pm

[…] THR berlebih, boleh diinvestasikan, ke P2P Lending yang tidak butuh modal besar […]

Reply
Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan? Begini Plus Minusnya - BlogSabda.com May 4, 2019 - 10:16 am

[…] Jika anda ingin investasi, dapat anda lakukan sendiri dibanyak pilihan instrumen investasi. Seperti saham, reksadana, atau sekedar menjaga nilai uang dari gerusan inflasi anda dapat membeli emas, atau lebih dari itu untuk menghasilkan passive income melalui P2P Lending. […]

Reply
Inilah 4 Kesalahan Finansial Yang Saya Lakukan, Apakah Anda Juga? - BlogSabda.com May 5, 2019 - 8:36 am

[…] Hingga akhir tahun 2019 nanti, saya akan fokus investasi di P2P Lending syariah. […]

Reply
Pilihan Investasi Terbaik Untuk Rp 5 Juta Pertama Anda - BlogSabda.com May 5, 2019 - 8:53 am

[…] Jauh berbeda dengan kondisi saya sekarang. Investasi saya semakin beragam. Mulai dari saham, reksadana, emas,ย  dan P2P Lending Syariah. […]

Reply
5 Saran Finansial Untuk Anda Yang Baru Bekerja - BlogSabda.com May 5, 2019 - 10:05 am

[…] investasi yang bisa anda lakukan, bisa itu tanah, rumah, properti, saham, reksadana, emas, atau P2P Lending. Perlu saya tegaskan, bahwa investasi itu tidak perlu modal besar, bahkan anda bisa memulainya dari […]

Reply
Tri Mahardika May 15, 2019 - 11:21 am

Mau nanya Min, kenapa lebih fokus di Amartha apakah ada kelebihan dibanding Ammana? Padahal saya baru saja join Ammana dan hari ini baru terverifikasi (termasuk cepet banget karena baru tadi malem saya daftar). Dan hari ini pun saya baru mulai mendanai, baru nyoba dikit2 sih 50 rb dan 100 rb. Kira2 mulai terlihat hasilnya kapan min? Makasih.

Reply
Sabda Awal May 15, 2019 - 6:17 pm

Amartha lebih lama berdiri dibandingan ammana, selain itu amartha pakai sistem tanggung renteng, ada opsi jamkrindonya juga. Terakhir, ada program bonus dan kode voucher yang sering dibagikan

Reply
Tri Mahardika May 16, 2019 - 12:25 pm

Tapi kenapa untuk Bank yg dipakai untuk Amartha malah blm Bank Syariah? Menurut Anda, kira2 prospek kedepan bagaimana untuk Ammana? Terima kasih.

Reply
Sabda Awal May 16, 2019 - 7:21 pm

Kalau soal bank silahkan tanya ke amartha langsung.
Ammana prospeknya juga bagus, baru saja merilis pembiyaan pabrik kain dengan nilai yang besar

Reply
Tri Mahardika May 17, 2019 - 10:37 am

Makasih banyak infonya mas.

Irham May 16, 2019 - 11:14 am

informasinya sangat bermanfaat, sangat memperkaya wawasan. Semoga jadi amal jariyah ilmunya

Reply
Rizki June 25, 2019 - 4:59 pm

Alhamdulillah nemu tulisan ini. Saya mau memulai p2p landing syariah semoga berkah

Reply
Sabda Awal June 25, 2019 - 7:06 pm

Amiin semoga berkah

Reply
Rizki June 28, 2019 - 3:28 pm

Mas bahas dana syariah indonesia dong. Disana lebih bnyk pendanaan utk properti, bnyk tenor yg cuma 5 bulan saja dgn total dana yg dibutuhkan ratusan juta.. Bagaimana resikonya? pendana dpt invest mulai 1jt infonya

Reply
Sabda Awal June 29, 2019 - 5:42 pm

InsyaAllah kedepannya akan coba saya review, tapi setelah saya coba ya ๐Ÿ˜€
soalnya masih ada jenis investasi lain yang ingin saya coba dan saya bagikan

Reply
Yanri July 18, 2019 - 7:13 pm

Pak saya sdh daftar amartha dgn referal sampeyan. Pertanyaan ku:
1. Dimna ngecek bonus?
2. Ajari saya p2p, aman gak?

Reply
Sabda Awal July 18, 2019 - 7:18 pm

1. bonus dapat di cek di menu rekening Pak, bagian bonus, kalau Bapak memang daftar melalui referal saya, bonus akan bernilai Rp 100.000
2. amartha aman karena sudah terdaftar di OJK, yang harus diperhatian tentang resiko pendanaan saja.

Reply
Miftah July 25, 2019 - 10:14 am

mas sabda skrng masih jadi pendana amartha kah

Reply
Sabda Awal July 25, 2019 - 10:16 am

masih mas

Reply
budi August 10, 2019 - 9:38 am

klo gabung di amartha dan misalkan saya berinvestasi sebesar 1jt, brpa kira-kira yang akan saya dapatkan perbulannya dan bagaimana cara keuntungannya.
terima kasih

Reply
Sabda Awal August 11, 2019 - 2:01 pm

Informasi yang plaing update sekarang, minimal investasi 2,5 juta, jika investasi sebesar ini maka akan dapat Rp 325.000 dalam setahun. Cara keuntungannya akan dibayar perminggu selama 50 minggu. Jadi, setiap minggunya margin dapat Rp 6.500,

Reply
Yohan August 24, 2019 - 4:19 pm

Saya juga seorang lender tetapi di P2P konvensional (koinworks, investree, dan akseleran), Saat ini mau fokus di akseleran aja lantaran return nya juga lumayan serta tidak kena pajak yang pasti.

Yang baru saya sadari adalah P2P syariah, saya agak ragu di awal, sebenarnya sejak awal tahun saya sudah searching sana sini, tetapi tidak ada yang cocok. But not least, terima kasih banget loh atas review nya

Reply
Sabda Awal August 24, 2019 - 9:25 pm

masih sharingnya mas, P2P lending syariah ada banyak juga kok, tapi saya pribadi baru nyobain 2 saja

Reply
4 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Gaji Kecil - BlogSabda.com December 11, 2019 - 8:38 am

[…] unitlink baru saya lakukan di awal tahun 2016. Reksadana saya mulai tahun 2018 dan konsisten di P2P Lending Syariah dan deposito tahun […]

Reply