Review Ternaknesia, Jadi Investor dan Dapat Keuntungan

by Sabda Awal
review ternaknesia investasi dan keuntungan

Saya lupa awal tau Ternaknesia darimana, soalnya saya pertama kali investasi pada bulan Februari 2020 dan baru menuliskannya review Ternaknesia Agustus ini.

Kelamaan, sampai lupa. Ya moon maap.

Ini pun saya tulis setelah proyek selesai, jadi bisa menuliskannya dengan lengkap, mulai dari registrasi, proses pendanaan, hingga pembagian keuntungannya.

Perlu saya sampaikan diawal kalau TernakInvest adalah bagian dari program TernakNesia dibidang investasi yang belum mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Jadi, kalau anda mau skip platform yang satu ini tidak masalah.

Tapi, kenapa saya malah investasi di platform yang legalitasnya belum ada? Nah, inilah yang akan saya review.

Setelah saya pelajari dan terjun langsung dengan berinvestasi di Ternaknesia, saya ambil kesimpulan bahwa investasi ini merupakan kategori peer to peer lending dengan akad mudharabah.

Mari kita kumpas tuntas.

Apa itu Ternaknesia?

Adalah sebuah platform yang isinya tentang peternakan. Terkait investasi ternak, toko online hasil peternakan, pemesanan khusus hewan kurban dan penyalurannya serta pahlawan pangan yang isinya donasi berbentuk pangan.

Diluncurkan pada tahun 2014 oleh Dalu Nuzlul Kirom dengan harapan Ternaknesia menjadi salah satu bentuk solusi dari permasalahan pangan dan peternakan di Indonesia.

Dari sini sudah kelihatan, Ternaknesia membantu mensejahterahkan peternak, petani dan penambak tradisional serta berbagi pangan dalam bentuk donasi.

Dari situsnya saya dapati bahwa Ternaknesia pernah memperoleh Astra Awards sebagai juara visioner menuju hidup yang lebih baik.

Semua sosial medianya lengkap, twitter, facebook, instagram, youtube dan linked dengan id @ternaknesia.

Ternaknesia tersedia dalam bentuk aplikasi dan website.

Mengenal TernakInvest

TernakInvest merupakan proyek investasi dari Ternaknesia.

Jadi, mereka buka proyek seperti peternakan ayam dan udang, trading hewan ternak serta proyek penggemukannya. Setiap orang dapat berkontribusi dengan memberikan modal. Setelah tenor berakhir maka, modal + keuntungan akan dikembalikan.

Reveiew isian lengkap proyek ada dibagian cara pendanaan, sekalian saya bahas pengalaman investasi.

Proyek ternaknesia ternakinvest
Proyek di Ternaknesia

Legalitas TernakInvest dari Ternaknesia

Setiap platform investasi harus punya legalitas. Kalau tidak legal, jangan pernah investasi ditempat itu. Makanya Otoritas Jasa Keuangan sering menerbitkan daftar perusahaan investasi bodong untuk melindungi masyarakat.

Karena OJK-lah yang mengatur perusahaan investasi ini.

Sayangnya, setelah saya lakukan pengecekan, ternyata produk investasi Ternaknesia belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Bahkan, sewaktu saya cek bulan Agustus 2020, kata admin instagramnya masih proses pendaftaran.

Nah, berdasarkan hasil penelusuran saya, TernakInvest ini masuk dalam kategori peer to peer lending. Kelihatan dari cara kerjanya yang mengumpulkan modal dari masyarakat untuk dikelola pada faktor produktif.

Jadi jelas ya, sampai artikel ini diterbitkan, Ternaknesia belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai platform investasi.

Kenapa Saya Investasi di Ternaknesia?

Jadi pertanyaan juga sih sebenarnya, kenapa masih investasi di Ternaknesia? Udah jelas belum ada izinnya.

Bisa dibilang alasannya sama seperti saat saya investasi di Tanijoy sampai Rp 50.000.000 meskipun belum terdaftar di OJK.

Karena saya percaya dengan identitas perusahannya, alamat, sosial media, cara kerja, dan produk mereka. Tapi, alasan ini tidak bisa anda jadikan alasan untuk percaya Ternaknesia.

Masing-masing orang punya refrensi sendiri.

Biar bagaimanapun, akan lebih nyaman investasi di tempat yang sudah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan.

Pengalaman Investasi di Ternaknesia

Saya sudah ikut 2 proyek yang berbeda di Ternaknesia.

Pertama, proyek penggemukan sapi untuk kurban selama 4-6 bulan. Saya ikut proyek ini pada Februari 2020 dan berakhir tanggal 10 Agustus 2020.

Kedua, proyek trading trading sapi untuk kurban yang berjalan selama 1 bulan. Mulai Juli dan selesai di Agustus 2020.

Total dari investasi diatas Rp 3.000.000.

Cara registrasi

Cara daftar Ternaknesia cukup mudah, yaitu :

  1. Silahkan kunjungi situsnya terlebih dahulu, Ternaknesia.com atau download aplikasinya pada smartphone.
  2. Pilih daftar
  3. Masukkan data yang dibutuhkan seperti nama, email, nomor handphone dan password
  4. Cek email anda, lakukan verifikasi melalui link yang dikirim pada email
Pendaftaran ternaknesia
Pendaftaran Ternaknesia

Selanjutnya, lengkapi isian data pada bagian profil. Ada 2 data penting yang harus diisi, yaitu alamat dan nomor rekening bank.

Tapi yang saya isi hanya rekening bank saja.

cara registrasi ternaknesia
Lengkapi data profil

Setelah selesai, anda bisa melakukan investasi dengan mengikuti proyek yang tersedia. Ngomong-ngomong cara yang saya bahas untuk versi website, sementara versi aplikasinya tidak beda jauh.

Silahkan explore tiap-tiap menu pada aplikasi. Karena aplikasi Ternaknesia mudah digunakan.

Cara pendanaan

Cara berinvestasi di Ternaknesia cukup mudah. Saya akan jelaskan langkah demi langkah.

  1. Pilih menu TernakInvest
  2. Pilih proyek yang ingin anda danai, klik Lihat Detail
  3. Anda akan melihat deskripsi proyek dan proposal, silahkan dibaca
  4. Untuk berinvestasi, pilih klik Investasi
  5. Pilih jumlah lembar yang anda inginkanm klik Lanjutkan
  6. Pilih bank pembayaran, klik Pilih Investasi
  7. Lakukan transfer dan upload bukti pembayaran
Pilih lembar saham
Pilih jumlah lembar saham

Perlembar saham harganya beragam, berkisar antara Rp 500.000 s.d. Rp 1.000.000.

Anda akan dikirimi melalui email Sertifikat Kepemilikan Saham seperti gambar dibawah ini.

sertifikat kepemilikan saham ternaknesia
Kepemilikan Saham Proyek Ternaknesia

Setiap ada perkembangan proyek investasi yang didanai, akan diperoleh pembaharuan perkembangan investasi melalui email.

Bagi hasil Ternaknesia

Sampai artikel ini diterbitkan, salah satu proyek saya sudah selesai yaitu program penggemukan sapi untuk selama 1 bulan.

Meskipun diproposal disebutkan keuntungan 2-3%, ternyata hasil keuntungan yang saya dapatkan 1,02% sesuai dengan pemberitahan melalui whatsapp seperti gambar dibawah ini

Informasi Keuntungan Investasi ternaknesia

Lumayan sih, 1% untuk sebulan, jadi kalau disetahunkan 12%. Lebih besar dari deposito.

Kesimpulan Review Ternaknesia

Ternaknesia memiliki banyak produk, salah satunya TernakInvest yang memberikan kesempatan kepada masyarakat berkontribusi dalam berinvestasi di bidang peternakan.

Tapi, sayangnya belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuntungan.

Untuk besarnya keuntungan investasi cukup lumayan.

Demikian review Ternaknesia, selamat berinvestasi untuk anda.

Hello Finance, Make It Fun!

Related Posts

Leave a Comment

9 comments

PIPIT August 11, 2020 - 2:02 pm

Aku bacanya aja lumayan ketar ketir, ini bisa disimpulkan kalau kamu tuh profil risikonya agresif ya..
Udah sempet invest 50jt, dan yang ini 3jt di platform yang belum terdaftar di OJK.
DAMN! Aku masih konservatif, main di RDPU sama RDPT dulu.
Nice info sekali, menunggu review produk investasi yang lain!

Reply
Josephh August 18, 2020 - 12:48 pm

Wah, untuk ternaknesia ini dari Imbal hasil 1,02% yang didapat apakah sudah dipotong pajak mas?

Reply
bayu kurniawan August 19, 2020 - 8:30 pm

wow…. agresif beud 50 juta yang legalitasnya belum ada. tapi nggak papa. Makasih udh sharing dan sepertinya ini menarik. Yang buat idenya gila sih, nggak salah astra nasih penghargaan ke mereka. Nice info, good job

Reply
Ikrom August 25, 2020 - 3:27 pm

namanya eyectaching jadi langsung memikat yg mau ternak duit
cuma klo belum legal OJK kok masih agak ketar ketir ya

liat nanti aja mas aku review selanjutnya hehe

Reply
Hamba Allah September 12, 2020 - 2:16 pm

1. Kalo saya pelajari skemanya, ini bukan peer to peer lending. Dari beberapa proyek, Ternaknesia berperan sebagai pengelola dana, seperti misalnya melakukan trading ayam potong. Investor tidak menyalurkan dana kepada peternak, tapi kepada Ternaknesia. Kemudian ternaknesia mengelola dana tersebut. Sehingga wajar saja sampai sekarang tidak mendapat ijin p2p lending dari ojk.

Reply
Sabda Awal September 13, 2020 - 9:15 am

Sepanjang sepengetahuan saya, setiap lembaga yang mengumpulkan dana dari masyarakat dan mengelolanya, wajib punya izin dari OJK.

Reply
Js September 16, 2020 - 9:56 pm

Mitigasi Resikonya keren sih ternaknesia. Dipikirin benar dari hulu ke hilir. Ane dah 3x ikut. Yg 2 udah selesai. Semuanya untung meskipun sedikit under perform rata-rata 1%nan. Dan enaknya mereka tanpa diminta kadang mengurangi jatah bagi hasil mereka kalau terlalu under buat investor.

Yg terakhir ane ikut proyek yg 1 tahun dengan 4x bagi hasil. Perkiraan ROI awal minimal 22%/ tahun. Cuma masih under perform sih dah 3x bagi hasil total 13% nan, tinggal nunggu pembagian terakhir. Kemungkinan tembus 18%. Cuma 18% di zaman corona masih sangat menggiurkan.

Ini ane mau masuk ke proyek ke 4 buat 6 bulan. Lihat proposalnya. Mitigasi resikonya makin bagus lagi.

Reply
Sabda Awal September 17, 2020 - 10:39 am

Saya 2 kali mencoba, 2 2 nya under perform. tapi komitmen mereka memang patut diacungi jempol

Reply
Ari Achmad December 4, 2020 - 8:13 am

dari profit yang ditawarkan, 2-3% itu sampai pyoyek selesai 1 bulan ya?
Berarti kalau setahun bisa 24-36% ya, tinggi juga…
Cuma kalo realisasinya hanya 1 koma sekian persen, ketar ketir juga si…

Reply