Mengenal Tuntas SBN Ritel : Untung Tinggi, Resiko Minim!

by Sabda Awal
Apa itu SBN Ritel

Bulan September lalu momen pertama kalinya saya investasi SBN ritel. Saya menyesal, kenapa tidak dari dulu saya tau produk investasi ini.

Imbal hasil yang tinggi, resiko yang minim.

Sebuah kombinasi investasi yang jarang-jarang ditemui. Biasanya produk investasi pasti sejalan, jika profitnya tinggi maka resikonya juga tinggi, begitu juga sebaliknya.

Saya membeli Sukuk Ritel 13, salah satu SBN Ritel yang diterbitkan tahun 2020 dengan kupon 6,05% p.a. Memang nominal yang saya beli tidak begitu besar, hanya Rp 10.000.000 saja.

Sudah menjadi kebiasaan, jika mau mencoba sebuah investasi pasti saya pelajari dulu. Setelah paham, barulah saya tulis pada artikel ini.

Bahkan saya membuat bahasan berbentuk video di channel youtube saya.

Pada tulisan ini, saya akan bahas tuntas tentang SBN Ritel, mulai dari pengertian, jenis, keuntungan, resiko, dan cara investasinya.

Harapannya, setelah baca ini anda jadi berminat investasi SBN Ritel. Selamat membaca!

Apa itu SBN Ritel?

SBN atau Surat Berharga Negara terdiri dari 2 jenis yaitu ritel dan non-ritel.

Yang saya bahas hanyalah yang ritel saja, karena jenis SBN Ritel yang ditawarkan kepada individu dengan status WNI. Artinya, kita sebagai warga negara hanya dapat berinvestasi di SBN Ritel saja.

SBN Ritel adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah yang isinya merupakan pengakuan utang kepada WNI sehingga pemerintah berkewajiban mengembalikan pokok dan membayar kupon.

Pokok adalah modal awal ketika anda membeli SBN Ritel. Misal, membeli Rp 1 juta, berarti utang pokok pemerintah Rp 1 juta kepada anda.

Kupon adalah imbal hasil, keuntungan, imbalan, bunga atau hasil investasi SBN Ritel.

Pengembalian pokok dan kupon ini bersifat pasti karena sudah dijamin oleh undang-undang. Sehingga, tidak ada resiko gagal bayar!

Jenis-Jenis Surat Berharga Negara Ritel

Surat Berharga Negara Ritel cuma ada 4 produk, yaitu

  1. Saving Bonds Ritel (SBR)
  2. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
  3. Sukuk Ritel (SR)
  4. Sukuk Tabungan (ST)
Apa itu SBN Ritel
Produk SBN Ritel

Masing-masing produk tersebut hanya sedikit saja perbedaannya. Secara garis besar hanya dibedakan berdasarkan konvensional dan syariah saja.

Konvensional atau disebut sebagai Surat Utang Negara : Saving Bonds Ritel (SBR) dan Obligasi Ritel Indonesia.

Syariah atau disebut Surat Berharga Syariah Negara : Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan.

Jenis Kupon

Kupon tetap : Obligasi Ritel Indonesia dan Sukuk Ritel.

Artinya, sejak pertama kali terbit sampai jatuh tempo, nilai kuponnya tetap. Misalkan untuk ORI 18, kupon tetapnya 5,7% p.a. Sejak terbit hingga jatuh tempo di angkat 5,7%.

Kupon mengambang : Saving Bonds Ritel dan Sukuk Tabungan.

Artinya, kuponnya dapat berubah-ubah. Namun, pemerintah menetapkan nilai bawah kupon sehingga kupon tidak akan lebih rendah dari nilai yang ditetapkan.

Likuiditas

Likuiditas sifat suatu produk/barang dapat dijualbelikan di pasar.

Disebut likuid ketika dapat dijualbelikan, tidak likuid saat tak dapat diperjualbelikan.

Tradable (dapat diperdagangkan) : Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel (SR).

Artinya, setelah masa kepemilikan tertetu, anda dapat menjual SBN Ritel ke tempat awal anda membeli meskipun belum jatuh tempo.

Untradable (tidak dapat diperdagangkan) : Saving Bonds Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST)

Artinya, setelah anda beli pertama kali beli dari Pemerintah, maka anda harus memegangnya hingga jatuh tempo berakhir. Namun, pemerintah memberikan fasilitas early redemption yang memungkinkan anda mencairkan maksimal 50% pokok.

Baik yang tradable ataupun untradable ini dapat memberikan pilihan saat anda butuh uang mendesak dengan menjualnya kembali atau menggunakan fitur early redemption.

Kesimpulan.

  1. ORI & SR = likuid
  2. SBR & ST = tidak likuid
Jenis SBn Ritel

Keuntungan SBN Ritel

Ada 2 keuntungan yang anda dapatkan ketika berinvestasi SBN ritel.

Pertama, dapat kupon.

Kupon akan ditransfer langsung ke rekening bank yang di daftarkan setiap bulan.

Contoh siimulasi perhitungan kupon SBN Ritel.

ORI 18 punya kupon tetap 5,70% pertahun. Misalkan, anda beli ORI 18 sebanyak Rp 10 juta. Maka, dalam setahun dapat Rp 570 ribu. Tinggal dikalikan saja.

Hasil ini potong pajak 15%. Sehingga, bersih setahun dapatnya Rp 484.500.

Maka, tiap bulannya anda akan memperoleh Rp 40.375. (Hasil bersih dibagi 12 bulan)

Kedua, membangun negeri

Seluruh negara ini dibiayai oleh APBN, tapi mau tidak mau. APBN pasti tidak cukup.

Maka, sering kita mendengar pemerintah menerbitkan utang. Nah, salah satu bentuk utang tersebut adalah SBN Ritel.

Utang yang unik, karena pemerintah berutang kepada warga negara sendiri.

SBNI Ritel banyak digunakan untuk proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pendidikan, taman nasional, laboratorium, proyek keagamaan dan lain-lain.

Kebayang, saat proyek pembangunan dimulai, maka akan banyak tenaga kerja terserap. Orang-orang memperoleh gaji, sehingga ekonomi tetap bergerak.

Belum lagi, ketika proyek selesai dibangun. Infrastruktur dapat digunakan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Intinya, jika infrastruktur tersedia, maka ekonomi akan terus bergerak.

Resiko

Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengembalikan pokok dan membayar kupon.

Pokok dan kupon ini pasti akan dibayar oleh pemerintah karena sudah dijamin dalam Undang-Undang SUN, SBSN dan APBN.

Maka, dapat dikatakan resiko gagal bayar tidak ada sama sekali.

Tapi…

Ada yang namanya resiko pasar. Yaitu potensi kerugian ketika anda menjual SBN Ritel pada pasar sekunder.

SBN Ritel yang sifatnya tradable ini dapat naik dan turun. Jika anda menjual lebih rendah daripada saat beli, maka anda akan rugi.

Sebenarnya resiko pasar ini dapat dihindari ketika anda menyimpan SBN Ritel hingga jatuh tempo.

Cara Investasi SBN Ritel

Penawaran perdana SBN ritel tidak selalu ada. Maka dari itu saya sarankan untuk mengikuti instagram Kementerian Keuangan dan DJPPR karena 2 instansi ini yang menerbitkan SBN Ritel.

Instansi tersebut akan selalu update informasi jika ada produk SBN Ritel terbaru.

Untuk investasi SBN ritel dengan membeli pada mitra distribusi yang ditunjuk oleh pemerintah. Bisa itu perbankan, perusahaan sekuritas, finansial teknologi maupun agen penjual reksa dana.

Misalkan, untuk ORI 18.

Anda harus mengunjungi situs Kementerian Keuangan tentang ORI 18. Silahkan googling saja dengan kata kunci “Kemenkeu ori 18”.

Lalu gulir ke bawah halaman hingga dapat Mitra Distribusi seperti gambar dibawah ini.

cara investasi sbn ritel
Contoh mitra distribusi ORI 18

Terakhir, anda pilih ingin investasi SBN Ritel dimana. Lalu, hubungi customer servicenya untuk proses lebih lanjut.

Pengalaman Investasi

Saya membeli SBN Ritel di bank Mandiri. Kebetulan, kantor saya bekerja sama dengan bank Mandiri soal payroll gaji.

Mereka kami undang untuk menjelaskan tentang Sukuk Ritel 13 saat itu.

Setelah itu saya diminta mengisi form pendaftaran berbentuk hardcopy. Selang 3 hari kerja, saya memperoleh user id dan password untuk login ke situs SBN Mandiri.

Selanjutnya, saya langsung memesan SBN Ritel sebanyak Rp 10.000.000.

Tulisan lengkapnya, anda dapat membaca Pengalaman Investasi Sukuk Ritel 13.

Hal-Hal yang Sering Ditanyakan

Berapa lama tenor SBN Ritel?

ORI dan SR : 3 tahun, SBR dan ST : 2 tahun

Berapa minimal investasi?

Mulai kelipatan Rp 1.000.000 s.d. Rp 3 Miliyar/WNI

Bagaimana cara investasi SBN Ritel?

Untuk berinvestasi SBN Ritel, anda harus memilih mitra distribusi terlebih dahulu. Kemudian, silahkan hubungi suctomer service untuk informasi lebih lanjut.

Apakah SBN Ritel rugi?

Pengembalian pokok dan pembayaran kupon dijamin oleh Undang-Undang, sehingga tidak ada resiko gagal bayar.

Kemungkinan rugi ada, ketika anda mencoba menjual di pasar sekunder.

Penutup

SBN Ritel adalah salah satu instrumen investasi berupa surat berharga yang ditawarkan oleh pemerintah untuk WNI.

Produk ini sangat menarik, karena imbal hasil yang cukup tinggi dan resiko minim. Sekaligus, anda dapat berkontribusi untuk membangun negeri.

Ada 4 produk dari SBN Ritel yaitu Saving Bonds Ritel, Obligasi Ritel Indonesia, Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan.

Demikian ulasan saya tentang Surat Berharga Negara Ritel, jika anda punya pertanyaan silahkan tinggalkan di kolom komentar. Selamat berinvestasi!

Related Posts

Leave a Comment

6 comments

Asep Rohimat October 20, 2020 - 12:12 am

Apakah SBN Ritel ini memang punya Negara (BUMN)? atau hanya ngikut nama negara saja? kok saya baru mengenalnya ya?

Reply
Sabda Awal October 20, 2020 - 5:56 am

SBN Ritel diterbitkan oleh pemerintah. Surat pengakuan utang dari pemerintah.

Reply
Hastira October 20, 2020 - 2:35 am

makasih sharingnya

Reply
Zaki October 20, 2020 - 1:01 pm

Iya sih bener ini, cuma pengalaman saya ROI nya memang tak besar tapi sangat stabil

Reply
Himawan Sant October 24, 2020 - 11:48 am

Adanyajaminan kepastian tanpa gagal bayar dari pemerintah inilah yang bikin nyaman, tidak was was ya mas ..
Menarik juga SBN inj.

Reply
Rudi Chandra October 24, 2020 - 1:03 pm

Terima kasih buat infonya Mas.
Mantap nih, bisa investasi sekaligus ikut ambil bagian dalam membangun negeri. Apalagi investasinya juga minim resiko.

Reply