3 Strategi Jitu Investasi Reksadana yang Perlu Dilakukan Untung Maksimal

by Sabda Awal
3 strategi investasi reksadana

Setiap orang yang berinvestasi pasti pengen untung yang maksimal. Saya juga sih hehehe. Entah itu untuk tujuan investasi jangka panjang ataupun pendek.

Tapi, pada kenyataannya dunia investasi tidak seperti itu. Berfluktuasi,- naik dan turun sehingga butuh strategi dalam meraih profit yang optimal.

Sekaligus untuk meminimalisir kerugian.

Nah, salah satunya adalah investasi reksadana yang menjadi pilihan investasi paling diminati karena ramah dan mudah dipelajari untuk pemula.

Jika anda adalah orang yang berminat investasi disini, baca dulu deh artikel ini. Karena saya akan membagikan 3 strategi jitu investasi reksadana agar keuntungannya maksimal.

Ada 3 strategi yang akan saya bahas, yuk mulai baca.

Strategi Dollar Cost Averaging

Dari ke-3 strategi investasi reksadana yang saya tuliskan pada artikel ini, Dollar Cost Averaging (DSA) adalah strategi yang saya gunakan.

Konsep DSA ini sebenarnya amat sederhana, yaitu anda berinvestasi secara rutin dan konsisten tidak peduli bagaimanapun keadaan kondisi pasar.

Mau itu sedang turun atau naik.

Pasalnya, Dollar Cost Averaging ini akan membuat pembelian anda berada di nilai rata-rata. Misalkan contoh gambar dibawah ini.

Ilustrasi Dollar Cost Averaging,- source : Bibit.id

Anggaplah angka-angka pada gambar diatas adalah harga pembelian anda perbulan. Setelah diakumulasi di akhir waktu, harga yang anda dapatkan adalah nilai rata-ratanya (garis hitam).

Terbukti sih, selain strategi DCA ini memberikan hasil yang terbaik, selain itu ada 3 alasan lain kenapa metode ini menjadi pilihan.

Mudah dilakukan

Iyess, mudah dilakukan. Karena anda cukup investasi secara rutin saja. Terlebih lagi untuk pemula, jadi anda tidak perlu pusing memikirkan naik-turun harga.

Konsepnya mudah dipahami

Lagi-lagi untuk para pemula, konsepnya ini mudah dipahami. Nilai rata-rata adalah hasil investasi yang anda lakukan. Sesuai namanya average.

Risiko rugi kecil

Dibandingkan dengan metode lump sum (strategi ke-2), jelas bahwa strategi DCA ini meminimalkan kerugian. Anda akan dapat nilai rata-rata sehingga jika harga jatuh maka ruginya tidak terlalu dalam.

Atur Investasi Strategi DCA di Aplikasi Bibit

Salah satu aplikasi investasi reksadana yang saya rekomendasikan adalah Bibit. Saya sendiri sudah menggunakan aplikasi Bibit sejak 2 tahun terakhir karena fitur-fiturnya yang bagus dan cocok untuk pemula.

Anda bisa baca artikel saya tentang Cara Investasi Reksadana di Bibit.

Pakai Bibit
Saya memakai Bibit.

Dapatkah konsep Dollar Cost Averaging diterapkan di aplikasi Bibit reksadana? Iya, karena aplikasi Bibit memiliki fitur yang menerapkan strategi itu yaitu Nabung Rutin.

Dengan fitur Nabung Rutin, anda bisa mengatur pembelian reksadana rutin, mulai dari pemilihan produk, nominal, tanggal beli dan metode pembayaran yang ingin digunakan.

Pertama, silahkan pilih reksadana yang ingin dibeli. Contohnya saya ingin beli TRIM Syariah Saham. Klik beli, lalu masukkan nominal pembelian.

cara nabung rutin di aplikasi bibit
Pilih Reksadana

Kedua, silahkan aktifkan Nabung Rutin seperti gambar dibawah ini. Pilih frekuensi, tanggal, dan sampai kapan. Jangan lupa centang persetujuannya. Lalu, klik Bayar.

Atur pembelian dengan Nabung Rutin

Saat ini di aplikasi Bibit sudah tersedia sistem autodebit dengan GoPay.

nabung rutin bibit (5)
Sistem autodebit dengan GoPay

Strategi Lump Sum

Berbanding terbalik dengan strategi DCA diatas, lump sum memiliki konsep investasi dengan menempatkan seluruh dana investasi diawal.

Misalkan ketika anda punya uang Rp 10.000.000. Ya, langsung saja beli reksadana dengan semua uang tersebut tanpa menambahkannya lagi.

Strategi ini memang sangat mudah dilakukan, tapi bagi saya pribadi cukup beresiko.

Bayangkan saja, ketika anda investasi sekaligus. Apakah timing pembelian anda sudah tepat?

Jika sudah tepat maka keuntungan yang diperoleh bisa lebih baik dibandingkan strategi DCA. Sebaliknya, jika timingnya tidak pas, maka resikonya cukup besar.

Kapan Strategi Lump sum digunakan?

Meskipun begitu, strategi lump sum tetap bisa diterapkan saat berinvestasi. Saya pribadi memberikan 2 kondisi jika anda memilih strategi ini.

Investasi pada reksadana pasar uang

Pilihlah produk reksadana pasar uang. Jenis reksadana ini memberikan keutungan pasti karena isian portofolionya berupa deposito dan obligasi yang jatuh temponya dibawah 1 tahun.

Sehingga, akan selalu memberikan keuntungan. Seperti contoh produk-produk reksadana pasar uang dibawah ini grafiknya selalu naik.

Contoh produk reksadana pasar uang

Namun, perlu digarisbawahi bahwa investasi pada reksadana pasar uang cocok dipilih saat tujuan investasi anda dibawah 1 tahun.

Diversifikasi produk investasi

Disversifikasi adalah berinvestasi pada berbagai jenis produk reksadana sekaligus dengan porsinya tertentu. Misalkan, memilih reksadana pasar uang 30%, reksadana saham 50% dan obligasi 20%.

Seperti kata pepatah yang terkenal di kalangan investor “Don’t put all your eggs in one basket”.

Tujuan dari disversifikasi adalah meminimalkan risiko investasi. Dari komposisi investasi diatas, bisa saling menutupi jika terjadi kerugian. Misalkan reksadana saham rugi, nah ini bisa ditutupi dengan keuntungan dari reksadana pasar uang dan obligasi.

Bahkan dalam reksadana saham sendiri pun sudah terdiversifikasi yang portofolionya terdiri dari berbagai jenis saham.

Atur Diversifikasi Dengan Aplikasi Bibit

Bibit adalah aplikasi investasi reksadana pertama yang memiliki robo advisor. Robo advisor adalah sejenis robot (algoritma) yang memberikan rekomendasi produk investasi berdasarkan profil resiko seseorang.

Maka, bisa dipastikan setiap orang akan memiliki rekomendasi berbeda.

Contohnya seperti gambar dibawah ini adalah hasil rekomendasi dari robo advisor aplikasi Bibit reksadana untuk saya.

robo adviser bibit
Hasil rekomendasi Bibit

Saya disarankan untuk punya reksadana pasar uang 10%, obligasi 34% dan rekasadana saham 56%.

Kok bisa dapat saran seperti ini? Iya, sebelumnya saya diminta untuk mengisi survey terkait usia, status, pendapatan, tujuan investasi dan pertanyaan lainnya.

survey robo advisor bibit
Survey Bibit

Hasil akhir dari survey ini saya mendapatkan poin 8/10. Dengan sistem auto risk profiling yang dimiliki Bibit maka terbitlah rekomendasi seperti ini.

Dengan strategi lump sum dan diversifikasi, anda dapat menggunakannya untuk membuat tujuan investasi rencana pensiun lho.

Strategi Market Timing

Strategi yang terakhir adalah market timing. Sayangnya, strategi ini membutuhkan ilmu dan ketelitian yang tinggi sehingga hanya cocok untuk orang-orang yang sudah paham melakukan analisa.

Memang dari ke-3 strategi, konsep market timing memberikan keuntungan maksimal. Tapi, harus dibayar dengan skill yang mumpuni.

Cara kerjanya adalah anda melakukan analisa pasar saham dan fluktuatif obligasi. Saat, kondisi sedang berada diposisi bawah (turun), barulah anda melakukan pembelian.

Begitu seterusnya untuk pembelian berikutnya.

Makanya strategi ini disebut market timing karena menunggu kondisi yang tepat untuk melakukan investasi.

Penutup

Sekarang sudah paham kan strategi apa saja yang dapat anda lakukan agar hasil investasi bisa optimal?

Tentu anda bisa menggunakan strategi yang mana saja. Masing-masing ada plus minus dan tujuannya. Yang tidak boleh adalah tidak investasi, hehe.

Mau itu menggunakan strategi Dollar Cost Averaging, Lump Sum ataupun Market Timing. Sah-sah saja kok.

Jadi anda mau pakai strategi yang mana? Silahkan share di kolom komentar.

Related Posts

Leave a Comment

4 comments

Hastira July 28, 2021 - 3:24 am

makasih sharingnya, jelas

Reply
Yuliasyapril August 3, 2021 - 2:11 pm

Pak Sabda,, kalo beli reksadana karena ada cashback.. strategi yang mana kalo actionnya seperti ini?

Reply
Sabda Awal August 4, 2021 - 12:11 pm

Biasanya program cashback terdapat minimal pembelian, jadi untuk mendapatkan keuntungan dari cashback tersebut silahkan beli sesuai dengan syarat nominal pembelian saja.

Reply
Mudahnya Pantau Investasi di Aplikasi Bibit Pakai Fitur Performa Portofolio September 15, 2021 - 9:12 am

[…] ini semakin mudah sih, karena Bibit menyediakan fitur Nabung Rutin (Dollar Cost Averaging) yang bisa […]

Reply